Ubisoft Pangkas Lagi! Studio Abu Dhabi Kena PHK Massal demi Growtopia

Ubisoft Pangkas Lagi! Studio Abu Dhabi Kena PHK Massal demi Growtopia
Sumber :
  • ubisoft

Beberapa alasan mengapa Growtopia menjadi prioritas:

Phil Spencer Mengundurkan Diri, Asha Sharma Resmi Pimpin Xbox
  • Biaya operasional rendah dibanding game AAA
  • Pendapatan stabil melalui mikrotransaksi (cosmetic items, world slots)
  • Komunitas aktif yang terus berkembang tanpa perlu kampanye pemasaran besar
  • Potensi ekspansi lintas platform (mobile, PC, bahkan edukasi)

Dengan fokus pada satu game, Ubisoft berharap bisa mengoptimalkan ROI (Return on Investment) dan menghindari pemborosan sumber daya pada proyek-proyek spekulatif.

Ubisoft Konfirmasi Game Baru Assassin's Creed dan Far Cry

Dampak pada Karyawan: 29 Karier Terhenti dalam Sekejap

Menurut laporan dari Game Developer, 29 karyawan termasuk programmer, desainer, dan staf QA diberhentikan secara bersamaan. Banyak dari mereka adalah talenta lokal UEA yang direkrut untuk mendukung visi “game development regional” Ubisoft.

Strategi Sony Tekan Biaya PS5: Harga Langganan PS Plus Naik?

Dalam pernyataan resminya, Ubisoft menyatakan:

“Kami menghargai kontribusi luar biasa dari semua anggota tim yang terdampak. Kami sedang memberikan dukungan transisi, termasuk paket pesangon, layanan penempatan kerja, dan konseling karier.”

Namun, di media sosial, beberapa mantan karyawan menyuarakan kekecewaan. Mereka merasa tidak diberi peringatan yang cukup dan proyek yang mereka kerjakan tiba-tiba dihentikan tanpa evaluasi menyeluruh.

“Kami bekerja siang-malam selama 18 bulan untuk game itu. Lalu dalam satu rapat, semuanya dianggap ‘tidak layak’,” tulis seorang mantan developer di LinkedIn.

Konteks Lebih Luas: Krisis Berkelanjutan di Industri Game

PHK di Abu Dhabi bukan insiden terisolasi. Industri game global sedang mengalami gelombang PHK terburuk dalam sejarah, dengan lebih dari 10.000 pekerja kehilangan pekerjaan sejak 2023 termasuk di Microsoft, Sony, Electronic Arts, dan Activision Blizzard.

Penyebabnya kompleks:

  • Overekspansi pasca-pandemi
  • Kegagalan monetisasi game live-service
  • Tekanan investor untuk profit jangka pendek
  • Ketidakpastian regulasi AI dan hak cipta

Ubisoft, yang pernah menjadi simbol inovasi dengan seri Assassin’s Creed dan Far Cry, kini terjebak dalam siklus restrukturisasi yang tak berujung, sambil berusaha mempertahankan relevansi di era mobile dan cloud gaming.

Reaksi Komunitas dan Masa Depan Studio Abu Dhabi

Komunitas Growtopia menyambut positif keputusan ini. Banyak pemain berharap fokus penuh Ubisoft akan membawa pembaruan fitur baru, peningkatan server, dan integrasi lintas platform yang selama ini ditunda.

Namun, di sisi lain, keputusan ini juga memicu kekhawatiran:

Halaman Selanjutnya
img_title