5 Tablet Terlaris Awal 2026: Apple Kuasai 40%, Huawei & Lenovo Melesat!
- Apple
Tanpa inovasi besar di lini tablet seperti layar lipat atau AI on-device Galaxy Tab kesulitan menemukan diferensiasi yang kuat di mata konsumen.
Kejutan dari Tiongkok: Huawei dan Lenovo Melesat 20–28%
Jika ada pemenang selain Apple di Q1 2026, maka Huawei dan Lenovo layak disebut sebagai bintang pendobrak.
Huawei: Naik ke Peringkat 3 dengan Pertumbuhan 28,1%
Huawei mengirimkan 3,242 juta unit tablet, naik dari 2,530 juta unit setahun sebelumnya. Pangsa pasarnya melonjak dari 6,8% menjadi 8,8%. Ini menjadikannya vendor dengan pertumbuhan tertinggi di antara lima besar.
Kesuksesan ini didorong oleh:
- Peluncuran MatePad Pro Max yang sukses secara global
- Ekspansi agresif di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Thailand, dan India
- Integrasi HarmonyOS yang semakin matang dengan fitur multitasking dan kolaborasi perangkat
Meski masih terbatas akses ke Google Mobile Services (GMS), Huawei berhasil membangun ekosistem mandiri yang cukup menarik bagi pengguna setia.
Lenovo: Tumbuh 20% Berkat Sektor Pendidikan
Lenovo mengirimkan 3,045 juta unit, naik dari 2,537 juta unit. Pangsa pasarnya naik dari 6,9% menjadi 8,2%. Kinerja ini didorong oleh permintaan kuat dari sektor pendidikan, terutama di Amerika Latin, Eropa Timur, dan Asia Tenggara.
Produk seperti Lenovo Yoga Tab dan ThinkPad X11 Tablet menawarkan:
- Layar sentuh dengan stylus
- Baterai tahan lama
- Dukungan AI on-device untuk asisten belajar
- Harga kompetitif untuk institusi
Lenovo membuktikan bahwa strategi B2B (business-to-business) masih efektif di pasar tablet yang lesu.
Xiaomi Tersungkur: Penurunan 13,6% Tanpa Strategi Jelas
Xiaomi, yang dulu dikenal agresif di segmen entry-level, kini kehilangan momentum. Pengiriman tablet-nya turun dari 3,072 juta unit menjadi 2,653 juta unit penurunan 13,6% YoY. Pangsa pasarnya juga anjlok dari 8,3% menjadi 7,2%.
Analisis Omdia menunjukkan bahwa Xiaomi tidak memiliki strategi tablet yang konsisten. Fokus utamanya tetap pada smartphone dan IoT, sehingga lini tablet sering diabaikan dalam siklus inovasi. Tanpa diferensiasi kuat baik dari sisi hardware, software, maupun ekosistem konsumen beralih ke merek lain.
Tren Industri: Tablet Mulai Kehilangan Relevansi?
Menurut Himani Mukka, Research Manager Omdia, industri tablet kini menghadapi titik kritis:
“Tablet tidak lagi menjadi prioritas utama bagi vendor maupun konsumen. Di tengah pasokan terbatas dan anggaran ketat, orang lebih memilih smartphone layar besar atau laptop ringan.”