MacBook Neo Pertama Kali Diuji: Performanya Nyaris Sama dengan iPhone 16 Pro!

MacBook Neo Pertama Kali Diuji: Performanya Nyaris Sama dengan iPhone 16 Pro!
Sumber :
  • Apple

Gadget – Dunia teknologi kembali dikejutkan oleh langkah tak terduga Apple: MacBook Neo, laptop baru yang ternyata menggunakan chip A18 Pro prosesor yang sama dengan yang ada di iPhone 16 Pro. Dan kini, hasil benchmark pertamanya telah bocor ke publik, mengungkap fakta mengejutkan: performa CPU-nya nyaris identik dengan ponsel flagship Apple tersebut.

Spesifikasi MacBook Neo: Laptop Rp10 Jutaan Apple Pakai A18 Pro

Menurut data dari Geekbench, MacBook Neo mencatat skor:

  • 3.461 (single-core)
  • 8.668 (multi-core)
  • 31.286 (Metal graphics)
7 Produk Apple Terbaru 2026: iPhone 17e dan MacBook Neo Murah

Sementara iPhone 16 Pro mencetak:

  • 3.445 (single-core)
  • 8.624 (multi-core)
  • 32.575 (Metal graphics)
Skor Benchmark MacBook Neo: Setara iPhone 16 Pro!

Perbedaan hanya berkisar 0,5% hingga 4%, menjadikan keduanya praktis setara dalam komputasi sehari-hari. Tapi mengapa Apple memasang chip ponsel ke laptop? Apakah ini strategi baru untuk segmen entry-level? Dan bagaimana posisi MacBook Neo dibanding Mac lain?

Artikel ini mengupas tuntas arsitektur, perbandingan performa, implikasi strategis, dan siapa yang sebenarnya menjadi target pengguna MacBook Neo.

Chip A18 Pro di Laptop? Begini Konfigurasinya

Apple secara resmi mengonfirmasi bahwa MacBook Neo menggunakan chip A18 Pro, prosesor enam inti (6-core CPU) yang pertama kali diperkenalkan di iPhone 16 Pro. Namun, ada perbedaan halus pada konfigurasi GPU:

PerangkatCPU CoreGPU Core
iPhone 16 Pro66
MacBook Neo65

Pengurangan satu core GPU di MacBook Neo kemungkinan besar dilakukan untuk menyeimbangkan konsumsi daya dan termal dalam faktor bentuk laptop tipis tanpa kipas (fanless). Meski begitu, performa grafis tetap sangat kompetitif terbukti dari skor Metal yang hanya 4% lebih rendah dari iPhone.

Perbandingan Performa: Di Mana Posisi MacBook Neo?

1. vs iPhone 16 Pro → Nyaris Kembar
Seperti disebutkan, keduanya berbagi arsitektur identik, sehingga tidak heran jika skor CPU hampir sama. Ini menunjukkan bahwa Apple kini tidak lagi membedakan batas keras antara chip mobile dan desktop sebuah tren yang dimulai sejak transisi ke Apple Silicon.

2. vs MacBook Air M1 → Lebih Cepat di Single-Core

  • M1: 2.346 (single-core), 8.342 (multi-core)
  • Neo: 3.461 (+47%), 8.668 (+4%)

MacBook Neo unggul signifikan dalam tugas ringan seperti browsing, aplikasi kantor, atau coding sederhana. Namun, peningkatan multi-core sangat minim, menunjukkan bahwa Neo bukan ditujukan untuk beban kerja berat.

3. vs MacBook Air M4 → Jauh Tertinggal

  • M4: 3.696 (single-core), 14.730 (multi-core)
  • Neo: 3.461, 8.668

Di sini terlihat jurang besar. M4 70% lebih cepat di multi-core, menjadikannya pilihan jelas untuk editing video, rendering, atau multitasking intensif.

4. vs iPad Air M3 → Kalah di Multi-Core

  • iPad Air M3: 11.678 (multi-core)
  • Neo: 8.668

Bahkan tablet Apple dengan chip M3 lebih unggul dalam pemrosesan paralel, menegaskan bahwa MacBook Neo bukan perangkat produktivitas tinggi melainkan perangkat akses dasar.

5. vs iPad (11th Gen) → Masih Unggul

  • iPad dasar: 6.036 (multi-core)
  • Neo: 8.668 (+44%)

Jadi, meski bukan yang tercepat, Neo tetap lebih mumpuni daripada perangkat entry-level Apple.

Strategi Apple: Mengapa Gunakan Chip iPhone di Laptop?

Langkah ini mencerminkan strategi Apple yang semakin terpadu dan modular:

  • Mengurangi biaya produksi dengan menggunakan chip yang sudah diproduksi massal untuk iPhone.
  • Memperluas ekosistem dengan perangkat yang bisa menjalankan aplikasi iOS/iPadOS secara native.
  • Menargetkan pasar pelajar, pengguna casual, dan negara berkembang yang butuh laptop murah dengan daya tahan baterai panjang.

MacBook Neo kemungkinan besar akan dijual dengan harga jauh di bawah MacBook Air, mungkin sekitar $799–$899, menjadikannya pintu masuk ideal ke ekosistem Apple.

Kelebihan & Kekurangan Potensial MacBook Neo

Kelebihan:

  • Daya tahan baterai luar biasa (mirip iPhone)
  • Performa responsif untuk tugas sehari-hari
  • Ringan, tipis, dan fanless (tanpa suara bising)
  • Kompatibilitas sempurna dengan aplikasi iOS

Kekurangan:

  • Tidak cocok untuk editing, coding berat, atau desain
  • GPU sedikit dikurangi
  • RAM dan penyimpanan mungkin terbatas
  • Tidak ada dukungan untuk macOS versi lengkap (kemungkinan versi ringan)

Kesimpulan: Bukan Laptop Biasa, Tapi “iPhone Raksasa”

MacBook Neo bukan sekadar laptop murah ia adalah manifestasi dari visi Apple tentang konvergensi total antara mobile dan desktop. Dengan chip A18 Pro, ia menawarkan pengalaman komputasi yang mulus, hemat daya, dan familiar bagi pengguna iPhone.

Namun, jangan harap bisa menggantikan MacBook Air M1 apalagi M4 untuk pekerjaan serius. MacBook Neo adalah perangkat untuk menulis, browsing, Zoom, dan media sosial bukan untuk rendering 4K atau simulasi data.

Bagi pelajar, pensiunan, atau pengguna kedua di keluarga Apple, MacBook Neo bisa jadi pilihan sempurna. Tapi bagi profesional kreatif atau developer, tetaplah memilih seri M-series.

Yang pasti, dengan strategi ini, Apple sekali lagi membuktikan: masa depan komputasi bukan soal kekuatan mentah tapi efisiensi, integrasi, dan pengalaman pengguna yang utuh.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget