Invasi Musik AI di Spotify: Pengguna Marah, 'Discover Weekly' Jadi Korban

Invasi Musik AI di Spotify: Pengguna Marah, 'Discover Weekly' Jadi Korban
Sumber :
  • TechRadar

Dua Trik Rahasia Optimasi Prompt AI: Akurasi Naik Drastis
  • Pelanggan Premium Spotify melaporkan invasi Musik AI yang parah di daftar putar rekomendasi "Discover Weekly" dan "Release Radar".
  • Spotify menyatakan sulit membedakan konten AI dan non-AI, berfokus pada penghapusan spam dan peniruan suara.
  • Pengguna menuntut transparansi penuh dan meminta perusahaan menyediakan filter khusus untuk identifikasi lagu buatan kecerdasan buatan, mencontoh langkah pesaing.

Uji Keandalan AI Generatif: Google Gemini Fabrikasi Berita?

Layanan streaming musik global, Spotify, kini menghadapi badai kritik dari jutaan pengguna berbayarnya. Keluhan utama muncul karena maraknya Musik AI yang menyusup ke dalam daftar putar rekomendasi favorit, "Discover Weekly". Para pelanggan setia merasa tertipu dan mempertanyakan transparansi Algoritma Spotify. Masalah ini memicu perdebatan sengit di komunitas daring, terutama di Reddit, di mana pengguna menuntut Spotify segera menyediakan fitur filter untuk konten buatan kecerdasan buatan.

Menelusuri Keluhan Pengguna: Mengapa Discover Weekly Tercemar?

Spotify Diprotes: Banjir Musik AI di Discover Weekly, Kenapa Sulit Dihapus?

Pengguna Spotify Premium melaporkan pengalaman buruk yang konsisten. Mereka menemukan bahwa daftar putar "Discover Weekly", yang seharusnya memberikan rekomendasi artis baru dari genre yang disukai, kini dipenuhi konten Musik AI berkualitas rendah. Daftar putar "Release Radar" juga mengalami masalah serupa.

Banyak pelanggan merasa frustrasi. Mereka menjelaskan, invasi ini terjadi secara bertahap, namun intensitasnya terus meningkat. Daftar putar mingguan yang dulunya mereka andalkan kini terasa tidak relevan.

Tuduhan Deception dan Ketiadaan Transparansi

Ketidakpuasan pengguna tidak hanya berpusat pada kualitas musik. Isu utamanya terletak pada kurangnya transparansi dari pihak Spotify. Pelanggan menuduh platform tersebut sengaja tidak transparan mengenai asal-usul lagu yang direkomendasikan.

Sementara itu, platform pesaing seperti Deezer telah mulai mengimplementasikan sistem yang dapat mengidentifikasi dan secara visual memberi label pada musik yang dihasilkan oleh AI. Hal ini semakin memicu desakan agar Spotify mengikuti standar serupa. Kepercayaan pengguna, yang menjadi pilar E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) Google, kini dipertaruhkan.

Respon Resmi Spotify: "Garis Batas Sulit Ditarik"

Menanggapi gelombang keluhan, Spotify telah merilis pernyataan resmi. Perusahaan menekankan bahwa AI merupakan pergeseran cepat bagi seluruh industri musik.

Mereka menyatakan, "Tidak selalu mungkin untuk menarik garis sederhana antara musik 'AI' dan 'non-AI'." Spotify menegaskan fokus mereka terletak pada tindakan pencegahan penggunaan AI yang berbahaya, seperti menghapus konten spam atau peniruan suara tanpa izin.

Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa Spotify tidak membuat atau memiliki musik apa pun. Mereka mengklaim tidak mempromosikan atau memberikan penalti terhadap track yang dibuat menggunakan alat AI. Namun, pengguna melihat kontradiksi antara pernyataan ini dengan pengalaman mereka di Discover Weekly.

Dilema Royalti Artis dan Masa Depan Spotify Musik AI

Sebagian besar pengguna yang frustrasi mulai meyakini adanya strategi bisnis tersembunyi. Mereka berhipotesis bahwa dorongan kuat terhadap Musik AI ini adalah upaya disengaja oleh Spotify. Mengapa? Jawabannya berkaitan erat dengan masalah pembayaran royalti.

Spotify memang memiliki reputasi yang kurang baik dalam hal pembayaran royalti yang adil kepada artis independen. Jika platform semakin banyak merekomendasikan Musik AI (yang tidak memerlukan pembayaran royalti penuh kepada pencipta manusia), keuntungan perusahaan tentu akan melonjak.

Dorongan yang masif ini tidak lagi terlihat seperti kebetulan. Pelanggan khawatir, strategi ini akan mengikis integritas artistik dan bakat sah demi peningkatan margin keuntungan. Sebagai layanan streaming terbesar di dunia, Spotify memiliki pengaruh industri yang sangat besar. Kehilangan kepercayaan dari basis pelanggan setia merupakan kerugian signifikan yang menuntut peninjauan ulang segera terhadap kebijakan rekomendasi dan transparansi konten.