NVIDIA DLSS 5 Dikecam: Revolusi AI atau Sekadar Filter 2D?

NVIDIA DLSS 5 Dikecam: Revolusi AI atau Sekadar Filter 2D?
Sumber :
  • NVIDIA

img_title China Pecahkan Rekor! Data Center Bawah Laut Bertenaga Angin Pertama di Dunia Siap Dukung Ledakan AI
  • Komunitas gaming mengkritik NVIDIA DLSS 5 karena menghasilkan visual karakter yang tampak tidak natural atau "AI-fied".
  • Sejumlah pengembang besar merasa tidak dilibatkan dalam pembuatan demo teknologi terbaru ini.
  • Fakta teknis mengungkap bahwa DLSS 5 bekerja sebagai filter 2D post-processing, bukan integrasi geometri 3D yang mendalam.

img_title Jangan Asal Curhat ke ChatGPT, Gugatan Ini Ungkap Risiko Serius bagi Pengguna Rentan

Raksasa teknologi NVIDIA resmi memperkenalkan NVIDIA DLSS 5 dalam ajang GTC 2026 sebagai lompatan besar berikutnya. Jensen Huang menyebut inovasi ini sebagai "momen GPT" untuk industri grafis dunia. Namun, antusiasme tersebut segera berubah menjadi kritik pedas dari para gamer dan pengembang profesional.

Teknologi ini menjanjikan rekonstruksi bingkai secara real-time untuk meningkatkan performa sistem kelas menengah. Alih-alih mendapatkan pujian, hasil visualnya justru memicu perdebatan panas di media sosial. Banyak pengguna menilai kualitas gambar yang dihasilkan terlihat artifisial dan merusak nilai artistik sebuah gim.

img_title GIGABYTE Rilis Kartu Grafis AORUS RTX 5080 Bertekstur Kayu Alami

Kritik Tajam Terhadap Visual NVIDIA DLSS 5

Kritik utama tertuju pada tampilan karakter dalam gim populer seperti Resident Evil Requiem dan Starfield. Komunitas menyebut hasil olahan AI ini sebagai "AI Slop" karena menghaluskan tekstur kulit secara berlebihan. Karakter yang seharusnya tampak kasar dan berpasir justru terlihat seperti menggunakan filter kecantikan media sosial.

Efek ini sering disebut sebagai "Yassifying," di mana AI menambahkan riasan wajah yang tidak diinginkan secara otomatis. Para pemain merasa teknologi ini menghilangkan detail penting yang mencerminkan suasana dan narasi gim. Fokus NVIDIA pada kecerahan visual justru dianggap mengabaikan visi asli dari para seniman gim tersebut.

Pengembang Gim Merasa Dikhianati

Masalah bertambah rumit ketika laporan dari Insider Gaming mengungkap fakta mengejutkan mengenai demo teknologi ini. Sejumlah seniman di studio besar seperti Ubisoft dan Capcom dikabarkan baru mengetahui hasil demo tersebut saat peluncuran. Hal ini memicu ketegangan antara tim manajemen puncak dan tim kreatif di internal studio.

NVIDIA segera melakukan upaya pengendalian kerusakan dengan menjanjikan SDK "Full Creative Control". Fitur ini nantinya memungkinkan pengembang mengatur intensitas filter AI secara manual. Namun, rasa tidak percaya sudah terlanjur menyebar di kalangan kreator yang merasa karyanya diubah tanpa izin.

Halaman Selanjutnya
img_title