BMKG: 11 Provinsi Siaga Hujan Lebat Hingga 9 Maret 2026
- Istimewa
- BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat mulai Sabtu (7/3/2026) hingga Senin (9/3/2026).
- Sebanyak 11 provinsi masuk kategori Siaga dan Waspada bencana hidrometeorologi.
- Potensi dampak meliputi banjir bandang, tanah longsor, hingga luapan air sungai.
- Beberapa wilayah juga berpotensi mengalami angin kencang dalam periode yang sama.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Setidaknya 11 provinsi masuk dalam radar pantauan potensi hujan lebat BMKG mulai Sabtu (7/3/2026) hingga Senin (9/3/2026). Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena fenomena ini diprediksi berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Pihak BMKG menegaskan bahwa intensitas hujan dapat mencapai level sangat lebat. Kondisi ini memicu risiko tinggi terjadinya bencana hidrometeorologi di berbagai titik. Oleh karena itu, langkah mitigasi harus segera dilakukan oleh pemerintah daerah dan warga setempat.
Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat BMKG
BMKG membagi wilayah terdampak ke dalam dua kategori utama, yakni Level Siaga dan Level Waspada. Wilayah yang masuk Level Siaga memiliki risiko tinggi mengalami bencana seperti banjir bandang dan longsor. Berdasarkan data terbaru, provinsi yang masuk kategori Siaga antara lain Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Selain itu, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan juga berada dalam status yang sama. Wilayah-wilayah ini diproyeksi akan menerima curah hujan dengan intensitas sangat tinggi. Pihak otoritas meminta warga di area perbukitan dan bantaran sungai untuk tetap waspada.
Potensi Luapan Sungai dan Banjir Bandang
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Level Waspada juga menghantui wilayah lain. Daerah Khusus Jakarta, Jawa Timur, Bali, serta Kalimantan masuk dalam daftar pantauan BMKG. Meskipun berstatus Waspada, hujan tersebut tetap berpotensi mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Peringatan ini mencakup risiko munculnya genangan air di kawasan perkotaan yang padat penduduk. Luapan air sungai dapat terjadi secara tiba-tiba jika intensitas hujan tidak menurun. Kondisi tanah yang jenuh air juga meningkatkan ancaman longsor di daerah lereng.
Ancaman Angin Kencang dan Langkah Mitigasi
Selain curah hujan tinggi, BMKG juga menyoroti potensi terjangan angin kencang di sejumlah wilayah. Provinsi seperti Banten, Jakarta, dan Jawa Timur harus mengantisipasi fenomena ini. Angin kencang juga diprediksi melanda wilayah Maluku, NTT, serta sebagian besar Sulawesi.