Satelit Rusia Hancur di Orbit Kuburan, Hantam Sampah Luar Angkasa

Satelit Rusia Hancur di Orbit Kuburan, Hantam Sampah Luar Angkasa
Sumber :
  • Istimewa

Pada tahun 2017, NORAD mencatat satelit ini melakukan manuver agresif di dekat satelit militer milik Prancis. Aksi provokatif tersebut sempat memicu ketegangan diplomatik yang sangat panas di Eropa. Insiden itu bahkan menjadi alasan utama pembentukan Komando Luar Angkasa Prancis pada tahun 2019.

Mengapa Gerhana Matahari Total 2027 Jadi yang Terlama?

Dampak Fragmen Terhadap Keamanan Antariksa

Meskipun satelit telah dinonaktifkan sejak Oktober 2025, kehancuran fisiknya menciptakan masalah baru yang pelik. Ratusan fragmen baru kini melayang secara liar di ruang angkasa. Puing-puing ini sangat sulit terlacak secara individu namun memiliki daya rusak yang luar biasa.

Ditembak Serpihan Artileri, MacBook Air Ini Masih Bisa Nyala-Bagaimana Bisa?

Para ahli khawatir puing tersebut akan turun ke orbit yang lebih rendah. Jika hal ini terjadi, maka satelit telekomunikasi dan pemantauan cuaca berada dalam bahaya besar. Risiko tabrakan berantai kini menjadi fokus utama otoritas pengawas antariksa internasional.

Ancaman Serius Bagi Industri Telekomunikasi Dunia

Alien Bukan Nyata! NASA Ungkap Foto Asli Komet 3I/ATLAS yang Bikin Heboh

Dampak dari insiden satelit Rusia hancur ini kian mengkhawatirkan bagi keamanan orbital global. Saat ini terdapat sekitar 500 hingga 600 satelit aktif yang beroperasi di wilayah orbit geostasioner (GEO). Sektor ini melayani kebutuhan vital manusia mulai dari televisi hingga jaringan internet global.

Kehadiran ratusan sampah baru mempersempit ruang gerak satelit aktif yang masih berfungsi. Hingga kini, pemerintah Rusia belum memberikan keterangan resmi mengenai kehancuran aset militer mereka tersebut. Komunitas antariksa global mendesak adanya protokol pembersihan sampah yang lebih ketat demi menjaga keberlangsungan infrastruktur di luar angkasa.