Dracin Viral Ternyata Dibuat oleh AI! Ini Tools yang Dipakai
- Sixth Tone
2. Midjourney – Desainer Visual Dunia Fantasi
Untuk menciptakan karakter protagonis tampan, monster mirip naga, dan lanskap epik, Chen memilih Midjourney. Setiap gambar di-generate berdasarkan deskripsi detail dari prompt-nya.
3. Kling AI – Animator Gambar Jadi Video
Gambar statis dari Midjourney lalu dihidupkan menjadi video pendek menggunakan Kling AI, model animasi generatif asal China yang mampu menambahkan gerakan mata, ekspresi wajah, dan efek kamera.
4. Suno AI – Komposer Musik Latar Instan
Terakhir, Suno AI menghasilkan musik latar dan lagu tema sesuai suasana adegan misalnya, nada mistis untuk adegan ritual, atau irama tegang saat pertarungan.
“Manusia hanya terlibat di tahap akhir: penyuntingan dan pengisian suara,” ungkap Chen.
Mengapa AI Cocok untuk Microdrama?
Menurut Chen, layar ponsel yang kecil dan durasi singkat membuat penonton tidak terlalu memperhatikan detail visual yang kaku atau tidak sempurna. Bahkan jika karakter bergerak agak aneh atau latar belakang tidak realistis, audiens cenderung memaafkan selama ceritanya menarik.
Seorang pengguna Douyin bernama Tiger Mum berkomentar:
“Kalau nontonnya santai tanpa mikir, detail visual yang aneh bisa diabaikan.”
Ini menjadi celah sempurna bagi AI untuk masuk karena kecepatan dan volume lebih penting daripada kesempurnaan sinematik.
Efisiensi Ekstrem: Dari Minggu Jadi Menit
Alasan utama industri microdrama China beralih ke AI adalah efisiensi. Zhang Shiyu, teknisi pascaproduksi di Dongyang Gewuzhizhi Culture Media, menjelaskan:
“Proses yang dulu butuh berhari-hari, sekarang bisa selesai dalam hitungan menit.”
Contoh konkret:
- Evaluasi novel 1,2 juta kata: dulu butuh 10–14 hari oleh tim manusia, kini cukup 1–2 jam dengan AI.
- Pembuatan adegan fantasi: pasukan digital, pertempuran udara, atau istana megah bisa di-generate tanpa syuting fisik.
- Biaya produksi: turun hingga 70% dibanding metode konvensional.
Perusahaan seperti Huace Group bahkan telah melatih model bahasa besar (LLM) sendiri menggunakan 50.000 jam arsip film dan naskah selama 30 tahun. Model ini kini mampu mengevaluasi potensi viral sebuah cerita dengan akurasi 90%.
Kekhawatiran: Apakah AI Akan Menggantikan Manusia?
Meski efisien, penggunaan AI memicu kekhawatiran serius:
- PHK massal penulis, desainer, dan editor
- Pelanggaran hak cipta, karena AI dilatih menggunakan data yang tidak selalu legal
- Homogenisasi konten, karena semua serial mengikuti formula AI yang sama