Uji Baterai Galaxy S26: Snapdragon Ungguli Exynos 2.5 Jam
- Tom Bedford / Digital Trends
Ironisnya, Exynos 2600 merupakan chip pertama di dunia yang menggunakan arsitektur 2nm Gate-All-Around (GAA). Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa teknologi canggih tersebut belum mampu mengalahkan optimasi Qualcomm. Saat ini, label teknologi 2nm tersebut tampaknya lebih berfungsi sebagai strategi pemasaran daripada keunggulan teknis yang nyata.
Implikasi Bagi Konsumen Global
Perbedaan performa ini tentu menjadi kabar buruk bagi calon pembeli Galaxy S26 di pasar internasional. Konsumen harus membayar harga yang sama untuk perangkat yang secara teknis memiliki daya tahan baterai lebih rendah. Masalah efisiensi ini menjadi tantangan besar bagi Samsung dalam menjaga kepercayaan pelanggan setianya.
Hingga saat ini, Qualcomm masih memegang kendali sebagai penyedia chipset smartphone paling efisien di industri. Meskipun Samsung terus berusaha meningkatkan kemampuan chip in-house mereka, celah performa ini masih sulit tertutup. Pengguna yang menginginkan ketahanan baterai maksimal mungkin perlu mempertimbangkan kembali pilihan mereka sebelum melakukan pembelian.