Bocoran Google Tensor G6 Muncul di Geekbench, Pakai CPU 7-Core?
- Istimewa
- Kemunculan perangkat "Google Kodiak" di Geekbench yang diduga mengusung chipset Tensor G6.
- Perubahan arsitektur radikal dengan penggunaan CPU 7-core dan clock speed mencapai 4,11 GHz.
- Skor benchmark saat ini masih rendah karena statusnya yang merupakan prototipe awal.
Google tampaknya sedang mempersiapkan kejutan besar untuk masa depan lini smartphone mereka. Meski seri terbaru belum lama meluncur, bocoran performa Google Tensor G6 kini mulai terendus publik. Sebuah data dari platform Geekbench memperlihatkan spesifikasi chipset misterius yang kemungkinan besar akan mentenagai Google Pixel 11.
Misteri Perangkat Google Kodiak di Geekbench
Data terbaru menunjukkan perangkat dengan nama sandi "Google Kodiak" muncul dengan konfigurasi perangkat keras yang tidak biasa. Sebelumnya, nama Kodiak sempat dikaitkan dengan seri Pixel 10 Pro XL. Namun, analisis mendalam terhadap struktur CPU menunjukkan bahwa ini adalah unit yang benar-benar baru.
Para ahli teknologi meyakini bahwa identitas asli perangkat ini mengarah pada prototipe awal Pixel 11. Google biasanya memulai pengujian internal jauh sebelum produk mencapai tahap produksi massal. Kehadiran Google Tensor G6 lebih awal ini memberikan gambaran tentang arah pengembangan silikon kustom milik Google.
Spesifikasi CPU 7-Core yang Tidak Lazim
Aspek paling mencolok dari bocoran ini adalah jumlah inti (core) pada CPU tersebut. Jika generasi sebelumnya menggunakan delapan inti, data ini justru menunjukkan penggunaan 7-core. Konfigurasi tersebut mencakup satu inti utama Arm C1-Ultra yang dipacu hingga kecepatan tinggi 4,11 GHz.
Selain itu, terdapat empat inti Arm C1-Pro berkecepatan 3,38 GHz dan dua inti tambahan pada 2,65 GHz. Meskipun jumlah core berkurang, kecepatan clock yang ditawarkan jauh melampaui standar Tensor saat ini. Sisi grafis pun mendapat pembaruan signifikan dengan penggunaan GPU PowerVR C-Series terbaru.
Skor Benchmark dan Spekulasi Performa
Walaupun spesifikasi teknisnya terlihat gahar di atas kertas, hasil uji coba awal ini belum memuaskan. Perangkat ini hanya mencatatkan skor single-core 845 dan multi-core 2657 di Geekbench. Angka tersebut tentu berada di bawah standar ponsel flagship modern yang ada di pasaran.
Rendahnya angka tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya optimasi perangkat lunak pada tahap awal. Unit yang diuji kemungkinan besar merupakan engineering sample yang belum siap untuk pengujian performa maksimal. Google masih memiliki waktu hingga tahun 2026 untuk menyempurnakan Google Tensor G6.
Masa Depan Pengembangan Chipset Google
Penting bagi kita untuk menyikapi informasi benchmark ini dengan sikap waspada. Basis data platform pengujian sering kali berisi data prototipe yang bisa berubah drastis saat rilis final. Namun, kemunculan data ini mempertegas ambisi Google dalam mengejar ketertinggalan performa chipset mereka.
Para penggemar teknologi harus menunggu perkembangan lebih lanjut terkait validitas data ini. Jika arsitektur ini benar, maka Google Tensor G6 akan menjadi loncatan teknologi yang sangat menarik. Tetap pantau informasi terbaru untuk melihat bagaimana Google meracik masa depan seri Pixel mereka.