BRIN Garap Teknologi 6G: Antena Mikrostrip dan Satelit Jadi Kunci

BRIN Garap Teknologi 6G: Antena Mikrostrip dan Satelit Jadi Kunci
Sumber :
  • Istimewa

MediaTek Starlink Luncurkan Peringatan Darurat Lewat Satelit
  • BRIN kembangkan antena mikrostrip berdimensi mini untuk mendukung efisiensi ruang perangkat seluler masa depan.
  • Riset mengadopsi konsep satelit orbit rendah dengan sistem phased array untuk optimasi pancaran sinyal elektronik.
  • Jaringan 6G menjanjikan kecepatan data hingga 1 terabit per detik dengan latensi seribu kali lebih rendah dari 5G.
  • Inovasi domestik ini krusial agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton saat komersialisasi 6G dimulai pada 2030.

BRIN Temukan Spesies Ngengat Baru di Papua dan Sulawesi

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini mempercepat langkah dalam pengembangan teknologi 6G BRIN melalui penyediaan infrastruktur perangkat keras mutakhir. Inisiatif strategis ini bertujuan memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci sebelum jaringan nirkabel generasi keenam tersebut resmi meluncur secara komersial pada tahun 2030.

Lembaga riset nasional ini fokus merancang antena mikrostrip berukuran ekstra kecil serta mengoptimalkan pemanfaatan satelit orbit rendah. Langkah ini menjadi bagian penting dari persiapan teknologi mandiri agar Indonesia siap menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif di sektor telekomunikasi.

MK Tolak Gugatan Kuota Internet Hangus dalam UU Cipta Kerja

Inovasi Antena Mikrostrip dalam Pengembangan Teknologi 6G BRIN

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Telekomunikasi BRIN, Yohanes Galih Adhiyoga, menekankan pentingnya perancangan antena single layer dan multilayer. Desain ini sangat krusial karena perangkat masa depan akan memiliki keterbatasan ruang fisik yang signifikan.

Setiap satu unit telepon seluler nantinya akan menampung berbagai macam antena sekaligus. Oleh karena itu, tim periset harus menghitung dimensi antena secara akurat agar tetap fungsional namun tidak memakan banyak tempat di dalam perangkat.

"Kita tidak mungkin menggunakan antena yang ukurannya melebihi ponsel itu sendiri. Maka, antena harus kami rancang sekecil mungkin agar pas di dalam perangkat," ujar Yohanes melalui keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).

Pengujian Frekuensi Tinggi dan Teknologi Satelit

Selain perangkat seluler, BRIN juga mengadopsi konsep teknologi serupa Starlink melalui pengembangan sistem phased array. Teknologi ini memungkinkan arah pancaran sinyal bergerak mengikuti lintasan satelit secara elektronik tanpa memerlukan komponen mekanis yang rumit.

Tim peneliti melakukan seluruh proses fabrikasi dan pengujian komponen secara mandiri di laboratorium internal. Mereka menggunakan perangkat canggih yang mampu mengukur frekuensi tinggi hingga mencapai angka 110 gigahertz.

Halaman Selanjutnya
img_title