CES 2026: Lovense Kenalkan Emily, AI Companion Doll Penuh Memori
- Viva Tung/CNET/Lovense/Adobe Stock
Situs web perusahaan menyatakan bahwa Emily dapat membantu pengguna membangun kepercayaan diri. Ini terjadi melalui koneksi bebas penghakiman dan ekspresi intim yang aman. Lovense secara aktif memposisikan robot seks ini sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas, bukan perangkat mandiri. Ini menandakan pergeseran menuju platform yang menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan personalisasi jangka panjang melalui pembelajaran mesin.
Evolusi Teknologi Pendamping
Lintasan perkembangan AI companion doll mencerminkan lintasan teknologi itu sendiri. Kita melihat pergeseran dari hal baru (novelty) menuju utilitas, dan akhirnya menuju keterikatan emosional (attachment).
Setahun sebelumnya, di CES 2025, kita menyaksikan Aria, robot humanoid Realbotix yang juga dirancang untuk koneksi emosional. Kini, perusahaan tersebut memperluas robot yang dapat disesuaikan untuk berbagai kasus penggunaan. Ini mencakup layanan media, perawatan kesehatan, dan layanan korporat, di luar lingkup teknologi seks. Ketika pendamping AI semakin lazim, garis antara produk dan mitra menjadi semakin sulit untuk didefinisikan.
Harga dan Masa Depan Hubungan Manusia dengan AI Companion Doll
Lovense telah mengumumkan rincian harga dan ketersediaan Emily. Boneka ini akan dibanderol antara $4.000 dan $8.000. Harga tersebut tergantung pada tingkat personalisasi yang dipilih pelanggan.
Lovense berharap Emily mulai dikirimkan pada tahun 2027. Pengguna kini sudah dapat bergabung dalam daftar tunggu di situs web resmi Lovense dengan biaya reservasi sebesar $200.
Kehadiran Emily di panggung CES menegaskan ke mana arah perkembangan teknologi. Kecerdasan buatan telah bergerak melampaui layar dan pengeras suara. Produk seperti Emily mengisyaratkan masa depan di mana AI companion doll tidak lagi sekadar terprogram, tetapi semakin personal. Harapannya, interaksi ini membawa manfaat psikologis nyata bagi penggunanya.