Metaverse Gagal? Meta Hentikan Akses VR Horizon Worlds Mulai Juni 2026!

Metaverse Gagal? Meta Hentikan Akses VR Horizon Worlds Mulai Juni 2026!
Sumber :
  • Meta

Gadget – Pada pengumuman yang mengejutkan sekaligus mengonfirmasi spekulasi lama, Meta resmi mengumumkan penutupan akses dunia virtual Horizon Worlds melalui headset VR Quest, efektif mulai 15 Juni 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya fase awal ambisi metaverse Mark Zuckerberg di platform realitas virtual sebuah proyek yang telah menelan investasi lebih dari Rp1.168 triliun dalam beberapa tahun terakhir.

Jual Beli Lebih Cepat, Facebook Marketplace Rilis Fitur AI

Namun, ini bukan akhir total. Meta tidak sepenuhnya meninggalkan Horizon Worlds. Sebaliknya, perusahaan raksasa teknologi itu mengalihkan seluruh fokus pengembangan ke versi mobile, yang kini menjadi kanal utama layanan tersebut melalui aplikasi Meta Horizon di iOS dan Android.

Langkah strategis ini mencerminkan pergeseran besar dalam visi metaverse Meta: dari dunia imersif berbasis headset ke pengalaman sosial ringan yang dapat diakses oleh miliaran pengguna ponsel pintar di seluruh dunia.

Sidak Meta, Meutya Hafid Pertegas Kedaulatan Digital Indonesia

Timeline Penutupan: Dari Penghapusan Toko hingga Penghapusan Aplikasi

Meta merancang penutupan ini secara bertahap untuk meminimalkan kekacauan bagi komunitas pengguna:
31 Maret 2026:

Kepatuhan Meta Rendah, Komdigi Diminta Tegas Blokir FB dan IG

Dunia virtual (worlds) dan acara (events) di Horizon Worlds tidak lagi ditampilkan di Quest Store. Pengguna juga tidak bisa lagi mengakses lokasi ikonik seperti:

  • Horizon Central
  • Events Arena
  • Kaiju
  • Bobber Bay

15 Juni 2026:

  • Aplikasi Horizon Worlds secara resmi dihapus dari semua perangkat Quest. Setelah tanggal ini, tidak ada cara untuk mengakses konten VR Horizon Worlds melalui headset.

Pasca-15 Juni 2026:

  • Satu-satunya cara mengakses Horizon Worlds adalah melalui aplikasi Meta Horizon di ponsel, yang menawarkan pengalaman berbasis 2D dengan interaksi sosial terbatas.

Fitur Hyperscape Capture Juga Dihentikan

Selain menutup akses utama, Meta juga menghentikan fitur beta Hyperscape Capture sebuah alat inovatif yang memungkinkan pengguna memindai lingkungan nyata menggunakan headset Quest dan mengubahnya menjadi model 3D interaktif di Horizon Worlds.

Meski pengguna masih bisa melihat dan membuat pemindaian, fitur inti seperti:

  • Berbagi hasil pemindaian
  • Mengundang orang lain ke ruang 3D
  • Mengalami pemindaian secara bersama

tidak lagi didukung. Ini merupakan pukulan keras bagi kreator konten VR yang mengandalkan alat ini untuk eksperimen digital.

Mengapa Meta Beralih ke Mobile?

Keputusan ini bukan tiba-tiba. Sejak Februari 2026, Meta telah memberi sinyal kuat melalui blog resminya bahwa strategi produk sedang direvisi. Alasannya kompleks, tapi bisa dirangkum dalam tiga poin utama:

1. Adopsi VR Masih Terbatas
Meski Meta Quest tetap menjadi pemimpin pasar VR, basis penggunanya masih relatif kecil dibanding pengguna ponsel. Industri VR belum tumbuh secepat yang diharapkan, dan mayoritas konsumen masih enggan membeli headset mahal hanya untuk pengalaman sosial.

2. Potensi Pasar Mobile Jauh Lebih Besar
Dengan miliaran pengguna Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta memiliki akses instan ke audiens global. Menghadirkan Horizon Worlds di ponsel memungkinkan penyebaran cepat, biaya rendah, dan integrasi dengan jejaring sosial yang sudah mapan.

3. Strategi Bisnis Jangka Panjang
Meta menyatakan ingin “memberdayakan developer dan kreator membangun bisnis jangka panjang.” Dengan fokus pada mobile, mereka berharap menarik lebih banyak pengembang game sosial yang bisa menciptakan pengalaman viral mirip dengan Among Us atau Roblox, tapi terintegrasi dengan ekosistem Meta.

Apakah Ini Berarti Meta Meninggalkan VR?

Tidak sama sekali. Meta menegaskan bahwa komitmen terhadap realitas virtual tetap kuat. Faktanya:

  • Reality Labs (divisi VR/AR Meta) terus beroperasi di bawah pimpinan CTO Andrew “Boz” Bosworth.
  • Investasi developer VR mencapai hampir USD 150 juta (Rp2,5 triliun) sepanjang 2025.
  • Meta Horizon+, layanan berlangganan VR, telah menembus 1 juta pelanggan aktif.

86% waktu penggunaan headset dihabiskan untuk aplikasi pihak ketiga bukti bahwa ekosistem developer tetap hidup.

Meta bahkan melihat pertumbuhan pengguna kasual yang menggunakan VR untuk streaming film, olahraga, atau meditasi bukan hanya gaming. Fitur hand tracking (tanpa kontroler) juga semakin populer.

Artinya: VR tidak mati tapi Horizon Worlds sebagai "dunia sosial" ternyata kurang cocok untuk format headset.

Dampak bagi Komunitas dan Masa Depan Metaverse

Penutupan ini menjadi titik balik simbolis dalam sejarah metaverse. Proyek yang dulu digadang-gadang sebagai “penerus internet” kini harus beradaptasi dengan realitas pasar.

Bagi komunitas Horizon Worlds yang telah membangun rumah virtual, mengadakan konser, bahkan menikah di dalam platform keputusan ini terasa seperti kehilangan rumah digital. Namun, bagi Meta, ini adalah langkah pragmatis: lebih baik sukses di mobile daripada gagal di VR.

Yang menarik, Meta tidak menyerah pada visi metaverse. Mereka hanya menggeser bentuknya: dari dunia 3D imersif ke pengalaman sosial 2D yang lebih mudah diadopsi.

Kesimpulan: Evolusi, Bukan Kegagalan

Penutupan Horizon Worlds di VR bukanlah pengakuan kegagalan melainkan evolusi strategis. Meta belajar bahwa teknologi hebat tidak cukup tanpa adopsi massal. Dan di dunia yang didominasi ponsel, aksesibilitas mengalahkan imersi.

Masa depan metaverse mungkin tidak akan terlihat seperti Ready Player One. Tapi ia bisa jadi sesuatu yang lebih sederhana: obrolan grup di Horizon, avatar kartun di Instagram, atau game sosial di WhatsApp.

Dan siapa tahu? Mungkin justru dari sanalah metaverse yang sesungguhnya lahir bukan di headset, tapi di genggaman tangan kita.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget