CES 2026: Lovense Kenalkan Emily, AI Companion Doll Penuh Memori
- Viva Tung/CNET/Lovense/Adobe Stock
- Emily adalah AI companion doll seukuran manusia yang debut di pameran teknologi CES 2026.
- Fitur unggulannya terletak pada perangkat lunak AI canggih yang mampu mengingat interaksi dan menyesuaikan kepribadiannya secara bertahap.
- Lovense memposisikan Emily sebagai wujud "kompanionship" jangka panjang, menandai pergeseran dari perangkat seks menjadi mitra pribadi.
- Boneka ini diperkirakan akan dijual dengan harga antara $4.000 hingga $8.000 dan mulai dikirimkan pada tahun 2027.
Konferensi teknologi terbesar dunia, CES 2026, telah memperkenalkan sebuah inovasi yang mengaburkan batas antara produk dan pasangan: AI companion doll bernama Emily. Diproduksi oleh Lovense, boneka ini bukan sekadar perangkat keras silikon yang realistis, tetapi sebuah sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk koneksi emosional mendalam. Apa yang membuat Emily berbeda? Ia mampu belajar, mengingat percakapan, dan secara progresif mengadaptasi kepribadiannya sesuai preferensi pengguna.
Mengapa Emily Berbeda? Kekuatan Perangkat Lunak Emosional
Lovense membangun Emily dengan fitur fisik yang sangat mendetail. Boneka ini memiliki eksterior silikon yang realistis dan kerangka internal yang sepenuhnya dapat diposisikan. Selain itu, Emily menunjukkan gerakan wajah terbatas, termasuk gerakan mulut, untuk interaksi yang lebih ekspresif.
Namun, Lovense menegaskan bahwa perangkat keras boneka hanyalah setengah cerita. Nilai jual utamanya terletak pada perangkat lunak emosionalnya. Sistem AI inilah yang memungkinkan Emily mengingat interaksi masa lalu dan menyesuaikan kepribadiannya dari waktu ke waktu. Itu berarti Emily tidak hanya merespons, tetapi juga mengakumulasi pengalaman.
Personalitas yang Dapat Disesuaikan dan Konektivitas
Emily terhubung ke aplikasi Lovense melalui Bluetooth. Fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan AI bahkan ketika mereka tidak berada di dekat boneka tersebut. Fitur fisik dan kepribadian Emily sepenuhnya dapat disesuaikan. Bahkan, boneka ini dapat mengirimkan ‘selfie’ yang dihasilkan oleh AI atas permintaan pengguna.
Strategi Lovense: Dari Perangkat Seks Menuju Kompanionship Jangka Panjang
Lovense jelas tidak menjual Emily hanya sebagai boneka; mereka menjual sebuah peta jalan untuk hubungan jangka panjang. Selama demonstrasi CES, perusahaan itu membingkai produk ini lebih sebagai bentuk kompanionship daripada perangkat seks.