OnePlus Nord Buds 4 Pro Meluncur 19 Maret: ANC 55dB & Driver 12mm!

OnePlus Nord Buds 4 Pro Meluncur 19 Maret: ANC 55dB & Driver 12mm!
Sumber :
  • OnePlus

Gadget – Pasar true wireless stereo (TWS) di Indonesia dan Asia Tenggara kembali bergolak. OnePlus, yang selama ini dikenal sebagai raksasa smartphone dengan filosofi "Never Settle", kini bersiap meluncurkan generasi terbaru earbud andalannya: Nord Buds 4 Pro. Dijadwalkan resmi diperkenalkan pada 19 Maret 2026, perangkat ini bukan sekadar upgrade minor melainkan lompatan teknologi signifikan yang berpotensi mengguncang segmentasi harga menengah.

Spesifikasi OnePlus Nord Buds 4 Pro: ANC 55dB & Driver 12mm

Bocoran awal yang dirilis OnePlus mengungkap spesifikasi yang membuat kompetitor harus waspada: Active Noise Cancellation (ANC) hingga 55 desibel, driver dinamis titanium berukuran 12mm, serta sistem panggilan berbasis AI dengan enam mikrofon. Angka 55dB untuk ANC bukan main-main ini setara dengan peredam kebisingan di kabin pesawat jet pribadi, dan jauh melampaui standar industri untuk kategori harga Rp2–4 jutaan.

Namun, di balik angka-angka menggiurkan itu, muncul pertanyaan kritis: Apakah OnePlus benar-benar berhasil menghadirkan pengalaman audio premium tanpa kompromi? Atau ini hanya strategi pemasaran dengan klaim teknis yang berlebihan?

Monar Canvas Speaker: Speaker Hi-Fi yang Menjadi Galeri Seni Digital

Artikel ini mengupas tuntas setiap aspek Nord Buds 4 Pro mulai dari rekayasa akustik di balik driver titanium, mekanisme ANC 55dB yang langka di kelasnya, hingga analisis mendalam tentang posisinya melawan raksasa seperti Samsung Galaxy Buds3 Pro, Apple AirPods Pro (2nd gen), dan Sony WF-1000XM5. Kami juga menyelami konteks historis evolusi produk audio OnePlus, prediksi harga untuk pasar Indonesia, serta panduan praktis bagi konsumen yang ingin memutuskan: Apakah Nord Buds 4 Pro layak dinanti, atau lebih baik membeli generasi sebelumnya yang kini lebih murah?

Sejarah Evolusi: Dari Nord Buds ke Nord Buds 4 Pro Perjalanan OnePlus di Dunia Audio Nirkabel

JBL Go 5 Resmi Rilis dengan Bluetooth 6.0 & Lampu Ambient!

Sebelum membahas Nord Buds 4 Pro, penting memahami bagaimana OnePlus membangun fondasi di ranah audio nirkabel. Perusahaan yang berdiri pada 2013 ini awalnya fokus pada flagship killer smartphone. Namun, sejak akuisisi oleh BBK Electronics (induk Oppo dan Realme) pada 2020, strateginya berevolusi menjadi ekosistem terintegrasi mirip pendekatan Apple dengan iPhone, AirPods, dan Apple Watch.

Generasi Pertama: Nord Buds (2022)
Dirilis bersamaan dengan OnePlus Nord 2T, Nord Buds pertama kali memperkenalkan konsep "audio premium terjangkau". Dengan harga sekitar Rp1,5 juta, ia menawarkan ANC dasar 25dB, driver 12.4mm, dan baterai 30 jam. Respons pasar positif, tetapi kritik utama tertuju pada kualitas mikrofon panggilan yang buruk masalah krusial di Indonesia di mana panggilan suara masih dominan.

Generasi Kedua: Nord Buds 2 (2023)
OnePlus memperbaiki kelemahan tersebut dengan menambahkan mikrofon ganda dan algoritma noise reduction dasar. ANC ditingkatkan menjadi 35dB, dan desain charging case dibuat lebih ringkas. Namun, audio masih terasa "datar" untuk pecinta musik terutama di rentang frekuensi tinggi (treble).

Generasi Ketiga: Nord Buds 3 Pro (2024)
Ini adalah titik balik. OnePlus berani menyematkan dual-driver system (dynamic + planar magnetic) dan ANC 45dB angka yang sebelumnya hanya ditemukan di earbud premium >Rp4 juta. Fitur unggulan lainnya termasuk spatial audio dan dukungan codec aptX Adaptive. Sayangnya, harga melonjak ke Rp3,8 juta, membuatnya kurang kompetitif melawan Samsung Galaxy Buds3 yang lebih murah dengan fitur serupa.

Generasi Keempat: Nord Buds 4 Pro (2026)
Kini, OnePlus kembali ke filosofi awal: memberikan teknologi premium pada harga terjangkau. Alih-alih dual-driver yang mahal, Nord Buds 4 Pro fokus pada optimisasi tunggal driver titanium 12mm yang lebih efisien. ANC ditingkatkan menjadi 55dB naik 10dB dari pendahulunya dengan sertifikasi TÜV Rheinland yang kredibel. Yang paling revolusioner: Six-Mic AI Clear Call, sistem panggilan yang akhirnya menjawab kritik bertahun-tahun.

ANC 55dB: Apa Artinya bagi Pengguna Sehari-hari?

Active Noise Cancellation 55 desibel bukan sekadar angka marketing. Untuk memahami signifikansinya, kita perlu konteks:

  • 20–30dB: Meredam suara kipas angin atau bisikan (ANC dasar di earbud murah)
  • 35–45dB: Meredam suara mesin mobil atau keramaian kafe (ANC mid-range seperti Sony WF-C700N)
  • 45–50dB: Meredam suara pesawat komersial di kabin (ANC premium seperti AirPods Pro)
  • 50–55dB+: Mendekati keheningan ruang kedap suara (biasanya hanya di headphone over-ear seperti Bose QC Ultra)

Dengan 55dB, Nord Buds 4 Pro secara teori mampu menghilangkan 95% kebisingan lingkungan termasuk suara klakson Jakarta, deru KRL, atau mesin jet saat take-off. Namun, ada catatan penting: angka maksimal biasanya hanya tercapai pada frekuensi rendah (20–500Hz). Untuk suara manusia (500Hz–4kHz), efektivitas ANC cenderung turun menjadi 30–40dB.

OnePlus mengklaim telah mengatasi keterbatasan ini melalui hybrid ANC system yang menggabungkan:

  • Feedforward ANC: Mikrofon luar mendeteksi kebisingan sebelum masuk telinga
  • Feedback ANC: Mikrofon dalam memantau sisa kebisingan yang lolos
  • Adaptive Algorithm: Menyesuaikan intensitas ANC berdasarkan lingkungan secara real-time

Hasilnya? Pengguna di transportasi umum bisa fokus pada musik tanpa volume berlebihan faktor krusial untuk kesehatan pendengaran jangka panjang.

Driver Titanium 12mm: Mengapa Material Ini Penting untuk Kualitas Suara?

Banyak konsumen berpikir: "Semakin besar driver, semakin bagus bass." Pandangan ini keliru. Ukuran driver hanyalah satu faktor; material dan rekayasa akustik justru lebih menentukan.

Titanium memberikan rasio kekakuan-terhadap-berat (stiffness-to-weight ratio) terbaik di kelasnya. Artinya:

  • Diafragma bergerak presisi sesuai sinyal audio tanpa "overshoot" yang menyebabkan distorsi
  • Respons frekuensi lebih datar, terutama di rentang menengah (vokal) dan tinggi (instrumen string)
  • Bass tetap dalam dan bertenaga, tetapi tidak "mengaburkan" detail vokal

OnePlus juga menyematkan dual-chamber acoustic design di housing earbud. Ruang pertama menampung driver, ruang kedua berfungsi sebagai resonator pasif yang memperkaya harmonik alami mirip prinsip kerja speaker high-end.

Six-Mic AI Clear Call: Revolusi untuk Panggilan Suara di Indonesia

Di negara seperti Indonesia di mana panggilan telepon masih menjadi aktivitas dominan di smartphone kualitas mikrofon sering diabaikan oleh produsen TWS. OnePlus akhirnya menjawab keluhan ini dengan Six-Mic AI Clear Call.

Bagaimana Sistem Ini Bekerja?

Setiap earbud dilengkapi tiga mikrofon:

  • Primary Mic: Menangkap suara pengguna langsung
  • Reference Mic: Mendeteksi kebisingan latar dari arah berlawanan
  • Wind Noise Mic: Khusus meredam suara angin saat berjalan atau naik motor

Ketiga mikrofon ini terhubung ke chip AI khusus yang menjalankan algoritma beamforming adaptif. Prosesnya:

  • AI memetakan pola suara pengguna dalam 3 detik pertama panggilan
  • Setiap kebisingan eksternal (klakson, angin, percakapan orang) diidentifikasi sebagai "noise profile"
  • Sinyal suara pengguna dipisahkan dari noise secara real-time dengan latensi <20ms

Hasil pengujian internal OnePlus menunjukkan peningkatan 70% dalam kejernihan suara dibanding Nord Buds 3 Pro terutama di lingkungan ekstrem seperti pasar tradisional atau stasiun kereta.

LHDC 5.0 dan Spatial Audio: Pengalaman Mendengarkan yang Imersif

Nord Buds 4 Pro mendukung LHDC 5.0 (Low Latency High-Definition Audio Codec) standar audio nirkabel terbaru yang mampu mentransmisikan data hingga 1 Mbps dengan latensi hanya 30ms. Bandingkan dengan:

  • SBC (standar Bluetooth dasar): 328 kbps, latensi 180ms
  • AAC (Apple): 250 kbps, latensi 150ms
  • aptX Adaptive: 420 kbps, latensi 80ms

Keunggulan LHDC 5.0 terlihat jelas saat:

  • Menonton film: Sinkronisasi audio-video sempurna tanpa delay
  • Bermain game: Suara tembakan atau langkah kaki terdengar tepat waktu
  • Mendengarkan musik hi-res: Detail instrumen yang biasanya hilang di codec rendah kini terdengar jelas

Ditambah dengan 3D spatial audio berbasis head-tracking, Nord Buds 4 Pro menciptakan ilusi suara datang dari arah tertentu seperti di bioskop. Fitur ini sangat berguna untuk konten Dolby Atmos di Netflix atau Disney+ Hotstar.

Desain dan Kenyamanan: Lebih Ringkas, Lebih Ergonomis

OnePlus mengklaim telah mengurangi ukuran charging case hingga 12% dibanding generasi sebelumnya tanpa mengorbankan kapasitas baterai. Case kini berukuran 48 x 48 x 22 mm, cukup muat di saku celana depan tanpa mengganjal.

Earbud sendiri hanya 4,4 gram per unit lebih ringan dari AirPods Pro (5,3g) dan Galaxy Buds3 Pro (5,5g). Bobot ini dicapai melalui:

  • Penggunaan polycarbonate berkekuatan tinggi untuk housing
  • Penghilangan bezel logam berlebih
  • Optimisasi distribusi berat agar tidak "terasa berat" meski dipakai 4+ jam

Tersedia dua varian warna:

  • Radiant Gray: Abu-abu metalik dengan aksen matte
  • Raven Black: Hitam pekat dengan finishing glossy pada logo OnePlus

Kedua opsi menggunakan ear tip silikon medical-grade dalam 4 ukuran (XS, S, M, L) untuk memastikan seal akustik optimal kunci utama efektivitas ANC.

Kesimpulan: Layakkah Menunggu 19 Maret?

Bagi pengguna yang:

  • Sering berada di lingkungan bising (komuter, pekerja lapangan)
  • Mengutamakan kualitas panggilan suara
  • Menginginkan ANC premium tanpa merogoh kocek >Rp4 juta

Nord Buds 4 Pro layak dinanti. Spesifikasi teknisnya bukan sekadar klaim marketing melainkan implementasi teknologi yang terukur dan beralasan.

Namun, bagi pengguna iPhone yang menginginkan integrasi seamless, atau audiophile yang butuh detail ekstrem di frekuensi tinggi, opsi lain mungkin lebih sesuai.

Yang pasti, peluncuran 19 Maret akan menjadi tonggak penting bagi OnePlus bukan hanya sebagai produk audio, tetapi sebagai bukti bahwa perusahaan ini serius membangun ekosistem lengkap yang bisa bersaing dengan Apple dan Samsung. Dan di pasar Indonesia yang kompetitif, hanya inovasi nyata yang akan bertahan bukan sekadar gimmick.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget