Instax Mini 13 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Self-Timer & Harga Rp1,2 Jutaan!
- Fujifilm
Aksesori Revolusioner: “Camera Angle Adjustment Accessory”
Fujifilm tidak berhenti di self-timer. Mereka juga menyertakan strap multifungsi bernama “Camera Angle Adjustment Accessory” yang jauh lebih dari sekadar tali gantung.
Aksesori ini bisa dilipat dan diletakkan di bawah kamera sebagai bantalan kecil, sehingga sudut lensa sedikit mengarah ke atas. Ini sangat berguna saat:
- Meletakkan kamera di meja untuk foto grup
- Mengambil gambar dari sudut low-angle
- Memastikan wajah tidak terpotong saat selfie dari bawah
Solusi sederhana, tapi sangat cerdas dan jarang ditemukan di kamera instan sekelasnya.
Performa Tetap Andal: Auto Exposure, Close-Up Mode & Parallax Correction
Selain penambahan fitur baru, Instax Mini 13 mempertahankan semua keunggulan teknis dari Mini 12, termasuk:
- Automatic exposure: menyesuaikan pencahayaan otomatis berdasarkan kondisi cahaya dan jarak subjek
- Close-up mode: untuk pemotretan jarak dekat (sekitar 30–50 cm)
- Parallax correction: memastikan komposisi akurat meski jendela bidik tidak sejajar dengan lensa
- Sistem on/off praktis: cukup putar lensa untuk menyalakan/mematikan
Kamera ini menggunakan 2 baterai AA, yang diklaim mampu bertahan hingga 10 pack film (100 lembar foto). Bobotnya hanya 327 gram (tanpa baterai dan film), menjadikannya ringan dan portabel untuk dibawa bepergian.
Film Baru: Pastel Galaxy dengan Bingkai Glossy Cerah
Untuk melengkapi peluncuran Mini 13, Fujifilm juga memperkenalkan film Instax Mini edisi khusus “Pastel Galaxy”. Film ini menampilkan bingkai berwarna glossy cerah dengan gradasi pastel yang lembut sempurna dipadukan dengan desain kamera.
Hasil cetaknya tetap ikonik: ukuran mini (54 x 86 mm), berkembang dalam hitungan menit, dan memberikan nuansa analog hangat yang tidak bisa ditiru filter digital.
Digitalisasi Foto Fisik via Aplikasi “instax UP!”
Meski fokus pada cetak fisik, Fujifilm tetap mendukung gaya hidup digital. Melalui aplikasi instax UP!, pengguna bisa:
- Memindai hasil cetak dengan kamera smartphone
- Menggunakan AI untuk koreksi warna otomatis
- Menghilangkan distorsi akibat latar belakang berwarna
- Menyimpan atau membagikan foto di media sosial
Ini menjembatani dunia analog dan digital memungkinkan pengguna menikmati keaslian foto instan, namun tetap bisa berbagi di dunia maya.