Peneliti China Ciptakan Berlian Heksagonal Murni Terkuat

Peneliti China Ciptakan Berlian Heksagonal Murni Terkuat
Sumber :
  • Istimewa

Flipper One vs Zero: Ukuran Bongsor & Spek Gahar Terungkap!
  • Tim ilmuwan asal China mengklaim telah menciptakan sampel pertama berlian heksagonal murni.
  • Material ini memiliki tingkat kekerasan dan ketahanan panas yang jauh melampaui berlian kubik konvensional.
  • Penemuan ini membuka peluang besar untuk revolusi alat pemotong industri hingga perangkat elektronik canggih.

Samsung Hemat Biaya 30%, Bagaimana Nasib HP Galaxy Mendatang?

Peneliti asal China baru saja mencetak sejarah dengan menciptakan sampel pertama berlian heksagonal murni. Material superkeras ini memiliki kekuatan yang jauh lebih tinggi daripada berlian yang umum manusia gunakan saat ini.

Laporan resmi dalam jurnal ilmiah Nature menyebutkan bahwa temuan ini membuka pintu bagi pemanfaatan material berdaya tahan tinggi. Sektor industri kini berpotensi mendapatkan alat pemotong yang lebih efisien serta teknologi elektronik yang lebih stabil.

Honor Magic V6 vs Samsung Galaxy Z Fold 7: Mana yang Terbaik?

Potensi Berlian Heksagonal Murni dalam Industri Modern

Berlian yang populer selama ini memiliki susunan atom karbon berbentuk kubus atau berlian kubik. Struktur atom tersebut menjadikan berlian sebagai material alami paling keras di Bumi dalam skala Mohs.

Namun, berlian heksagonal murni atau Lonsdaleite menawarkan sesuatu yang berbeda dengan susunan atom menyerupai sarang lebah. Keunikan struktur ini memberikan keunggulan mekanis yang tidak dimiliki oleh kristal karbon standar.

Mengenal Lonsdaleite dari Ruang Angkasa

Sebelumnya, manusia hanya menemukan jejak Lonsdaleite pada fragmen meteorit seperti yang ada di kawah Canyon Diablo, Arizona. Namun, para ilmuwan sempat meragukan eksistensi murninya karena sering tercampur dengan fase kubik.

Kini, tim peneliti berhasil memproduksi sampel berdiameter 1,5 milimeter. Ukuran ini sudah cukup besar bagi ilmuwan untuk menguji sifat material secara akurat dan membuktikan keunggulan fisiknya.

Proses Rekayasa Tekanan Tinggi

Untuk menciptakan material ini, peneliti memampatkan grafit dengan tekanan ekstrem mencapai 20 gigapascal. Angka ini setara dengan 200.000 kali tekanan atmosfer Bumi selama durasi 10 jam.

Selain tekanan tinggi, proses tersebut membutuhkan suhu antara 1.300 hingga 1.900 derajat Celsius. Hasilnya, material ini terbukti lebih tahan terhadap oksidasi dan mampu menjaga permukaannya tetap utuh meski terpapar panas tinggi.

Prospek Implementasi Teknologi Material Superkeras

Chong-Xin Shan, pemimpin studi dari Universitas Zhengzhou, menegaskan bahwa material langka ini memiliki aplikasi luas. Penggunaannya mencakup alat pengeboran presisi tinggi hingga sistem manajemen termal pada perangkat keras.

Halaman Selanjutnya
img_title