Cara Membuat Game Pokémon di Sakura School Simulator, Kreatif dan Seru

Pokémon di Sakura School Simulator
Sumber :
  • sakura school simulator

Sakura School Simulator dikenal sebagai game simulasi kehidupan sekolah yang menawarkan kebebasan eksplorasi tanpa batas. Meski begitu, banyak pemain kreatif yang memanfaatkannya untuk membuat konsep permainan lain, salah satunya adalah game Pokémon versi roleplay. Walaupun tidak menyediakan Pokémon asli atau sistem pertarungan otomatis, Sakura School Simulator tetap memungkinkan pemain menciptakan pengalaman bermain ala Pokémon dengan pendekatan imajinatif dan aturan manual.

Tutorial Menikah di Sakura School Simulator yang Banyak Dipakai Konten Kreator

Langkah pertama yang perlu dipahami adalah mengenali batasan game ini. Di Sakura School Simulator, pemain memang tidak bisa menambahkan Pokémon asli, memasang mod resmi, ataupun membuat sistem battle otomatis seperti pada game Pokémon original. Namun demikian, justru di situlah letak tantangannya. Dengan kreativitas, pemain tetap dapat membangun roleplay Pokémon, merancang map gym, laboratorium, hingga arena pertarungan, serta menyusun alur cerita layaknya petualangan Pokémon sungguhan.

Selanjutnya, menentukan tema permainan menjadi kunci utama agar gameplay terasa hidup. Pemain bisa berperan sebagai Trainer Pokémon yang menjelajahi kota Sakura. Sekolah dapat diubah fungsinya menjadi Pokémon Academy, rumah kosong disulap menjadi laboratorium profesor, sementara lapangan olahraga dimanfaatkan sebagai arena Gym Battle. Agar semakin menarik, pemain disarankan menetapkan tujuan permainan sejak awal, seperti mengumpulkan badge, menaklukkan gym, atau menyelesaikan misi tertentu. Selain itu, jumlah Pokémon dan aturan battle juga perlu ditentukan agar permainan berjalan seimbang.

Wajib Tahu! Fungsi Penting Status di Sakura School Simulator 2024

Karena tidak ada Pokémon asli di dalam game, pemain harus membuat karakter Pokémon versi Sakura. Salah satu cara paling populer adalah menggunakan NPC sebagai Pokémon. NPC anak-anak atau karakter bertubuh kecil bisa dijadikan representasi Pokémon dengan mengganti kostumnya. Misalnya, kostum merah dianggap sebagai Charmander, biru sebagai Squirtle, dan kuning sebagai Pikachu. Untuk memperkuat imajinasi, pemain bisa memberi nama Pokémon tersebut, baik dicatat di ponsel maupun diingat secara pribadi.

Selain NPC, pemain juga dapat memanfaatkan props dan hewan yang tersedia di dalam game. Kucing, anjing, atau boneka dapat dianggap sebagai Pokémon partner yang menemani perjalanan. Meskipun sederhana, pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun suasana roleplay yang menyenangkan, terutama saat dimainkan bersama teman.

6 NPC Paling Krusial di Sakura School Simulator

Tahap berikutnya adalah membuat laboratorium Pokémon. Lokasinya bisa memanfaatkan rumah kosong atau salah satu gedung sekolah. Di dalam laboratorium, meja digunakan sebagai meja penelitian, NPC dewasa berperan sebagai Profesor Pokémon, lemari dijadikan tempat penyimpanan Poké Ball, dan kasur difungsikan sebagai tempat healing Pokémon. Di sinilah pemain biasanya memilih Pokémon awal dan menerima misi pertama sebelum memulai petualangan.

Untuk urusan pertarungan, sistem battle Pokémon di Sakura School Simulator harus dilakukan secara manual. Pemain dapat membuat aturan sederhana agar pertarungan tetap adil dan seru. Contohnya, satu kali pukulan dianggap sebagai serangan biasa, sementara serangan spesial dilakukan dengan kombinasi pukul dan lompat. Kekalahan bisa ditentukan saat karakter jatuh atau HP habis. Item heal dapat diwakili dengan memakan makanan yang tersedia di game. Selain itu, penggunaan stopwatch, hitungan serangan, atau bahkan peran wasit dari NPC atau teman juga bisa diterapkan untuk menjaga fair play.

Setelah sistem battle siap, pemain bisa mulai membangun Gym Pokémon. Gedung olahraga cocok dijadikan gym utama, sekolah dapat berfungsi sebagai gym tipe Normal, pantai untuk gym Water, dan area pegunungan sebagai gym Rock. Aturan gym dibuat sederhana, misalnya pemain harus mengalahkan satu hingga tiga trainer sebelum menghadapi Gym Leader. Jika berhasil menang, pemain berhak mendapatkan badge, meskipun bersifat imajiner.

Karena game ini tidak menyediakan sistem penyimpanan badge, pemain perlu cara kreatif untuk mencatat progres. Badge bisa ditulis di catatan ponsel, dijadikan konten video series, atau disimbolkan melalui kostum tertentu sebagai tanda pencapaian. Dengan cara ini, progres permainan tetap terasa nyata meski tidak tersimpan secara otomatis.

Agar permainan semakin seru, mode multiplayer sangat disarankan. Bermain bersama teman membuka banyak kemungkinan, seperti pembagian peran antara Trainer, Pokémon, dan Gym Leader. Bahkan, pemain bisa membuat turnamen Pokémon, Liga Sakura Pokémon, hingga Elite Four versi Sakura School Simulator.

Untuk membuat tampilan game terasa seperti Pokémon asli, detail visual tidak boleh diabaikan. Kostum warna-warni, penggunaan emote saat battle, cutscene dengan teknik pause dan pose, serta kamera cinematic akan memperkuat nuansa petualangan. Jika ingin kontennya viral, pemain bisa merekam gameplay menggunakan mode cinematic dan mengunggahnya ke TikTok atau YouTube Shorts dengan judul yang menarik.

Pada akhirnya, meski Sakura School Simulator bukan game Pokémon, kreativitas pemain mampu mengubahnya menjadi petualangan Pokémon versi unik. Dengan konsep yang matang, aturan yang jelas, dan imajinasi tanpa batas, pengalaman bermain bisa terasa sama serunya dengan game Pokémon original.