Revolusi Kinerja: Menguji Mode 6x Multi Frame Generation DLSS 4.5
- TechRadar
- Nvidia memperkenalkan DLSS 4.5 di CES 2026 dengan peningkatan signifikan ke Multi Frame Generation (MFG) mode 6x.
- Mode 6x MFG secara teoritis menjanjikan peningkatan framerate hingga 50% dibandingkan versi sebelumnya (4x).
- Hasil pengujian dunia nyata menunjukkan mode 2x Frame Generation menawarkan keseimbangan optimal antara kinerja dan kualitas visual.
Las Vegas menyaksikan pengumuman besar dari Nvidia pada CES 2026 pekan lalu. Raksasa teknologi ini secara resmi meluncurkan pembaruan perangkat lunak andalan mereka, DLSS 4.5. Peningkatan ini melampaui sekadar perbaikan resolusi; Nvidia kini menawarkan level baru Multi Frame Generation (MFG) yang menembus batas 4x menjadi mode 6x.
Teknologi revolusioner ini memangkas beban kerja GPU secara drastis. Hanya satu dari enam frame yang benar-benar dihitung dan dirender oleh kartu grafis Anda. Model AI kompleks yang berjalan di GPU Nvidia kemudian menginterpolasi dan menyisipkan lima frame sisanya. Secara teoretis, peningkatan dari 4x ke 6x berpotensi memberikan lonjakan framerate rata-rata hingga 50%. Tentu saja, kinerja nyata di lapangan sangat bergantung pada spesifikasi build PC Anda dan pengaturan grafis game.
Memahami Lonjakan Kinerja 6x Frame Generation
Jensen Huang, CEO Nvidia, terus mendorong masa depan yang didominasi AI, terlepas dari keraguan pasar. DLSS 4.5 dan mode 6x MFG terbaru menjadi bukti komitmen tersebut. Namun demikian, kami menemukan performa Frame Generation (FG) tidak selalu seimpresif klaim laboratorium, terutama saat pengujian mandiri menggunakan RTX 5060 dan RTX 5070. Peningkatan memang ada, tetapi variabelnya sangat luas.
Kontroversi "Fake Frames" dan Validitas Kekhawatiran Gamer
Topik frame generation terbukti sangat memecah belah komunitas PC gaming. Sebagian melihatnya sebagai alat peningkatan kinerja yang berguna. Sementara itu, pihak lain mengecam keterlibatan AI, menjuluki gambar interpolasi tersebut sebagai 'fake frames'. Mereka juga menganggap teknologi ini sebagai penopang baru yang memungkinkan pengembang game mengabaikan optimasi PC yang memadai.
Kekhawatiran tersebut sah dan valid. Saat Frame Generation pertama kali debut dengan DLSS 3, teknologinya terasa belum matang. Selain itu, fitur ini terkunci hanya untuk GPU RTX terbaru. Hal ini menghilangkan potensi manfaat bagi pengguna perangkat keras lama. Situasi makin diperparah oleh melonjaknya harga komponen PC akibat permintaan datacenter AI yang sangat tinggi. Aksesibilitas teknologi ini menjadi masalah besar.
Pengujian Nyata: Kinerja DLSS 4.5 pada Seri RTX 50
Setelah tiga pembaruan besar, Nvidia berhasil menguasai teknologi Frame Generation mereka. Sudah saatnya komunitas gamer mulai menerima bahwa teknologi ini bukanlah "monster jahat". Kami tidak langsung terkesan dengan mode 6x, tetapi pembaruan ini memicu kami untuk menguji kembali mode 2x. Mari kita lihat data aktualnya.
Menggunakan RTX 5060 pada resolusi output 1440p di game Alan Wake II (preset Medium, DLSS set ke Balanced, FG Mati), kami mendapatkan sekitar 40 frame per detik (fps) rata-rata.
Data Awal Alan Wake II dan Avowed
Aktifkan Frame Generation ke mode 2x, dan framerate rata-rata melonjak menjadi 55 fps. Perlu dicatat, kami mencatat kehilangan kejernihan visual yang sangat minimal. Perbedaan ini sama sekali tidak memengaruhi kenikmatan bermain. Jelas, mode 2x menawarkan peningkatan kinerja yang substansial.
Sayangnya, mode 4x justru mendorong framerate melampaui tiga digit, tetapi visualnya terpengaruh buruk. Meskipun framerate yang dilaporkan jauh lebih tinggi, game terasa lebih buruk saat dimainkan. Ghosting, blurring, dan artifacting terlihat jelas. Latensi input yang sedikit, meskipun tidak membuat game single-player seperti ini tidak bisa dimainkan, akan menjadi masalah serius pada judul yang lebih cepat. Avowed memberikan hasil yang serupa. Pada mode 2x, peningkatan framerate sekitar 25 fps tidak mengurangi ketajaman visual.
Menimbang Ulang Manfaat Teknologi AI Gaming
Pengujian menunjukkan bahwa DLSS 4.5 melalui mode 6x MFG memang ada, tetapi mode 2x Frame Generation tetap menjadi "sweet spot" ideal. Modus 2x memberikan dorongan kinerja yang signifikan tanpa mengorbankan kualitas visual atau memperkenalkan input latency yang mengganggu. Hal ini menegaskan bahwa Frame Generation adalah alat kinerja yang kuat, meskipun pengguna harus bijak memilih mode yang paling stabil.
Alih-alih memperdebatkan apakah frame ini 'nyata' atau 'palsu', fokus harus beralih pada manfaat praktisnya. Teknologi ini memungkinkan kartu grafis menengah seperti RTX 5060 menjalankan game AAA modern pada resolusi 1440p dengan mulus. Untuk gamer yang berjuang menghadapi lonjakan harga GPU, penerimaan teknologi DLSS 4.5 berarti akses ke kinerja yang sebelumnya tidak terjangkau. DLSS 4.5 membuktikan bahwa AI kini menjadi bagian integral dari masa depan gaming, menawarkan peningkatan nyata yang sulit diabaikan.