Deretan Game Indie Terbaru 2026 yang Wajib Kamu Coba
- Scott Pilgrim EX
Dunia game indie kembali menghadirkan banyak kabar menarik dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari perilisan game baru, pengumuman sekuel yang ditunggu-tunggu, hingga event komunitas yang meriah, semuanya menjadi bukti bahwa industri game independen terus berkembang pesat. Beberapa judul seperti Slay the Spire 2, Scott Pilgrim EX, dan Planet of Lana II: Children of the Leaf menjadi sorotan utama minggu ini karena menawarkan pengalaman bermain yang berbeda dan segar bagi para gamer.
Selain itu, berbagai acara dan diskon besar juga turut memeriahkan komunitas gamer. Karena itu, bagi pecinta game indie, pekan ini menjadi waktu yang tepat untuk mencoba berbagai judul baru yang menarik.
Pertama, mari melihat kembali beberapa pengumuman penting dari acara Nintendo Indie World yang berlangsung baru-baru ini. Dalam presentasi singkat berdurasi sekitar 18 menit, Nintendo memperkenalkan berbagai game indie yang akan hadir di konsolnya. Bahkan, beberapa game langsung dirilis secara mendadak seperti Blue Prince, Minishoot' Adventures, dan Öoo untuk platform Switch dan Switch generasi berikutnya.
Selain itu, sejumlah game yang sebelumnya sudah dinantikan juga akhirnya mendapatkan tanggal rilis resmi. Misalnya InKonbini: One Store. Many Stories yang dijadwalkan rilis pada 30 April. Kemudian disusul Mixtape pada 7 Mei, Denshattack! pada 17 Juni, serta Ratatan yang akan hadir pada 16 Juli. Sementara itu, beberapa judul lain seperti Toem 2dan Grave Seasons juga dipastikan akan dirilis pada musim panas tahun ini.
Di sisi lain, komunitas gamer juga disuguhi event menarik dari Games Done Quick melalui acara Frost Fatales yang berlangsung pada 8 hingga 14 Maret. Event ini menampilkan para speedrunner perempuan yang menunjukkan kemampuan mereka menamatkan berbagai game dengan waktu secepat mungkin. Beberapa game yang dimainkan antara lain Undertale, Tunic, Hollow Knight, dan Windswept. Selain menjadi ajang hiburan, acara ini juga bertujuan menggalang dana untuk National Women's Law Center.
Sementara itu, platform distribusi game PC terbesar, Valve melalui toko digital Steam juga mengadakan diskon spesial Hari Perempuan hingga 15 Maret. Banyak game buatan tim pengembang perempuan atau komunitas yang terpinggirkan mendapatkan potongan harga menarik. Contohnya Dredge dengan diskon 60 persen, Overcooked! 2 yang dipotong hingga 75 persen, serta The Wandering Village dengan potongan 50 persen.
Beranjak ke rilisan terbaru, salah satu game yang paling banyak dibicarakan adalah Slay the Spire 2. Game ini merupakan sekuel dari roguelike deckbuilder populer yang pertama kali dirilis pada 2017 oleh studio Mega Crit. Sekuel ini hadir dalam format early access di Steam dengan harga sekitar 25 dolar.
Menariknya, pengembang memperkirakan game ini akan berada dalam fase early access selama satu hingga dua tahun. Selama periode tersebut, tim pengembang akan terus menambahkan fitur baru serta bereksperimen dengan berbagai mekanisme permainan. Salah satu perubahan terbesar dalam sekuel ini adalah hadirnya mode kooperatif hingga empat pemain. Selain itu, berbagai kartu baru, karakter baru, serta musuh yang lebih beragam juga diperkenalkan untuk membuat permainan terasa lebih dinamis.
Selanjutnya ada Scott Pilgrim EX yang kembali menghidupkan genre beat 'em up klasik. Game ini dikembangkan oleh Tribute Games dan terinspirasi dari komik karya Bryan Lee O'Malley. Ceritanya masih berpusat pada karakter Scott Pilgrim yang harus menyelamatkan rekan bandnya setelah kota Toronto diserang oleh kekuatan jahat.
Game ini mengikuti jejak kesuksesan Scott Pilgrim vs. the World: The Game yang sebelumnya mendapat sambutan hangat dari penggemar. Dengan gaya visual pixel art serta gameplay kooperatif yang seru, Scott Pilgrim EX tersedia di berbagai platform seperti PC, Switch, PlayStation, dan Xbox.
Judul lain yang tidak kalah menarik adalah Planet of Lana II: Children of the Leaf. Game ini merupakan lanjutan dari petualangan Lana dan makhluk kecil bernama Mui. Dalam sekuel ini, pemain kembali menjelajahi dunia yang penuh misteri sambil menghindari robot-robot berbahaya.
Secara gameplay, game ini menggabungkan elemen puzzle dan platformer yang mengingatkan pada Limbo serta Inside. Selain grafis yang memukau, Lana kini memiliki kemampuan baru seperti melompat di dinding, sehingga membuat eksplorasi terasa lebih dinamis.
Kemudian ada juga The Legend of Khiimori yang menawarkan konsep unik berupa petualangan dunia terbuka di Mongolia abad ke-13. Dalam game ini, pemain berperan sebagai kurir berkuda yang harus menjelajahi alam liar sambil melakukan berbagai misi pengiriman. Pemain bahkan dapat melatih kuda dengan kemampuan khusus, membuat perkemahan, hingga menghadapi ancaman satwa liar dan roh jahat.
Sementara itu, bagi pemain yang menyukai game santai, Lost and Found Co. menghadirkan konsep hidden object yang unik. Pemain berperan sebagai seekor bebek bernama Ducky yang bekerja sebagai magang manusia di sebuah perusahaan yang membantu orang menemukan barang hilang. Dengan animasi yang lucu serta gaya visual seperti komik, game ini terasa ringan namun tetap menghibur.
Game lain yang juga menarik perhatian adalah Ratcheteer DX. Versi terbaru ini merupakan pengembangan dari game yang sebelumnya populer di konsol portabel Playdate. Dalam game ini pemain berperan sebagai mekanik muda yang harus memperbaiki fasilitas penting di dunia bawah tanah yang dilanda musim dingin abadi. Petualangan bergaya top-down ini mengingatkan pada seri klasik The Legend of Zelda.
Bagi penggemar horor, ada juga Birds Watching yang menawarkan pengalaman unik berupa simulasi pengamatan burung dengan nuansa psikologis yang menyeramkan. Meskipun durasinya tidak terlalu panjang, atmosfer mencekamnya menjadi daya tarik tersendiri.
Selain game yang sudah dirilis, beberapa judul yang akan datang juga patut ditunggu. Salah satunya adalah My Little Puppy yang menghadirkan kisah emosional tentang seekor anjing yang berpetualang untuk menemukan kembali pemiliknya. Game ini dikembangkan oleh studio Korea Dreamotion dan dijadwalkan rilis pada 29 Mei.
Kemudian ada juga The House of Hikmah yang berlatar era keemasan Islam. Game petualangan ini mengikuti kisah seorang gadis bernama Maya yang berusaha mengungkap misteri setelah kematian ayahnya.
Tak hanya itu, game platformer fisika unik berjudul Ballgame juga sedang dikembangkan oleh studio Human Computer. Dalam game ini pemain mengendalikan bola hidup yang harus mencapai tujuan dengan jumlah pukulan seminimal mungkin, mirip konsep permainan golf.
Terakhir, ada Echobreaker yang menawarkan platformer presisi dengan sudut pandang isometrik dan gaya visual futuristik. Game ini menantang pemain untuk menyelesaikan level secepat mungkin sambil mengalahkan musuh yang menghadang.
Melihat banyaknya judul menarik tersebut, jelas bahwa dunia game indie terus menghadirkan kreativitas yang tidak kalah dari game besar. Dengan konsep unik, cerita yang menyentuh, serta gameplay inovatif, game-game ini membuktikan bahwa industri indie tetap menjadi salah satu sumber ide paling segar di dunia game.