Fitur Chat Jadi Kunci Utama Profil Risiko Bisnis Game
- Istimewa
- Fitur komunikasi atau chat menjadi indikator paling krusial dalam klasifikasi profil risiko penyelenggara sistem elektronik game.
- Kebijakan ini merupakan implementasi PP No. 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas).
- Pemerintah menargetkan perlindungan bagi 72 juta anak Indonesia dari total 150 juta pemain gim di tanah air.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) kini memperketat pengawasan terhadap ekosistem digital nasional. Instansi tersebut menetapkan fitur komunikasi sebagai parameter paling krusial dalam menentukan profil risiko bisnis game di Indonesia. Langkah strategis ini muncul sebagai bentuk implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital.
Pemerintah memfokuskan regulasi ini untuk melindungi setidaknya 72 juta anak Indonesia yang aktif berselancar di dunia maya. Saat ini, total pemain gim di tanah air mencapai 150 juta orang. Data menunjukkan bahwa lebih dari 60% pengguna merupakan kelompok usia muda yang sering terpapar fitur interaksi sosial dalam aplikasi.
Mengapa Fitur Chat Menentukan Profil Risiko Bisnis Game?
Direktur Gim Kemenekraf, Luat Sihombing, menjelaskan bahwa klasifikasi risiko rendah, menengah, hingga tinggi sangat bergantung pada fitur interaksi platform. Fitur obrolan atau chat memiliki tingkat kerentanan yang sangat tinggi bagi pengguna di bawah umur. Oleh karena itu, elemen ini menjadi fokus utama dalam proses standarisasi keamanan gim.
"Kami membedah risiko berdasarkan fungsionalitas fitur komunikasi tersebut," ujar Luat dalam acara Bisnis Indonesia Forum, Rabu (13/5/2026). Ia menekankan bahwa pengembang harus mampu memberikan keamanan maksimal, terutama bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun. Penentuan profil risiko bisnis game ini akan menjadi acuan mandat operasional bagi setiap penerbit gim di pasar domestik.
Implementasi Compliance by Design dalam Industri
Pemerintah mendorong pelaku industri untuk menerapkan prinsip compliance by design. Artinya, pengembang wajib merancang aspek fungsionalitas gim tanpa mengabaikan faktor keamanan sejak tahap awal pengembangan. Hal ini sejalan dengan Permenkomdigi No. 9 Tahun 2026 yang mengatur pembagian profil risiko berdasarkan target usia spesifik.
Kemenekraf juga menyoroti pentingnya fitur kontrol orang tua pada setiap perangkat atau gawai. Meski regulasi semakin ketat, peran orang tua tetap menjadi penyaring utama di tingkat keluarga. Kolaborasi antara teknologi yang aman dan pengawasan orang tua sangat efektif untuk membendung paparan konten negatif.
Dampak Strategis Terhadap Ekosistem Digital dan Investasi
Penetapan profil risiko yang transparan bertujuan untuk menjaga stabilitas investasi di sektor ekonomi kreatif. Para pelaku industri membutuhkan kepastian hukum agar dapat menyesuaikan fitur teknis mereka tanpa mengganggu keberlangsungan bisnis. Kemenekraf berkomitmen memberikan pendampingan penuh kepada pengembang selama masa transisi regulasi ini berlangsung.
Sinergi antara perlindungan anak dan pertumbuhan industri diharapkan mampu menekan risiko dampak sosial negatif, seperti depresi di kalangan generasi muda. Pemerintah kini menempatkan keamanan ruang digital sebagai prioritas tertinggi dalam mengelola ekosistem game nasional. Dengan parameter profil risiko bisnis game yang jelas, Indonesia optimis menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan kompetitif.