PHK Bergulir! Meta Pecat 200 Karyawan, Tapi Rekrut Tim AI Baru
- Meta
Gadget – Perusahaan raksasa teknologi Meta Platforms Inc. kembali mengumumkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Kali ini, sekitar 200 karyawan di kawasan Silicon Valley, California, terkena dampak restrukturisasi internal yang dijadwalkan mulai berlaku pada akhir Mei 2026.
Dokumen resmi yang diajukan ke otoritas ketenagakerjaan California mengungkap rincian lokasi dan jumlah posisi yang dihapus:
- 124 posisi di Burlingame
- 74 posisi di Sunnyvale
Langkah ini bukanlah yang pertama melainkan kelanjutan dari serangkaian PHK massal yang telah berlangsung sejak awal 2026. Bahkan, dalam rentang Januari hingga Maret 2026 saja, Meta telah memangkas lebih dari 1.000 karyawan, terutama dari divisi Reality Labs, serta tim rekrutmen, penjualan, dan operasional.
Namun, di balik gelombang PHK ini, muncul paradoks menarik: Meta justru meningkatkan investasi hingga USD 135 miliar (sekitar Rp2.298 triliun) untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan secara agresif merekrut talenta AI kelas dunia.
Artikel ini mengupas tuntas alasan di balik PHK beruntun Meta, pergeseran strategi ke AI, dampak terhadap karyawan, serta proyeksi masa depan perusahaan induk Facebook dan Instagram di tengah transformasi digital global.
Riwayat PHK Meta: Dari 2022 Hingga 2026
Gelombang PHK Meta bukan fenomena baru. Sejarah mencatat:
- 2022–2023: Meta melakukan PHK terbesar dalam sejarahnya 11.000 karyawan (13% dari total tenaga kerja) di tengah perlambatan ekonomi global dan kegagalan awal metaverse.
- Januari 2026: Lebih dari 1.000 karyawan Reality Labs di-PHK, menyusul evaluasi kinerja proyek metaverse yang belum menghasilkan laba.
- Maret 2026: PHK menyasar tim pendukung seperti rekrutmen dan operasional.
- Mei 2026: Tambahan 200 posisi di Silicon Valley dihapus.
Total, dalam lima bulan pertama 2026 saja, lebih dari 1.200 karyawan telah kehilangan pekerjaan meski Meta masih membuka lowongan untuk peran strategis di bidang AI, infrastruktur, dan keamanan siber.
Alasan Resmi: Efisiensi melalui Kecerdasan Buatan
CEO Meta, Mark Zuckerberg, secara terbuka menjelaskan bahwa perusahaan sedang memasuki era baru: "tahun ketika AI mulai secara drastis mengubah cara kita bekerja."
Menurutnya, banyak tugas yang dulu membutuhkan tim besar kini bisa diselesaikan oleh satu individu yang didukung alat AI canggih. Contohnya: