Peter Thiel Danai Data Center AI Terapung Rp2,4 Triliun

Peter Thiel Danai Data Center AI Terapung Rp2,4 Triliun
Sumber :
  • Istimewa

Solusi Mengatasi Krisis Infrastruktur di Daratan

img_title Risiko AI bagi Kecerdasan Manusia: Pakar Beri Peringatan Keras

Investor utama, Peter Thiel, menekankan bahwa masa depan membutuhkan kapasitas komputasi yang jauh lebih besar. Menurutnya, Panthalassa telah membuka batas baru di samudra dengan menghadirkan solusi yang sebelumnya dianggap sebagai fiksi ilmiah semata.

Saat ini, pusat data konvensional di darat menghadapi berbagai kendala serius seperti kelangkaan air pendingin dan batasan kapasitas jaringan listrik. Panthalassa hadir untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus mengurangi dampak ekologi terhadap masyarakat lokal di sekitar fasilitas industri.

img_title Kacamata Meta Ray-Ban Display Kini Bisa Ketik Pesan di Udara

Startup ini telah menghabiskan waktu hampir sepuluh tahun untuk menyempurnakan teknologi propulsi otonom. Keberhasilan uji coba purwarupa Ocean-1 dan Ocean-2 pada tahun-tahun sebelumnya menjadi fondasi kuat untuk komersialisasi teknologi ini.

Jadwal Operasional Komersial dan Dukungan Investor Global

img_title Apa Itu RAMageddon? Alasan AI Bikin Laptop dan HP Makin Mahal

Panthalassa menjadwalkan pengerahan seri Ocean-3 di Samudra Pasifik utara pada tahun 2026. Jika fase uji coba ini sukses, perusahaan akan mulai mengoperasikan sistem Data Center AI secara komersial penuh pada tahun 2027 mendatang.

Hingga kini, total modal yang terkumpul mencapai US$210 juta atau sekitar Rp3,66 triliun. Sejumlah raksasa investasi seperti Hanwha Group, Super Micro Computer, hingga TIME Ventures milik Marc Benioff turut serta dalam pendanaan ini.

Langkah Panthalassa ini memperkuat tren teknologi ekstrem yang mulai melirik wilayah luar angkasa dan laut dalam. Perusahaan kini bersaing dengan pemain lokal di Pasifik Barat Laut seperti Oscilla Power dan C-Power dalam mengoptimalkan potensi besar energi gelombang laut.