FSR Redstone AMD Diuji: Kualitas Gambar Meningkat, Tapi 'Frame Pacing' Jadi Masalah Utama
- TechRadar
- FSR Redstone, versi terbaru teknologi upscaling AMD, menawarkan peningkatan signifikan pada kualitas gambar ML Frame Generation.
- Artefak ghosting yang mengganggu pada versi FSR 3.1 hampir hilang sepenuhnya.
- Namun, frame pacing buruk dan lonjakan waktu frame tetap menjadi kelemahan fatal yang menciptakan input lag dan mengurangi pengalaman bermain game yang mulus.
Persaingan sengit antara Nvidia dan AMD terus memanas di arena teknologi upscaling grafis. Setelah Nvidia meluncurkan DLSS 4.5, Team Red merespons dengan teknologi yang diuji coba, yaitu FSR Redstone. Pengujian mendalam terhadap pembaruan Frame Generation berbasis Machine Learning (ML) pada FSR Redstone menunjukkan hasil yang mengejutkan. AMD berhasil menutup jurang perbedaan kualitas visual dengan pesaing. Namun, sayangnya, satu masalah teknis warisan masih menjadi hambatan utama bagi teknologi frame generation ini.
Revolusi Kualitas Gambar: Keunggulan ML Frame Generation FSR Redstone
Perbedaan paling mencolok dari FSR Redstone terletak pada kemampuan ML Frame Generation barunya. Jika FSR 3.1 sering dikritik karena artefak visual yang ditimbulkan, Redstone menunjukkan perbaikan masif. Artefak ghosting (jejak bayangan pada objek bergerak cepat) yang sangat terlihat pada FSR 3.1 kini nyaris tidak terdeteksi.
Peningkatan ini menandakan lompatan besar bagi teknologi frame generation milik AMD. Para penguji mengamati bahwa saat berayun melintasi gedung pencakar langit di Marvel's Spider-Man 2, gambar yang dihasilkan jauh lebih bersih. AMD patut mendapat apresiasi atas keberhasilan mereka menghilangkan artefak yang mengganggu.
Pengujian Eksklusif di Skenario Handheld Gaming
Pengujian FSR Redstone ini dilakukan menggunakan konfigurasi unik: sebuah perangkat handheld Lenovo Legion Go S Z1 Extreme yang menjalankan eGPU ASRock Challenger Radeon RX 9060 XT. Walaupun konfigurasi ini jelas menciptakan bottleneck (keterbatasan CPU Z1 Extreme terhadap GPU), tujuannya adalah menilai kualitas gambar, bukan hanya frame rate maksimal.
Dalam skenario plug-and-play handheld gaming ini, FSR Redstone mampu meningkatkan performa secara drastis. Bahkan, ray tracing menjadi mungkin dilakukan pada perangkat portabel. Ini membuktikan bahwa kualitas visual yang dihasilkan ML Frame Generation tetap kuat, bahkan di tengah kendala kinerja sistem.