GoPro Mission 1 Series Resmi Meluncur, Kamera Aksi Ini Bisa Ganti Lensa seperti Mirrorless

GoPro Mission 1 Series
Sumber :
  • ymcinema

GoPro kembali membuat gebrakan di pasar kamera aksi. Pabrikan asal Amerika Serikat itu resmi memperkenalkan lini terbaru bertajuk Mission 1 Series pada Rabu, 15 April 2026. Seri ini hadir dengan tiga model sekaligus, yakni Mission 1, Mission 1 Pro, dan Mission 1 Pro ILS.

img_title 4 Produk Apple Bekas yang Sebaiknya Dihindari, Ini Alasannya

Kehadiran Mission 1 Series langsung menarik perhatian karena salah satu variannya membawa fitur yang jarang ditemui di kamera aksi, yakni dukungan lensa eksternal Micro Four Thirds (MFT). Dengan kemampuan itu, GoPro Mission 1 Pro ILS terasa lebih fleksibel dan mendekati karakter kamera mirrorless.

Tiga model, tiga segmen pengguna

img_title Google Pangkas Kuota Gratis Jadi 5 GB: Cek Syarat Agar Tetap Dapat 15 GB

GoPro membagi Mission 1 Series ke dalam tiga kelas sesuai kebutuhan pengguna. Mission 1 diposisikan sebagai model paling dasar untuk pengguna umum yang ingin kamera aksi ringkas dan mudah dipakai.

Sementara itu, Mission 1 Pro hadir dengan fitur yang lebih lengkap. GoPro juga menawarkan paket Grip Edition untuk varian ini, yang dibekali aksesori tambahan seperti pegangan, casing logam, dan mounting ekstra. Paket ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan kendali lebih stabil saat merekam di lapangan.

img_title Huawei FreeBuds 6i: TWS Sejutaan dengan Fitur ANC Flagship

Di posisi tertinggi ada Mission 1 Pro ILS. Varian ini menjadi sorotan utama karena membawa sistem Interchangeable Lens System (ILS), yang memungkinkan pengguna memasang lensa eksternal MFT melalui adaptor. Fitur tersebut membuat kamera aksi ini lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan pengambilan gambar.

Sensor 1 inci 50 MP untuk hasil lebih tajam

Meski berbeda kelas, seluruh model Mission 1 Series dibekali sensor baru berukuran 1 inci dengan resolusi 50 MP. GoPro mengklaim sensor ini mampu menangkap cahaya lebih banyak dibanding generasi sebelumnya, sehingga kualitas gambar menjadi lebih baik, terutama saat digunakan di kondisi minim cahaya.

Bagi pengguna kamera aksi, peningkatan ini penting karena kamera sering dipakai di luar ruangan, saat cuaca berubah, atau di lokasi dengan pencahayaan yang tidak ideal. Dengan sensor yang lebih besar, GoPro tampaknya ingin menghadirkan hasil gambar yang lebih bersih dan detail tanpa mengorbankan karakter ringkas kamera aksi.

Rekam video hingga 8K

Dari sisi performa, Mission 1 Series ditenagai chip GP3 berbasis fabrikasi 5 nanometer. Chip ini mendukung perekaman video beresolusi tinggi, termasuk hingga 8K 30 fps dan 8K 60 fps. Selain itu, tersedia pula opsi 4K 120 fps dengan mode Open Gate, yang memanfaatkan seluruh area sensor.

Untuk kebutuhan slow motion ekstrem, GoPro juga menyematkan mode hingga 1080p 960 fps. Fitur ini jelas menyasar pengguna yang gemar merekam aksi cepat, seperti olahraga ekstrem, balap, atau aktivitas outdoor lainnya.

Tak hanya itu, GoPro turut membenamkan NPU atau unit pemrosesan berbasis AI. Teknologi ini diklaim membantu meningkatkan kualitas video dan performa kamera, termasuk saat digunakan dalam kondisi cahaya rendah.

Baterai lebih tahan lama

Soal daya, Mission 1 Series dibekali baterai Enduro 2. GoPro menyebut baterai ini mampu merekam lebih dari 5 jam pada 1080p 30 fps, serta lebih dari 3 jam pada 4K 30 fps. Klaim ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang membutuhkan kamera untuk sesi perekaman panjang tanpa sering mengisi ulang daya.

Ketahanan baterai yang lebih baik tentu menjadi salah satu faktor penting di segmen action cam. Sebab, kamera jenis ini kerap dipakai saat bepergian, mendaki, bersepeda, hingga membuat konten harian.

Tahan air hingga 20 meter

Dari sisi desain, Mission 1 Series tetap mempertahankan ciri khas kamera aksi: ringkas, tangguh, dan mudah dibawa ke mana saja. GoPro menyebut kamera ini tahan air hingga 20 meter tanpa housing tambahan.

Selain itu, perangkat ini juga membawa layar OLED belakang yang lebih besar serta tombol yang didesain ulang agar lebih nyaman digunakan. Perubahan ini memberi kesan bahwa GoPro tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga pada pengalaman pengguna saat mengoperasikan kamera.

Audio dan fitur pendukung makin lengkap

Di bagian audio, GoPro menyematkan empat mikrofon dengan dukungan perekaman 32-bit float. Fitur ini berguna untuk menghasilkan suara yang lebih luas dinamikanya dan lebih aman dari distorsi saat merekam momen dengan suara keras.

Sejumlah fitur lain juga hadir di Mission 1 Series, mulai dari Bluetooth 5.3, HLG HDR, warna 10-bit dengan GP-Log2, Timecode Sync, hingga bitrate mencapai 240 Mbps. Kamera ini juga sanggup menghasilkan foto hingga 50 MP.

Kombinasi fitur tersebut menunjukkan bahwa GoPro ingin menjadikan Mission 1 Series bukan sekadar kamera aksi biasa, tetapi juga perangkat yang lebih serius untuk kebutuhan konten profesional maupun kreator independen.

Harga belum diumumkan

Hingga kini, GoPro belum mengumumkan harga resmi untuk Mission 1 Series. Namun, perusahaan memastikan pre-order akan dibuka mulai 21 Mei 2026.

Untuk jadwal penjualan, Mission 1 dan Mission 1 Pro dijadwalkan mulai tersedia secara global pada 28 Mei 2026. Adapun Mission 1 Pro ILS baru akan meluncur pada kuartal ketiga 2026.

Selain kamera baru, GoPro juga memperkenalkan sistem mikrofon nirkabel yang kompatibel dengan Hero Black, smartphone, dan DSLR. Perusahaan turut merilis sejumlah aksesori baru seperti Media Mod, filter ND, dan Light Mod terbaru.

Dengan deretan fitur tersebut, Mission 1 Series tampaknya disiapkan GoPro untuk memperkuat posisinya di pasar kamera aksi premium. Kehadiran varian dengan sistem lensa interchangeable pun menjadi sinyal bahwa persaingan action cam ke depan bisa semakin dekat dengan dunia kamera mirrorless.