Hasil VCT Pacific 2026: RRQ Takluk dari Nongshim RedForce
- Medcom
- Tim RRQ kalah tipis dengan skor 2-3 dari Nongshim RedForce di Upper Bracket Final VCT Pacific 2026.
- Masalah mentalitas dan permainan yang terlalu berhati-hati menjadi evaluasi utama jajaran pelatih serta pemain.
- Kesempatan RRQ lolos ke Masters Santiago masih terbuka melalui laga penentuan melawan T1 di Middle Bracket.
Langkah berat harus dilalui skuad RRQ VCT Pacific 2026 setelah takluk dari wakil Korea Selatan, Nongshim RedForce (NS). Dalam pertarungan sengit lima map pada Jumat (13/2/2026), tim berjuluk 'Raja Segala Raja' ini menyerah dengan skor 2-3. Kekalahan tersebut memaksa Monyet dan kawan-kawan turun ke babak Middle Bracket Final. Meski demikian, sistem triple elimination memastikan asa mereka menuju Masters Santiago belum sepenuhnya padam.
Penyebab Kekalahan RRQ VCT Pacific 2026 dari Tim Korea
Pelatih RRQ, Jovi, memberikan apresiasi tinggi atas persiapan matang tim lawan. Menurutnya, Nongshim RedForce berhasil membaca setiap pergerakan pemainnya dengan sangat akurat. Strategi counter yang diterapkan lawan terbukti sangat efektif meredam agresivitas RRQ sepanjang pertandingan.
"Selamat untuk Nongshim. Mereka datang dengan persiapan sangat matang dan mampu melakukan counter terhadap kami dengan baik," ujar Jovi dalam sesi konferensi pers. Ia menganggap kekalahan ini sebagai peringatan penting agar tim segera berbenah sebelum laga hidup mati esok hari.
Masalah Mentalitas dan Tekanan di Area Krusial
In-game leader RRQ, Crazyguy, menyoroti aspek psikologis para pemain di dalam gim. Ia merasa timnya bermain di bawah performa terbaik karena terlalu waspada pada momen-momen penentuan. Hal ini justru memberikan ruang gerak luas bagi pemain Nongshim untuk mengendalikan ritme permainan.
"Kami memberikan mereka terlalu banyak kebebasan. Kami tidak bermain seperti biasa, kami bermain agak terlalu aman dan takut membuat pergerakan besar," ungkap Crazyguy dengan nada kecewa. Kurangnya keberanian dalam mengambil risiko menjadi faktor kunci kegagalan mereka mengamankan kemenangan di map terakhir.
Ancaman Nyata dari Pemain Bintang Nongshim
Bintang muda RRQ, Monyet, mengakui ketajaman pemain lawan, khususnya duet RB dan Xross. Pemainan disiplin dari kedua pemain tersebut seringkali membuat koordinasi serangan RRQ berantakan. Xross bahkan dianggap sebagai pemain yang paling merepotkan dalam duel satu lawan satu.
"Xross benar-benar merepotkan. Setiap kali saya mencoba melakukan peek, pilihannya hanya dua: saya membunuhnya atau dia melakukan one-tap ke saya," jelas Monyet. Selain itu, penggunaan agen Omen oleh RB terbukti mampu mengacaukan strategi rotasi yang telah disiapkan tim.
Peluang RRQ Menuju Masters Santiago 2026
Pemain RRQ lainnya, Xffero, menegaskan bahwa tim harus segera bangkit dan melupakan hasil buruk ini. Fokus utama skuad sekarang adalah memenangkan laga di Middle Bracket demi mengamankan tiket turnamen internasional di Chile tersebut. Kepercayaan diri tim tetap tinggi meski tekanan dari penggemar terus mengalir.
Perjuangan RRQ VCT Pacific 2026 akan berlanjut pada Sabtu (14/2/2026) melawan T1. Kemenangan atas T1 akan langsung membuahkan tiket menuju Masters Santiago. Jika kembali terjungkal, mereka masih memiliki satu nyawa terakhir di Lower Bracket, namun rute tersebut tentu akan jauh lebih melelahkan dan penuh risiko bagi sang Raja.