ASUS: GPU Terintegrasi Segera Jadi Masa Depan Gaming Laptop
- TechRadar
- Eksekutif ASUS yakin GPU terintegrasi (iGPU) kini berada di ambang menjadi masa depan gaming laptop mainstream.
- Kemajuan iGPU seperti Intel Panther Lake dan AMD Strix Halo menunjukkan peningkatan kinerja grafis yang sangat signifikan.
- Meskipun iGPU semakin kuat, Kartu Grafis Dedicated (dGPU) akan tetap dominan di segmen gaming resolusi 4K dan high-end.
- Perubahan ini diperkirakan terjadi seiring waktu dan akan tergantung pada reaksi pasar dan pengguna akhir.
Perdebatan tentang peran Kartu Grafis Dedicated (dGPU) di segmen gaming laptop kini memasuki babak baru yang mendebarkan. Seorang eksekutif senior dari ASUS baru saja memberikan pandangan yang sangat berani mengenai potensi GPU terintegrasi (iGPU) untuk mengambil alih pasar. Sascha Krohn, Director of Technical Marketing di ASUS, menegaskan bahwa kita "sudah pasti memasuki wilayah di mana itu menjadi sebuah kemungkinan."
Pernyataan ini dilontarkan dalam wawancara pada ajang CES 2026. Krohn dengan optimis menyatakan bahwa GPU terintegrasi siap menjadi masa depan gaming laptop bagi mayoritas pengguna. Menurutnya, ini hanyalah "masalah waktu" sebelum perubahan besar ini benar-benar terwujud. Sebelumnya, kinerja iGPU dianggap tidak memadai untuk pengalaman gaming serius, tetapi kini tren tersebut berbalik drastis.
Performa GPU Terintegrasi Mendorong Revolusi Gaming
Peningkatan kinerja grafis yang terintegrasi ke dalam CPU telah mencapai titik kritis. Teknologi terbaru menghasilkan lompatan besar, membuat performa iGPU jauh melampaui ekspektasi beberapa tahun lalu. Tren ini secara langsung memicu diskusi apakah dGPU akan menjadi tidak relevan di masa depan.
Krohn mencontohkan kemampuan iGPU modern yang sudah dapat menjalankan game berat seperti Cyberpunk 2077 dengan kinerja yang mengesankan. Kemampuan ini sungguh luar biasa, mengingat standar grafis yang dibutuhkan oleh game AAA saat ini.
Kekuatan Baru: Panther Lake dan Strix Halo
Dua nama besar memimpin revolusi iGPU ini: Intel dan AMD. Intel baru-baru ini meluncurkan chip Panther Lake yang membawa peningkatan grafis terintegrasi yang signifikan. Di sisi lain, AMD menghadirkan solusi paling tangguh, yakni Strix Halo, yang menawarkan kinerja grafis terintegrasi yang mencengangkan.
Selain itu, chip seperti Snapdragon X2 Elite Extreme milik Qualcomm juga turut menunjukkan bahwa batas antara grafis terintegrasi dan dedicated semakin kabur. Teknologi iGPU sekarang mampu menawarkan frame rate yang "cukup baik" bagi banyak gamer casual.
Garis Batas Antara Gaming Dedicated dan Solusi Terintegrasi
Meskipun iGPU berkembang pesat, eksekutif ASUS tersebut mengakui bahwa masalah ini memiliki banyak nuansa rumit. Krohn menyoroti bahwa definisi "cukup baik" berbeda bagi setiap orang. Banyak pengguna yang mungkin merasa kinerja iGPU sudah memadai, tetapi standar untuk perangkat yang disebut "gaming dedicated" jauh lebih tinggi.
"Ekspektasi, begitu Anda menyebutnya laptop gaming, kemungkinan lebih tinggi," jelas Krohn. Pasar untuk gaming laptop kelas atas tidak akan hilang dalam waktu dekat. Para enthusiast selalu membutuhkan kartu grafis yang lebih cepat dan lebih bertenaga.
Mengapa Discrete GPU Tetap Tak Tergantikan
Kartu grafis dedicated (dGPU), yang berarti kartu grafis berdiri sendiri dengan papan ekspansi terpisah, tetap menjadi pilihan utama. Discrete GPU mampu menawarkan daya dan level performa yang jauh lebih tinggi.
Penggemar yang ingin menjalankan game 4K pada resolusi asli, tanpa bantuan trik AI dan dengan semua pengaturan visual diaktifkan, akan selalu menuntut dGPU terbaik. dGPU akan terus duduk di puncak performa, memastikan bahwa kebutuhan segmen high-end terpenuhi. Ini berarti iGPU akan melayani mayoritas, sementara dGPU melayani minoritas power user.
Implikasi Pasar dan Reaksi Konsumen Akhir
Fokus utama perbincangan ini bukan pada 'kematian' dGPU, melainkan pada titik di mana iGPU menjadi cukup baik untuk mendominasi pasar mainstream. Jumlah gamer yang akan memilih iGPU dibandingkan dGPU akan sangat dipengaruhi oleh harga dan kebutuhan aktual mereka.
Pasar akan bereaksi terhadap perubahan ini. Apabila iGPU dapat memberikan pengalaman gaming 1080p yang mulus dan konsisten, maka sebagian besar konsumen akan cenderung memilih opsi yang lebih ringkas dan mungkin lebih terjangkau. Sascha Krohn menyimpulkan bahwa meskipun kita belum sepenuhnya berada di titik tersebut hari ini, dinamika pasar menunjukkan bahwa pergeseran menuju GPU terintegrasi sebagai standar gaming laptop tinggal menunggu waktu.