iPhone Air 2 Jadi Ujian Baru Apple Saat Tren HP Ultra Tipis Mulai Ditinggalkan
- Apple
Gadget – iPhone Air 2 disebut akan menjadi ujian baru bagi Apple di pasar ponsel ultra tipis. Setelah iPhone Air dikabarkan tidak mencatat permintaan sesuai ekspektasi, sejumlah vendor lain justru disebut mulai menahan rencana untuk menghadirkan produk sejenis.
Situasi ini membuat iPhone Air 2 berpotensi menjadi satu-satunya ponsel flagship ultra tipis generasi berikutnya dari vendor besar. Apple kabarnya belum menyerah, meski tren ponsel super tipis belum benar-benar terbukti menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
iPhone Air 2 Jadi Taruhan Baru Apple
Apple disebut masih menyiapkan iPhone Air 2 untuk diluncurkan pada musim semi 2027. Perangkat ini kabarnya akan hadir bersama iPhone 18 dan iPhone 18e, mengikuti strategi peluncuran terbaru Apple.
Langkah tersebut menarik karena iPhone Air generasi pertama tidak disebut berhasil mengikuti performa lini iPhone 17. Dalam laporan yang beredar, iPhone Air justru menjadi contoh bahwa desain sangat tipis belum tentu cukup untuk membuat konsumen tertarik membeli ponsel flagship.
iPhone Air 2 karena itu bukan sekadar penerus biasa. Perangkat ini bisa menjadi pembuktian apakah Apple masih mampu membuat kategori ponsel ultra tipis menjadi relevan, atau justru pasar memang belum membutuhkan format seperti ini.
Penjualan iPhone Air Disebut Tidak Sesuai Ekspektasi
Ponsel ultra tipis seperti iPhone Air disebut belum berhasil menjadi tren besar. Leaker Digital Chat Station melalui unggahan di Weibo menyebut iPhone Air bahkan kesulitan mencapai 700.000 aktivasi, meski sudah beberapa kali mendapat diskon.
Angka itu menjadi sorotan karena iPhone Air membawa nama besar Apple, tetapi tetap tidak terlihat menghasilkan permintaan yang kuat. Survei KeyBanc Capital Markets juga menemukan hampir tidak ada permintaan untuk iPhone Air.
Analis rantai pasokan Ming-Chi Kuo sebelumnya melaporkan bahwa pemasok diminta memangkas kapasitas produksi hingga lebih dari 80 persen sejak peluncuran iPhone Air hingga awal 2026. Kini, iPhone Air diyakini sudah berhenti diproduksi sepenuhnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan iPhone Air bukan hanya soal desain. Konsumen kemungkinan tetap melihat faktor lain, seperti kamera, baterai, performa termal, dan nilai pakai harian, sebelum memutuskan membeli ponsel flagship.