Signify Luncurkan Brighter Lives Better World 2030, Target Hemat Energi 60 TWh Global

Signify Luncurkan Brighter Lives Better World 2030
Sumber :
  • Signify

Langkah tersebut menunjukkan bahwa industri pencahayaan kini bergerak menuju teknologi berbasis keberlanjutan dan Internet of Things atau IoT yang semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

img_title TCL Luncurkan AC Pintar P7 Ultra Berbasis OpenHarmony, Fokus pada Kesehatan Tidur!

Program Sirkular Jadi Strategi Baru Signify

Selain fokus pada efisiensi energi, Signify juga memperkenalkan pendekatan ekonomi sirkular melalui konsep “use less, use longer, use again”. Strategi ini diwujudkan lewat dua program utama bernama Signify Circle dan Signify Switch.

img_title Inilah Rahasia Samsung Bespoke AI untuk Menghemat Tagihan Listrik Anda!

Program Signify Circle dirancang khusus untuk pelanggan profesional yang membutuhkan solusi pencahayaan berkelanjutan. Melalui program ini, pelanggan akan mendapatkan akses terhadap produk dan layanan yang memenuhi standar sirkularitas.

Tidak hanya menjual produk baru, Signify juga menawarkan layanan remanufaktur, suku cadang, upgrade kits, hingga konsep Light as a Service. Dengan model tersebut, perusahaan ingin memperpanjang usia penggunaan produk sekaligus mengurangi limbah elektronik.

img_title Snapdragon 8 Elite Gen 5 Hadir dengan Performa 20% Lebih Cepat dan Hemat Energi!

Sementara itu, Signify Switch hadir untuk membantu pelanggan beralih menuju sistem pencahayaan LED yang lebih hemat energi. Program ini memberikan dukungan mulai dari pembiayaan hingga implementasi teknologi pencahayaan efisien.

CEO Signify, As Tempelman, mengatakan bahwa program Brighter Lives Better World 2030 dirancang untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat bisnis perusahaan di masa depan.

Menurutnya, keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis tidak lagi berjalan terpisah. Justru keduanya kini menjadi bagian dari strategi yang saling mendukung.

Asia Tenggara Hadapi Tantangan Energi yang Semakin Mendesak

Di kawasan Asia Tenggara sendiri, tantangan energi memang menjadi perhatian besar. CEO Professional Business untuk Asia Tenggara dan Timur Jauh Signify, Jitender Khurana, menilai situasi saat ini sudah semakin mendesak.

Ia menjelaskan bahwa hampir 80 persen kebutuhan energi di Asia Tenggara masih bergantung pada bahan bakar fosil. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena emisi karbon diperkirakan terus meningkat hingga sepertiga pada 2050.

Di sisi lain, bangunan diketahui menyumbang sekitar 40 persen konsumsi energi dan emisi global. Oleh karena itu, modernisasi sistem pencahayaan menjadi salah satu langkah tercepat dan paling efektif untuk dilakukan.

Menurut Signify, penggantian sistem pencahayaan lama ke teknologi LED cerdas dapat mengurangi penggunaan energi hingga 80 persen. Selain itu, emisi Scope 1 dan Scope 2 juga dapat ditekan secara signifikan.

Halaman Selanjutnya
img_title