5 Tablet Terlaris Awal 2026: Apple Kuasai 40%, Huawei & Lenovo Melesat!
- Apple
Gadget – Di tengah perlambatan industri perangkat mobile, pasar tablet global nyaris tidak tumbuh pada kuartal pertama 2026. Namun, di balik stagnasi tersebut, terjadi pergeseran kekuatan yang mencolok di antara lima vendor terbesar dunia.
Menurut laporan terbaru dari firma riset Omdia, total pengiriman (shipment) tablet global hanya naik 0,1% year-over-year (YoY), mencapai sekitar 37 juta unit selama Januari–Maret 2026. Angka ini menunjukkan bahwa konsumen dan vendor mulai memandang tablet sebagai perangkat sekunder, kalah prioritas dibanding smartphone atau laptop.
Namun, di tengah lesunya permintaan, Apple semakin dominan, sementara Huawei dan Lenovo mencatat pertumbuhan dua digit menjadi satu-satunya vendor yang mampu melawan arus. Sebaliknya, Samsung dan Xiaomi justru mengalami penurunan dua digit, mencerminkan tekanan harga dan pergeseran strategi bisnis.
Artikel ini mengupas peringkat lengkap lima besar merek tablet global Q1 2026, analisis penyebab perubahan pangsa pasar, serta tren masa depan industri tablet yang kian terpinggirkan.
Apple Makin Tak Terbendung: Kuasai 40% Pangsa Pasar Global
Tidak ada yang bisa menyaingi Apple di ranah tablet. Pada Q1 2026, Apple mengirimkan 14,837 juta unit iPad, meningkat 7,9% YoY dari 13,746 juta unit di periode yang sama tahun lalu. Lebih penting lagi, pangsa pasarnya melesat dari 37,2% menjadi 40,1% menjadi satu-satunya vendor yang berhasil menembus ambang 40%.
Menurut Omdia, lonjakan ini didorong oleh kesuksesan lini iPad Air, yang menawarkan keseimbangan sempurna antara performa, desain tipis, dan harga premium terjangkau. Dengan ekosistem iOS yang solid, dukungan Apple Pencil, dan aplikasi profesional seperti Procreate serta Notability, iPad tetap menjadi pilihan utama kreator konten, pelajar, dan profesional kreatif.
Fakta ini juga menegaskan bahwa segmen premium masih menjadi benteng terakhir bagi tablet di mana konsumen rela membayar lebih untuk kualitas dan integrasi ekosistem.
Samsung Tergelincir: Turun 12,6% karena Tekanan Harga
Berbeda nasib dengan Apple, Samsung mengalami kemunduran signifikan. Pengiriman Galaxy Tab turun dari 6,633 juta unit (Q1 2025) menjadi 5,796 juta unit (Q1 2026) penurunan 12,6% YoY. Pangsa pasarnya pun menyusut dari 17,9% menjadi 15,7%.
Omdia menyebut bahwa Samsung menghadapi tekanan harga yang berat, terutama di pasar menengah ke bawah. Di tengah inflasi dan daya beli yang melemah, konsumen cenderung memilih smartphone layar besar daripada tablet entry-level. Selain itu, Samsung sendiri tampaknya mengalihkan fokus ke lini smartphone flagship, seperti seri Galaxy S dan Z Fold, yang memberikan margin laba lebih tinggi.