Dreame Masuk Pasar Smartphone dengan Aurora, HP Mewah Berlapis Emas & Permata!
- gsmarena
Gadget – Dunia teknologi sekali lagi dikejutkan oleh langkah berani dari Dreame, perusahaan yang selama ini dikenal lewat produk smart home dan robot vacuum. Kini, Dreame resmi mengumumkan ekspansi ke pasar smartphone namun bukan dengan cara biasa.
Alih-alih meniru strategi vendor lain, Dreame memperkenalkan dua lini smartphone yang radikal:
Dreame Aurora smartphone mewah berbahan emas, permata, bahkan dilengkapi jam mekanis di bagian belakang.
Smartphone kamera modular nirkabel konsep revolusioner yang memungkinkan pengguna merekam video dari dua sudut sekaligus tanpa kabel.
Langkah ini menandai ambisi besar Dreame untuk tidak hanya bersaing di segmen massal, tapi juga mendefinisikan ulang batas antara teknologi, seni, dan kemewahan.
Dreame Aurora: Smartphone Mewah yang Lebih Mirip Perhiasan
Jika Anda mengira smartphone mewah sudah mati sejak era Vertu atau GoldVish, pikir lagi. Dreame Aurora hadir sebagai kelahiran kembali dari konsep luxury phone dengan sentuhan modern dan teknologi mutakhir.
Fitur Mewah yang Mencuri Perhatian:
- Casing berlapis emas 24K
- Inkrustrasi batu permata asli (seperti safir, ruby, atau berlian)
- Jam mekanis analog mini di panel belakang sesuatu yang sangat jarang di era digital
- Pengerjaan manual oleh pengrajin ahli, mirip pembuatan arloji Swiss
Harga? Siapkan dompet tebal. Dreame mematok CNY 70.000 hingga CNY 100.000, atau sekitar Rp170 juta hingga Rp240 juta setara dengan mobil baru atau motor premium.
Namun, ini bukan sekadar pamer kekayaan. Aurora dirancang untuk kolektor, eksekutif, dan pecinta seni teknologi yang menghargai keunikan, eksklusivitas, dan kerajinan tangan.
Chip AI Sendiri: Chixiao 01 dengan Performa 200 TOPS
Yang mengejutkan, Dreame tidak hanya mengandalkan desain tapi juga teknologi inti buatan sendiri. Perusahaan ini telah mengembangkan SoC (System-on-Chip) AI bernama Chixiao 01, yang diklaim mampu mencapai 200 TOPS (trillion operations per second) dalam komputasi AI.
Sebagai perbandingan:
- Snapdragon X Elite: ~80 TOPS
- Apple Neural Engine (A17 Pro): ~35 TOPS
- Google Tensor G4: ~40 TOPS
Artinya, Chixiao 01 lima kali lebih cepat dari chip AI terkini di pasaran. SoC ini akan digunakan di kedua lini smartphone Dreame, termasuk Aurora meski pengguna Aurora mungkin lebih peduli pada estetika daripada benchmark.
Fitur AI tingkat tinggi ini memungkinkan:
- Pemrosesan gambar real-time dengan kualitas studio
- Asisten virtual ultra-responsif
- Optimisasi baterai dan performa berbasis kebiasaan pengguna
- Smartphone Kamera Modular Nirkabel: Inovasi yang Benar-Benar Baru
Di sisi lain spektrum, Dreame juga menawarkan smartphone “terjangkau” (relatif) dengan konsep yang benar-benar orisinal: modul kamera yang bisa dilepas dan bekerja secara nirkabel.
Bagaimana Cara Kerjanya?
- Modul kamera menggunakan sensor 1 inci ukuran yang biasanya hanya ada di flagship premium.
- Terhubung ke smartphone utama via Wi-Fi berkecepatan tinggi, tanpa kabel atau konektor fisik.
- Bisa ditempatkan hingga beberapa meter dari ponsel, memungkinkan pengambilan gambar dari sudut tak terduga.
- Mendukung perekaman simultan A-roll dan B-roll ideal untuk konten kreator solo.
Konsep ini mengingatkan pada Sony QX10/QX100 (2013), tetapi Dreame membawanya ke level berikutnya dengan koneksi sepenuhnya wireless dan integrasi AI penuh.
Bayangkan:
- Rekam wawancara dengan kamera menghadap subjek, sementara ponsel Anda merekam reaksi Anda dari samping.
- Atau, pasang kamera di tripod, lalu kontrol semuanya dari ponsel di saku Anda.
- Ini bukan gimmick ini revolusi dalam storytelling mobile.
Ekspansi Lebih Luas: Dreame Tak Hanya Soal Smartphone
Smartphone hanyalah puncak gunung es. Dreame juga sedang mengembangkan:
- Smart ring untuk pelacakan kesehatan dan kontrol perangkat
- Action camera bersaing dengan GoPro dan DJI
- Kendaraan listrik langkah paling ambisius yang mengisyaratkan transformasi menjadi tech ecosystem player
Dengan strategi ini, Dreame ingin menyaingi raksasa seperti Xiaomi, Samsung, bahkan Apple bukan lewat volume, tapi lewat inovasi niche yang berani.
Tantangan di Pasar yang Sudah Padat
Meski menarik, Dreame menghadapi tantangan besar:
- Persaingan ketat dari Apple, Samsung, Huawei, dan merek Tiongkok seperti vivo, OPPO, dan Honor.
- Persepsi pasar: apakah konsumen percaya merek smart home bisa bikin smartphone berkualitas?
- Harga Aurora yang sangat eksklusif hanya menyasar segmen ultra-niche.
- Adopsi teknologi modular yang butuh edukasi pengguna.
Namun, jika berhasil, Dreame bisa menjadi pemain disruptif yang menginspirasi vendor lain untuk berani berinovasi bukan hanya mengejar spesifikasi.
Kesimpulan: Antara Seni, Teknologi, dan Keberanian
Dreame tidak datang untuk menjadi “vendor smartphone biasa”. Ia datang untuk menggoyang status quo dengan satu kaki di dunia kemewahan abad ke-19, dan satu kaki di masa depan AI 2030.
- Apakah Aurora akan jadi simbol status baru bagi miliarder?
- Akankah kamera modular nirkabel mengubah cara kita membuat konten?
Yang pasti, Dreame telah melempar sarung tangan ke arena. Dan dunia smartphone yang selama ini stagnan dalam desain mungkin akhirnya mendapat angin segar dari arah yang tak terduga.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |