Galaxy Watch Ultra 2 Bocor: Baterai 800mAh & Chip AI Terbaru!
- Samsung
Gadget – Dunia teknologi kembali dihebohkan oleh kebocoran eksklusif dari Evan Blass, salah satu sumber paling tepercaya dalam industri gadget. Kali ini, yang jadi sorotan adalah Samsung Galaxy Watch Ultra 2, penerus dari jam tangan premium berbasis Wear OS yang dirilis tahun lalu.
Melalui serangkaian render resmi yang tampaknya berasal dari internal Samsung, Blass mengungkap desain final, spesifikasi kunci, dan perubahan strategis besar termasuk fakta mengejutkan: Samsung tidak akan merilis Galaxy Watch 9 Classic pada 2026.
Yang paling mencuri perhatian? Baterai melonjak menjadi 800mAh naik 35% dari 590mAh pada Ultra generasi pertama dipadukan dengan chipset revolusioner Snapdragon Wear Elite yang mampu menjalankan model AI hingga 2 miliar parameter langsung di pergelangan tangan.
Artikel ini mengupas tuntas semua yang diketahui tentang Galaxy Watch Ultra 2, mulai dari desain, performa, fitur AI, hingga implikasi hilangnya versi Classic bagi penggemar setia Samsung.
Desain: Squircle Tetap, Tapi dengan Sentuhan Galaxy Watch Classic
Samsung memilih untuk tidak mengubah DNA visual Galaxy Watch Ultra, mempertahankan bentuk khas “squircle” (kombinasi persegi dan lingkaran) yang telah menjadi ciri khas seri Ultra sejak awal.
Namun, ada beberapa penyempurnaan halus namun signifikan:
- Bezel lebih ramping dan siluet lebih kotak
- Cincin bezel bernomor dengan tanda menit ala rotating bezel Galaxy Watch 8 Classic
- Penanda segitiga oranye di posisi 12 o’clock identik dengan model Classic
- Tombol samping oranye kini hanya berbingkai oranye, bukan solid penyempurnaan estetika
Pertanyaan besar yang belum terjawab: Apakah bezel ini benar-benar bisa diputar? Render tidak memberi petunjuk mekanis. Namun, mengingat Samsung menghapus Galaxy Watch Classic dari rencana 2026, sangat mungkin mereka memindahkan fungsi navigasi fisik tersebut ke Ultra 2 sebagai kompensasi bagi pengguna setia.
Baterai 800mAh + Snapdragon Wear Elite = Revolusi Daya Tahan
Jika generasi pertama Galaxy Watch Ultra sudah mampu bertahan hampir 3 hari, maka Ultra 2 berpotensi menembus lebih dari 4 hari berkat dua faktor utama:
1. Baterai 800mAh (Naik 35%)
Dikonfirmasi oleh SamMobile dan Galaxy Techie, kapasitas baterai melonjak dari 590mAh menjadi 800mAh. Ini bukan sekadar angka melainkan lompatan besar dalam kelas smartwatch premium.
2. Snapdragon Wear Elite: Chip 3nm Pertama untuk Wear OS
Chip baru ini dibangun dengan proses fabrikasi 3nm dan arsitektur big.LITTLE:
- 1 core prime @ 2.1 GHz
- 4 core efisiensi @ 1.95 GHz
- Hexagon NPU khusus untuk pemrosesan AI lokal
NPU ini memungkinkan fitur seperti:
- Analisis tidur real-time
- Pelatih kesehatan berbasis AI
- Eksekusi model bahasa kecil (hingga 2 miliar parameter)
- Semua berjalan tanpa koneksi ke ponsel, lebih cepat dan privat.
Menurut Qualcomm, Snapdragon Wear Elite menawarkan 30% peningkatan efisiensi baterai dibanding generasi sebelumnya. Ditambah baterai lebih besar, hasilnya adalah daya tahan yang belum pernah ada di Wear OS.
Pengisian Cepat: 50% dalam 10 Menit
Samsung telah mengonfirmasi dukungan pengisian 10W melalui sertifikasi 3C. Dengan baterai 800mAh, ini berarti:
- 400mAh (50%) terisi dalam 10 menit
- Cukup untuk satu hingga dua hari penggunaan ringan
Meski tidak ada peningkatan wattase, kecepatan relatif jauh lebih baik karena kapasitas baterai lebih besar. Pengguna kini bisa “isi daya kilat” saat mandi pagi dan langsung siap seharian.
Akhir dari Galaxy Watch Classic? Samsung Fokus pada Ultra
Salah satu pengumuman paling mengejutkan: tidak ada Galaxy Watch 9 Classic dalam daftar sertifikasi FCC atau CMIIT. Ini adalah indikasi kuat bahwa Samsung menghentikan sementara lini Classic pada 2026.
Alasannya kemungkinan strategis:
- Mengurangi fragmentasi produk
- Memfokuskan R&D pada satu desain unggulan
- Mendorong pengguna Classic beralih ke Ultra
Dengan menambahkan bezel bernomor dan penanda oranye pada Ultra 2, Samsung tampaknya ingin menenangkan basis pengguna Classic meski tanpa mekanisme putar fisik, setidaknya ada pengingat visual yang akrab.
Fitur yang Tidak Akan Ada: Glukosa Non-Invasif Masih Hoaks
Meski rumor tentang pemantauan glukosa non-invasif santer beredar, tidak ada bukti konkret hingga 22 Juni 2026:
- Tidak muncul di kode firmware
- Tidak terdaftar di dokumen regulasi
- Tidak dikonfirmasi oleh sumber terpercaya
Samsung kemungkinan masih menguji teknologi ini secara internal. Untuk pembelian 2026, jangan mengharapkan fitur tersebut.
Tanggal Rilis dan Harga Perkiraan
- Peluncuran resmi: 22 Juli 2026 di acara Galaxy Unpacked London
- Perangkat pendamping: Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8
- Penjualan perdana: Awal Agustus 2026
- Harga diperkirakan: $699–$749 (naik $50–$100 dari Ultra 1 seharga $649.99)
Kenaikan harga masuk akal mengingat lompatan performa, baterai, dan integrasi AI on-device yang belum pernah ada sebelumnya.
Kesimpulan: Ultra 2 Bukan Sekadar Upgrade Ini Evolusi
Galaxy Watch Ultra 2 bukan sekadar iterasi tahunan. Ia adalah pernyataan Samsung bahwa smartwatch masa depan harus:
- Bertahan lebih lama
- Lebih cerdas secara lokal
- Lebih terintegrasi dengan ekosistem AI
- Dan tetap mempertahankan identitas desain yang kuat
Dengan menghilangkan versi Classic, Samsung mengambil risiko tapi juga menunjukkan keyakinan bahwa Ultra adalah masa depan jam tangan pintar mereka.
Bagi pengguna yang menginginkan kombinasi daya tahan, kecerdasan, dan desain premium, Galaxy Watch Ultra 2 kemungkinan besar akan menjadi smartwatch Wear OS terbaik di pasaran pada 2026.
Dan berkat bocoran Evan Blass, kita semua bisa bersiap bahkan sebelum peluncuran resminya.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |