Dari Bayonetta 2 hingga Zelda: Game Wii U yang Masih Layak Dimainkan Hari Ini

Dari Bayonetta 2 hingga Zelda: Game Wii U yang Masih Layak Dimainkan Hari Ini
Sumber :
  • Youtube

GadgetWii U sering disebut sebagai “kesalahan terbesar Nintendo.” Konsol ini gagal menembus pasar global, kalah saing dari PlayStation 4 dan Xbox One, serta akhirnya dihentikan produksinya hanya lima tahun setelah peluncuran lebih cepat dari ekspektasi. Namun, di balik kegagalan komersial itu, tersimpan katalog game yang luar biasa, beberapa di antaranya bahkan menjadi batu fondasi bagi kesuksesan Nintendo Switch.

Trailer DLSS 5 NVIDIA Hilang dari YouTube, Ini Penyebabnya!

Dengan Switch 2 yang akan segera meluncur pada Juni 2026, momen ini tepat untuk mengenang warisan tersembunyi Wii U: tujuh game yang tidak hanya menyelamatkan reputasi konsol tersebut, tetapi juga membuktikan bahwa kualitas konten bisa mengalahkan performa penjualan.

Berikut daftar 7 game Wii U terbaik sepanjang masa dari petualangan epik hingga pertarungan frenetik yang wajib dimainkan oleh setiap penggemar Nintendo.

Anker Nano Power Strip: Solusi Meja Rapi dengan Clamp 70W

1. The Legend of Zelda: Breath of the Wild – Penutup Epik yang Mengubah Dunia Game

Tidak ada game yang lebih pantas membuka daftar ini selain The Legend of Zelda: Breath of the Wild. Dirilis bersamaan dengan peluncuran Nintendo Switch pada Maret 2017, game ini juga menjadi judul terakhir untuk Wii U dan penutup yang sempurna.

6 Dumb Phone Terbaik 2026: Solusi Ampuh untuk Detoks Digital

Breath of the Wild merevolusi seri Zelda dengan memperkenalkan dunia terbuka tanpa batas, sistem fisika interaktif, dan kebebasan eksplorasi yang belum pernah ada sebelumnya. Pemain bisa mendaki gunung, berlayar di danau, atau bahkan menggoreng daging di atas petir semua tanpa loading screen.

Yang mengejutkan, versi Wii U-nya tetap sangat layak dimainkan. Meski grafisnya sedikit lebih rendah dibanding Switch, pengalaman inti tetap utuh. Bahkan, banyak pemain mengklaim bahwa kontroler GamePad memberikan interaksi unik dengan peta dunia secara real-time fitur yang hilang di Switch versi dasar.

Breath of the Wild bukan hanya game terbaik di Wii U ia adalah salah satu game terbaik sepanjang masa, dan warisannya terus hidup di Tears of the Kingdom dan masa depan seri Zelda.

2. Super Smash Bros. for Wii U – Puncak Pertarungan Ikoni Sebelum Ultimate

Sebelum Super Smash Bros. Ultimate menyatukan semua karakter dalam satu paket megah, Super Smash Bros. for Wii U (juga dikenal sebagai Smash 4) adalah versi terlengkap dari seri ini. Dikembangkan oleh Bandai Namco dan Sora Ltd., game ini menampilkan 58 karakter (termasuk DLC), menjadikannya yang terbanyak hingga saat itu.
Yang membedakan Smash 4 adalah peningkatan mekanik signifikan:

  • Sistem custom moves yang memungkinkan pemain mengubah serangan karakter
  • Mode Tournament untuk kompetisi lokal
  • Integrasi Miiverse untuk berbagi highlight pertarungan

Visualnya memang mirip Brawl, tapi di bawah permukaan, gameplay-nya jauh lebih cepat, responsif, dan seimbang mendekati nuansa Melee yang dicintai komunitas kompetitif.

Bagi penggemar fighting game, Smash 4 di Wii U tetap menjadi rujukan penting dalam evolusi seri ini.

3. Mario Kart 8 – Formula Balapan yang Menjadi Standar Emas

Mario Kart 8 adalah mahakarya desain balapan yang menyempurnakan segala hal dari pendahulunya. Dengan grafis HD pertama dalam seri Mario Kart, lintasan dinamis, dan fitur antigravitasi, game ini menciptakan sensasi balap yang benar-benar baru.

Fitur antigravitasi memungkinkan mobil melaju di dinding, langit-langit, atau bahkan loop vertikal tanpa kehilangan kendali. Ini bukan sekadar gimmick; ia menambah dimensi strategi dalam setiap tikungan.

Wii U versi asli juga menawarkan dukungan lokal hingga 4 pemain dalam resolusi penuh, sesuatu yang bahkan Switch tidak bisa lakukan tanpa dock. Plus, GamePad berfungsi sebagai layar tambahan untuk peta atau item, memberikan keuntungan taktis.

Meski kini tersedia dalam versi Deluxe di Switch, Mario Kart 8 original di Wii U tetap menjadi pengalaman otentik yang tak tergantikan.

4. Bayonetta 2 – Eksklusivitas yang Menyelamatkan Nyawa Franchise

Bayonetta 2 nyaris tidak pernah dirilis. Setelah publisher awal menarik dukungan, Nintendo melangkah masuk dan membiayai pengembangannya, menjadikannya eksklusif Wii U. Keputusan berani ini ternyata membayar lunas.

Dikembangkan oleh PlatinumGames, Bayonetta 2 adalah puncak aksi hack-and-slash modern: kombinasi gerakan akrobatik, sistem combo dalam, dan musuh yang menantang membuatnya jadi mimpi bagi pemain hardcore.

Ceritanya mengikuti Bayonetta yang kehilangan ingatan dan harus menyelamatkan sahabatnya, Jeanne, dari dunia roh. Dengan ritme pertarungan cepat, sistem Witch Time, dan gaya visual flamboyan, game ini menjadi salah satu eksklusif terbaik Wii U.

Ketika dirilis ulang di Switch, popularitasnya meledak tapi versi Wii U tetap istimewa karena kontroler GamePad memungkinkan touch-based dodge, fitur unik yang tidak ada di platform lain.

5. Splatoon – Inovasi Segar yang Lahir dari Kegagalan Wii U

Di tengah dominasi shooter militer seperti Call of Duty, Nintendo hadir dengan Splatoon: game third-person shooter warna-warni di mana pemain berubah jadi cumi-cumi dan “menembak” tinta.

Konsepnya sederhana namun brilian: kuasai wilayah dengan menutupinya tinta warna tim Anda. Mode multiplayer-nya cepat, adiktif, dan ramah pemain baru tapi tetap menantang bagi veteran.

Yang menakjubkan, Splatoon lahir dari keterbatasan Wii U. Tim pengembang ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, dan hasilnya adalah franchise yang kini menjadi pilar utama Nintendo, dengan Splatoon 3 menjadi salah satu game Switch terlaris.

Versi Wii U-nya masih aktif di komunitas niche, dan mode single-player-nya dengan cerita absurd tentang gurita jahat masih menghibur hingga hari ini.

6. Donkey Kong Country: Tropical Freeze – Platformer Musikal yang Memukau

Dikembangkan oleh Retro Studios (Metroid Prime), Tropical Freeze adalah masterpiece platformer 2.5D yang menggabungkan tantangan presisi, visual tropis yang memukau, dan soundtrack jazz yang energetik.

Ceritanya sederhana: Snowmads membekukan pulau Donkey Kong, dan ia harus bekerja sama dengan Diddy, Dixie, atau Cranky Kong untuk mengembalikan kehangatan. Setiap karakter memiliki kemampuan unik Dixie bisa melompat lebih tinggi dengan rambutnya, sementara Cranky menggunakan tongkatnya untuk “berjalan” di duri.

Level design-nya luar biasa kreatif, dengan mekanik seperti angin kencang, es licin, dan air terjun yang harus dilawan dengan timing sempurna. Bagi penggemar tantangan, Tropical Freeze adalah ujian skill terbaik di Wii U.

Sayangnya, ini juga menjadi game terakhir yang menampilkan trio ikonik DK, menjadikannya kenangan emosional bagi penggemar lama.

7. Yoshi’s Woolly World – Platformer Imut dengan Jiwa Craft

Dari developer yang sama dengan Kirby’s Epic Yarn, Yoshi’s Woolly World membawa pemain ke dunia yang terbuat dari benang rajut, kancing, dan kain flanel. Visualnya menggemaskan, tapi gameplay-nya mengejutkan dalam.

Anda mengendalikan Yoshi yang bisa melempar telur, melahap musuh, dan bahkan mengumpulkan potongan kain untuk mengubah penampilannya. Mode co-op lokal memungkinkan dua pemain bermain sebagai Yoshi berbeda satu merah, satu hijau dalam harmoni kreatif.

Yang unik, game ini juga mendukung Amiibo: cukup tempel figur Yoshi, dan Anda bisa memainkan versi Yoshi berdasarkan warna Amiibo tersebut.

Meski sering diabaikan, Woolly World adalah contoh sempurna bagaimana Wii U memanfaatkan kreativitas visual dan integrasi hardware untuk menciptakan pengalaman yang tidak bisa ditiru di konsol lain.

Warisan Wii U: Gagal di Pasar, Menang di Hati Pemain

Wii U mungkin tidak pernah mencapai target penjualan. Ia dikritik karena pemasaran buruk, identitas membingungkan, dan kurangnya daya saing teknis. Tapi dalam diam, ia melahirkan game-game yang mengubah arah Nintendo.

Tanpa Wii U, mungkin tidak ada Breath of the Wild. Tanpa eksperimen Splatoon, mungkin Nintendo tetap terjebak di zona nyaman. Dan tanpa keberanian mendanai Bayonetta 2, franchise itu mungkin sudah mati.

Saat Switch 2 datang, mari kita jangan lupa: di balik setiap kesuksesan besar, ada konsol “gagal” yang berani mengambil risiko.
Pernah memainkan game-game ini di Wii U?
Bagikan kenangan favorit Anda karena sejarah gaming bukan hanya soal angka, tapi juga pengalaman yang tak terlupakan.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget