Bocoran Redmi 17C 5G Terungkap! Ternyata Hanya Rebranding Redmi 15C 5G, Masih Layak Ditunggu?
- Xiaomi
GadgetVIVA - Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah kemunculan Redmi 17C 5G di platform benchmark Geekbench. Namun, alih-alih membawa banyak pembaruan, bocoran terbaru justru mengindikasikan bahwa smartphone ini kemungkinan besar hanya merupakan versi rebranding dari Redmi 15C 5G yang sudah lebih dulu dipasarkan di beberapa negara.
Strategi mengganti nama perangkat bukanlah hal baru bagi Xiaomi. Perusahaan kerap menghadirkan smartphone dengan spesifikasi serupa, tetapi menggunakan nama berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan pasar di berbagai wilayah. Karena itu, kemunculan Redmi 17C 5G memunculkan pertanyaan menarik, apakah perangkat ini benar-benar menawarkan nilai tambah atau sekadar menjadi pilihan baru dengan identitas berbeda?
Berikut informasi yang sejauh ini berhasil terungkap.
Redmi 17C 5G Spesifikasi Muncul di Geekbench
Kemunculan Redmi 17C 5G di Geekbench memberikan gambaran awal mengenai spesifikasi perangkat tersebut.
Redmi 17C 5G Spesifikasi
- Redmi
Dalam database benchmark, smartphone ini menggunakan nama kode "tornado". Menariknya, nama kode yang sama juga ditemukan pada Redmi 15C 5G dan POCO C85 5G, dua perangkat yang sudah lebih dulu hadir di sejumlah pasar global.
Fakta tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa Xiaomi hanya memanfaatkan perangkat keras yang sama untuk dipasarkan dengan nama berbeda.
Sebelumnya, Xiaomi juga telah merilis Redmi 15C versi 4G. Dengan demikian, lini produk seri C tampaknya memang dibangun menggunakan platform yang sama, kemudian disesuaikan melalui branding dan target pasar masing-masing.
Redmi 17C 5G Andalkan Chipset MediaTek Dimensity 6300
Berdasarkan hasil benchmark, Redmi 17C 5G akan ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6300.
Chipset ini sebelumnya telah digunakan Xiaomi pada beberapa smartphone 5G kelas entry-level sepanjang tahun ini.
Dibangun dengan fokus pada efisiensi daya, Dimensity 6300 memang bukan prosesor yang dirancang untuk kebutuhan gaming berat. Namun, untuk aktivitas sehari-hari seperti mengakses media sosial, menonton video, browsing internet, hingga menjalankan berbagai aplikasi produktivitas ringan, performanya diperkirakan sudah lebih dari cukup.
Selain itu, penggunaan chipset ini juga membantu menjaga konsumsi baterai tetap efisien sehingga perangkat dapat digunakan lebih lama dalam sekali pengisian daya.