Harga RAM LPDDR5X Samsung Naik 100%, Apple Terpaksa Setuju?
- Istimewa
- Apple secara mengejutkan menyetujui kenaikan harga RAM LPDDR5X Samsung hingga dua kali lipat.
- Lonjakan harga ini dipicu oleh kelangkaan memori global akibat tingginya permintaan chip AI.
- Strategi negosiasi Samsung berhasil mengamankan margin keuntungan besar dari rantai pasok Apple.
Rantai pasok Apple yang biasanya sangat ketat kini menghadapi tantangan besar dari pasar memori global. Laporan terbaru dari Korea Selatan menyebutkan bahwa Apple telah menyetujui lonjakan drastis Harga RAM LPDDR5X Samsung.
Keputusan ini muncul di tengah krisis pasokan yang memaksa raksasa teknologi asal Cupertino tersebut membayar lebih mahal. Apple kabarnya bersedia membayar hampir dua kali lipat untuk modul DRAM hemat daya ini. Langkah tersebut bertujuan mengamankan stok untuk lini produk masa depan, termasuk seri iPhone 17 yang sangat dinantikan.
Strategi Negosiasi Samsung dan Harga RAM LPDDR5X Samsung
Divisi semikonduktor Samsung (DS) awalnya menargetkan kenaikan harga sekitar 60 persen untuk memori LPDDR5X. Namun, Samsung menggunakan taktik negosiasi anchoring dengan membuka tuntutan kenaikan sebesar 100 persen.
Apple akhirnya menyetujui angka tersebut dalam diskusi mendesak untuk mengamankan pasokan pada semester pertama 2026. LPDDR5X sendiri merupakan komponen vital yang digunakan pada iPhone, iPad, hingga jajaran komputer Mac terbaru.
Data industri menunjukkan bahwa modul LPDDR5X 12GB kini dihargai sekitar US$70. Angka ini melonjak tajam dari harga awal tahun 2025 yang hanya berkisar antara US$25 hingga US$29. Perubahan struktur harga ini mencerminkan betapa kritisnya posisi memori di pasar saat ini.
Dampak Booming AI terhadap Kelangkaan Memori
Kelangkaan ini tidak terjadi secara kebetulan. Permintaan High-Bandwidth Memory (HBM) untuk pusat data AI, seperti yang dipesan oleh Nvidia, telah menyedot kapasitas produksi global. Pabrikan kini lebih memprioritaskan memori kelas enterprise yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.
Bahkan, divisi seluler Samsung sendiri turut merasakan dampak dari kebijakan internal mereka. Untuk produksi Galaxy S26, Samsung terpaksa membagi pasokan DRAM antara divisi internal dan Micron. Hal ini membuktikan bahwa kapasitas produksi mereka pun sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan internal.