Meta Hapus 500 Ribu Akun Remaja: Polemik Verifikasi Usia Media Sosial
- TechRadar
- Meta secara tegas menghapus 544.052 akun yang diduga milik pengguna di bawah usia 16 tahun di Australia.
- Penghapusan massal ini mencakup platform Facebook, Instagram, dan Threads.
- Meta menyatakan kekecewaan terhadap larangan pemerintah Australia, menilai metode ini gagal mencapai tujuan keselamatan anak.
- Raksasa teknologi itu mendesak penerapan standar Verifikasi Usia Media Sosial yang terpusat melalui toko aplikasi.
Meta baru saja mengumumkan tindakan signifikan terkait kepatuhan terhadap regulasi baru di Australia. Perusahaan induk Facebook dan Instagram ini menghapus akses ke lebih dari setengah juta akun pengguna muda. Kebijakan ini terlaksana setelah pemerintah Australia melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.
Meta menegaskan telah menghapus 544.052 akun dari platform Instagram, Facebook, dan Threads per 11 Desember. Penghapusan ini terjadi hanya sehari setelah larangan tersebut resmi berlaku. Jelas, isu Verifikasi Usia Media Sosial kini menjadi fokus ketegangan antara perusahaan teknologi global dan regulator.
Eksekusi Aturan Baru: Data Penghapusan Akun Meta
Australia memperkenalkan larangan ini demi kepentingan keselamatan anak-anak. Otoritas khawatir terhadap paparan konten berbahaya, termasuk perundungan, kekerasan, dan masalah kesehatan mental yang dialami remaja. Larangan ini mengecualikan beberapa aplikasi, seperti Facebook Messenger.
Meta memberikan waktu 14 hari kepada pengguna yang terdampak untuk mengunduh data pribadi mereka. Mereka juga dapat menginformasikan kontak mereka mengenai akun baru di masa mendatang.
Angka 544.052 menunjukkan seberapa banyak pengguna di bawah umur yang sebelumnya berhasil melewati sistem pendaftaran Meta. Tindakan drastis ini mencerminkan tekanan regulasi yang meningkat di seluruh dunia.
Kritik Meta terhadap Metode Pelarangan Australia
Meskipun mematuhi aturan tersebut, Meta menyuarakan kekhawatiran besar. Mereka menilai larangan yang hanya berfokus pada platform tertentu ini tidak efektif.
"Kami melihat beberapa dampak awal akibat undang-undang ini yang mengindikasikan bahwa larangan tersebut gagal memenuhi tujuannya," tulis tim Meta dalam pernyataannya.
Meta berpendapat bahwa remaja akan beralih ke aplikasi lain yang mungkin memiliki regulasi jauh lebih longgar. Hal ini justru meningkatkan risiko keselamatan anak secara keseluruhan.