PUBG: Blindspot Resmi Tutup Setelah 2 Bulan Rilis

PUBG: Blindspot Resmi Tutup Setelah 2 Bulan Rilis
Sumber :
  • Istimewa

GBO2 Spring Festival V: V2 Gundam Rilis, Cek Skill & Eventnya
  • PUBG: Blindspot resmi menghentikan layanan pada 30 Maret 2026 mendatang.
  • Game ini hanya bertahan selama 53 hari sejak memulai fase Early Access di Steam.
  • Penurunan drastis jumlah pemain dan masalah teknis menjadi faktor utama penutupan.
  • Pengembang mengonfirmasi tidak ada rencana pengembangan ulang (pivot) untuk proyek ini.

RoadCraft Reclaim Expansion Rilis, Bawa Fitur Bongkar Muat!

Franchise populer PUBG kembali mengejutkan komunitas global, namun bukan karena prestasi baru. PUBG: Blindspot dipastikan akan mengakhiri masa layanannya hanya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan sejak peluncuran perdana. Kabar mengejutkan ini datang langsung dari pihak pengembang, ARC Team bersama PUBG Corporation, yang menetapkan tanggal 30 Maret 2026 sebagai hari terakhir server beroperasi secara global.

Kegagalan Ambisius dalam Genre Tactical Shooter

Harga Game Nintendo Switch 2 Digital Resmi Lebih Murah!

Awalnya, proyek ini dikenal luas dengan nama Project ARC pada tahun 2024 sebelum akhirnya berganti identitas menjadi PUBG: Blindspot. Berbeda jauh dari format battle royale yang membesarkan namanya, game ini mencoba peruntungan di genre top-down tactical shooter. Mekanisme extraction dan strategi breach-and-clear menjadi nilai jual utamanya guna memperluas identitas brand PUBG ke segmen pasar yang lebih taktis dan kompetitif.

Durasi operasional game ini tergolong sangat singkat, yakni hanya sekitar 53 hari sejak fase Early Access dibuka pada 5 Februari 2026. ARC Team menyatakan melalui Steam Community Hub bahwa kondisi pengembangan saat ini tidak lagi berkelanjutan. Mereka mengakui kesulitan dalam mempertahankan kualitas pengalaman bermain yang sebelumnya telah direncanakan untuk para pengguna.

Penurunan Drastis Jumlah Pemain Aktif

Berdasarkan data pasar, antusiasme awal terhadap game ini sebenarnya cukup menjanjikan. Pada akhir pekan pertama peluncurannya, game ini sempat mencatat puncak 3.251 pemain aktif secara bersamaan. Namun, tren positif tersebut merosot tajam dalam waktu singkat hingga hanya tersisa sekitar 148 pemain aktif menjelang pengumuman penutupan.

Faktor teknis mempercepat kehancuran game ini di pasaran. Laporan dari komunitas pemain sering mengeluhkan masalah performa yang tidak optimal serta maraknya tindakan cheating. Kondisi ini membuat sistem matchmaking menjadi sangat sulit dilakukan, sehingga ekosistem multiplayer tidak lagi berfungsi secara ideal bagi para pemain yang tersisa.

Halaman Selanjutnya
img_title