HP Tipis Gagal Total? Penjualan Samsung Galaxy S25 Edge Lesu

HP Tipis Gagal Total? Penjualan Samsung Galaxy S25 Edge Lesu
Sumber :
  • Andy Boxall / Digital Trends

Asus ROG GM700TZ Rilis di RI: PC Gaming Monster Ryzen & Radeon
  • Penjualan Samsung Galaxy S25 Edge dan iPhone Air jauh di bawah ekspektasi pasar karena desain tipis yang mengorbankan fungsi.
  • Kapasitas baterai yang kecil menjadi alasan utama konsumen enggan membeli perangkat ultra-tipis tersebut.
  • Samsung mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan produksi penerus seri Edge dan masih ragu dengan masa depan ponsel TriFold.
  • Fokus perusahaan kini beralih ke pengembangan Galaxy Fold dengan desain lebih lebar (passport-style) untuk kenyamanan konten visual.

Microsoft Resmi Fix Windows 11 Start Menu Search yang Error

Tren ponsel ultra-tipis seperti Samsung Galaxy S25 Edge dan iPhone Air ternyata tidak otomatis memikat hati konsumen global. Kabar mengecewakan datang dari Samsung yang mengakui bahwa performa penjualan perangkat tipis mereka jauh lebih rendah daripada lini produk lainnya. Meskipun desain tipis menawarkan estetika premium, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pengguna lebih memprioritaskan fungsi daripada sekadar penampilan fisik yang ramping.

Mengapa Penjualan Samsung Galaxy S25 Edge Mengecewakan?

Rekomendasi RAM DDR5 Terbaik 2025: Performa PC Makin Kencang!

Won-Joon Choi, Chief Operating Officer Samsung Mobile Experience, mengungkapkan data mengejutkan dalam wawancara dengan Bloomberg. Ia menyebutkan bahwa angka penjualan Samsung Galaxy S25 Edge relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan model Samsung lainnya. Masalah utamanya terletak pada daya tahan perangkat yang dianggap tidak memadai untuk kebutuhan harian pengguna modern.

Kapasitas baterai yang kecil menjadi "tumbal" dari desain bodi yang sangat tipis. Hal ini membuat perangkat memiliki daya tahan (endurance) yang rendah, sehingga pengguna sering kali harus mengisi daya lebih sering. Samsung kini sedang mengevaluasi apakah pasar benar-benar membutuhkan seri Galaxy S26 Edge di masa depan. Choi menegaskan bahwa kriteria pemilihan perangkat oleh konsumen sangat beragam, dan ponsel ultra-tipis bukanlah prioritas utama semua orang saat ini.

Nasib Dilematis Galaxy TriFold Seharga Rp45 Juta

Selain masalah pada seri Edge, Samsung juga menghadapi tantangan besar pada inovasi ponsel lipat tiga (TriFold) mereka. Meskipun sempat terjual habis di situs resmi, harga fantastis mencapai $2.900 (sekitar Rp45 juta) membuat jangkauan pasarnya sangat terbatas. Perusahaan kini mulai mempertimbangkan kembali langkah strategis mereka terkait pengembangan generasi berikutnya.

Awalnya, TriFold diciptakan untuk memamerkan keahlian teknik Samsung dalam menciptakan kategori baru. Namun, Choi mengakui bahwa perusahaan saat ini masih bimbang untuk mengembangkan model baru. Prioritas pengguna yang lebih condong pada konsumsi media seperti Netflix dan YouTube membuat aspek rasio layar menjadi pertimbangan yang sangat krusial sebelum memutuskan produksi masal lebih lanjut.

Arah Strategi Samsung Selanjutnya

Sebagai gantinya, Samsung memberikan sinyal kuat akan merilis desain Galaxy Fold terbaru dengan bentuk yang lebih lebar. Model ini mengadopsi gaya "passport-style" yang mirip dengan rasio layar Google Pixel Fold generasi pertama. Langkah ini bertujuan untuk memberikan pengalaman menonton video dan produktivitas yang jauh lebih optimal bagi pengguna setianya.

Bagi Anda yang berencana melakukan pembaruan perangkat, beralih ke seri Galaxy S26 konvensional atau Galaxy S26 Ultra mungkin menjadi pilihan yang lebih bijak. Seri ini menawarkan keseimbangan yang lebih baik antara performa, fitur privasi, dan daya tahan baterai. Dengan lesunya penjualan Samsung Galaxy S25 Edge, masa depan ponsel ultra-tipis kini berada di ujung tanduk.