Samsung Hentikan Penjualan Galaxy Z TriFold Setelah 3 Bulan
- TechRadar
- Samsung resmi menghentikan seluruh penjualan Galaxy Z TriFold mulai 17 Maret setelah beredar hanya selama tiga bulan.
- Penghentian stok dimulai dari pasar Korea Selatan sebelum menyusul wilayah Amerika Serikat hingga unit produksi habis.
- Biaya produksi komponen yang sangat mahal menjadi alasan utama perangkat ini tidak diproduksi secara massal untuk konsumen umum.
Raksasa teknologi Samsung secara mengejutkan memutuskan untuk menghentikan seluruh penjualan Samsung Galaxy Z TriFold secara global mulai 17 Maret. Padahal, perangkat lipat revolusioner ini baru menginjak usia tiga bulan sejak peluncuran perdana pada Desember lalu. Langkah mendadak tersebut membuat banyak calon pembeli di berbagai belahan dunia gigit jari karena kehabisan stok.
Berdasarkan laporan media Korea Selatan, Donga, Samsung menutup keran penjualan di negara asalnya setelah pengisian stok terakhir pekan ini. Setelah stok Korea Selatan habis, Samsung akan menghentikan penjualan di Amerika Serikat. Penjualan di wilayah tersebut hanya akan berlangsung hingga seluruh volume produksi yang ada saat ini terjual habis.
Alasan Utama Samsung Hentikan Penjualan Galaxy Z TriFold
Keputusan Samsung ini sebenarnya sudah diprediksi oleh banyak pengamat teknologi. Meskipun sangat inovatif, perangkat seharga $2.899 atau sekitar Rp45 juta ini memang tidak dirancang untuk pasar massal. Strategi awal perusahaan hanya bertujuan untuk memamerkan keunggulan teknologi layar lipat mereka kepada dunia.
Pihak internal mengungkapkan bahwa biaya produksi perangkat ini sangat tinggi, terutama pada bagian memori DRAM dan NAND Flash. Margin keuntungan yang tipis membuat Samsung sulit mempertahankan produk ini untuk konsumen kasual. Oleh karena itu, perusahaan memilih untuk membatasi ketersediaannya sejak awal peluncuran.
Produk Eksklusif dengan Jumlah Terbatas
Sejak rilis pertama kali, Samsung Galaxy Z TriFold hanya tersedia dalam jumlah yang sangat sedikit. Kabarnya, dua gelombang pertama penjualan hanya mencakup masing-masing 3.000 unit saja. Pembatasan ini sengaja dilakukan karena Samsung memposisikan ponsel ini sebagai bukti inovasi, bukan produk utama.
Beberapa pengguna merasa kecewa karena tidak sempat memiliki ponsel yang bisa berubah menjadi tablet 10 inci ini. Namun, komunitas teknologi menilai langkah ini masuk akal. Mengingat harga yang fantastis, ponsel ini memang lebih cocok sebagai perangkat koleksi bagi para antusias teknologi kelas atas.