2026 Jadi Tahun Emas Robot Humanoid, China Kuasai 80% Pasar!

2026 Jadi Tahun Emas Robot Humanoid, China Kuasai 80% Pasar!
Sumber :
  • Gizmochina

Gadget – Bayangkan robot berbentuk manusia dengan dua lengan, dua kaki, dan kemampuan bergerak seperti pekerja beroperasi di gudang logistik, lini produksi otomotif, atau bahkan menyambut tamu di hotel. Dulu, ini hanya ada di film fiksi ilmiah. Kini, realitas itu sudah dimulai, dan menurut laporan terbaru dari Counterpoint Research, 2026 akan menjadi titik balik historis bagi industri robot humanoid.

AGIBOT Resmikan Ekspansi Malaysia, Robot Humanoid Kuasai Asia

Setelah melampaui ambang komersialisasi pada 2025, sektor ini siap memasuki fase skala besar, efisiensi biaya, dan adopsi massal. Laporan tersebut memproyeksikan bahwa pada 2027, lebih dari 100.000 unit robot humanoid akan terpasang secara global, dengan 72% digunakan di sektor logistik, manufaktur, dan otomotif.

Namun, siapa yang memimpin revolusi ini? Dan mengapa China mendominasi 80% pemasangan global? Artikel ini mengupas tuntas tren, pemain utama, model bisnis, serta implikasi ekonomi dari ledakan robot humanoid dalam dua tahun ke depan.

2026 Jadi Tahun Skala Robot Humanoid: 100 Ribu Unit Diincar

2025: Tahun Komersialisasi, 2026: Tahun Skala

Menurut Counterpoint Research, sekitar 16.000 unit robot humanoid telah terpasang di seluruh dunia pada 2025. Angka ini mungkin terdengar kecil dibanding robot industri konvensional, tetapi ia merepresentasikan lompatan eksponensial dari hanya ratusan unit pada 2023.

Agibot Humanoid: 5.000 Unit Terkirim, Interaksi Alami di CES 2026

Yang mencolok: lebih dari 80% instalasi tersebut berada di Tiongkok. Ini menunjukkan bahwa negara itu tidak hanya cepat mengadopsi, tetapi juga membangun ekosistem lengkap dari riset, manufaktur, hingga implementasi lapangan.

Tahun 2026 diprediksi menjadi titik infleksi karena tiga faktor utama:

  • Ekspansi kapasitas produksi pabrik skala besar
  • Penurunan biaya komponen (aktuator, sensor, baterai)
  • Adopsi model Robots-as-a-Service (RaaS) yang mengurangi hambatan modal awal

Model RaaS memungkinkan perusahaan menyewa robot humanoid seperti layanan cloud tanpa perlu investasi besar di muka. Ini membuka pintu bagi UKM dan perusahaan menengah untuk turut memanfaatkan otomasi canggih.

Pemain Utama: Lima Raksasa yang Kuasai 73% Pasar Global

Industri robot humanoid berkembang pesat, tapi juga sudah mulai terkonsentrasi. Counterpoint mencatat bahwa lima produsen teratas menguasai 73% pangsa pasar global pada 2025 dan empat di antaranya berasal dari Tiongkok.

1. AGIBOT (China) – 31% Pangsa Pasar
AGIBOT memimpin dengan lebih dari 5.000 unit diproduksi dan aktif digunakan di:

  • Hotel (resepsionis & layanan tamu)
  • Hiburan (pertunjukan interaktif)
  • Logistik industri (pengambilan & pengiriman barang)

Keunggulan AGIBOT terletak pada integrasi vertikal mereka mengembangkan perangkat keras, perangkat lunak, dan AI pelatihan internal, memungkinkan iterasi cepat dan biaya rendah.

2. Unitree Robotics (China) – 27%
Dikenal sebagai pelopor robot berkaki empat (seperti Go1), Unitree kini sukses menembus pasar humanoid dengan desain ringan, modular, dan hemat biaya. Mereka fokus pada kecepatan go-to-market dan kolaborasi dengan universitas serta startup.

3. UBTECH (China) – ~5%
UBTECH, yang sebelumnya dikenal lewat robot pendidikan Walker, kini beralih ke otomasi industri. Robot mereka dirancang untuk lingkungan pabrik yang menuntut presisi tinggi dan integrasi dengan sistem MES (Manufacturing Execution System).

4. Leju Robotics (China) – ~5%
Startup ini menonjol berkat pendekatan “cloud-trained humanoid” di mana AI pelatihan dilakukan di cloud, memungkinkan robot belajar dari ribuan simulasi sebelum turun ke lapangan. Ini mempercepat adaptasi terhadap tugas baru.

5. Tesla (AS) – ~5%
Meski baru memulai, Tesla Optimus menjadi wildcard global. Dengan dukungan penuh dari Elon Musk, akses ke chip AI Dojo, dan integrasi potensial dengan pabrik Gigafactory, Tesla diprediksi akan meningkat pesat pada 2026–2027. Saat ini, Optimus masih dalam tahap uji coba terbatas di Fremont, California.

Sektor yang Paling Banyak Mengadopsi: Logistik, Manufaktur, Otomotif

Robot humanoid tidak didesain untuk menggantikan manusia sepenuhnya melainkan untuk melakukan tugas repetitif, berat, atau berbahaya di lingkungan yang dirancang untuk manusia.

Counterpoint memproyeksikan bahwa 72% dari kapasitas tahunan baru hingga 2027 akan diserap oleh tiga sektor:

  • Logistik: Pengambilan barang di gudang tinggi, sortir paket, pengiriman internal
  • Manufaktur: Perakitan komponen ringan, inspeksi visual, pengisian material
  • Otomotif: Transportasi suku cadang, pengecekan kualitas, dukungan perakitan

Keunggulan robot humanoid di sini adalah kompatibilitas infrastruktur. Tidak seperti lengan robot tradisional yang membutuhkan modifikasi pabrik, humanoid bisa berjalan di lorong sempit, membuka pintu, atau menekan tombol tanpa perubahan besar pada fasilitas yang ada.

Tantangan yang Masih Menghantui Industri

Meski prospeknya cerah, industri robot humanoid masih menghadapi tantangan serius:

1. Biaya Masih Tinggi
Meski turun, harga per unit masih berkisar $50.000–$100.000, jauh di atas ROI jangka pendek bagi banyak perusahaan.

2. “Halusinasi” Gerakan & Kesalahan Kontekstual
AI belum sepenuhnya memahami konteks fisik. Robot bisa salah mengambil objek, tersandung, atau gagal merespons perintah tak terduga.

3. Regulasi & Etika Kerja
Belum ada kerangka hukum global tentang penggunaan robot humanoid di tempat kerja termasuk tanggung jawab jika terjadi kecelakaan.

Namun, para ahli meyakini bahwa dengan skala produksi dan inovasi AI, masalah ini akan teratasi dalam 2–3 tahun ke depan.

Prediksi 2027: Lebih dari 100.000 Unit Terpasang

Jika tren saat ini berlanjut, Counterpoint memperkirakan:

  • 2026: 40.000–50.000 unit terpasang
  • 2027: >100.000 unit terpasang
  • CAGR (2025–2027): Lebih dari 150%

Angka ini menjadikan robot humanoid sebagai salah satu segmen teknologi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, bahkan melampaui kendaraan listrik atau realitas virtual pada fase awalnya.

Kesimpulan: Revolusi Otomasi Berwujud Manusia Telah Dimulai

Robot humanoid bukan lagi mimpi futuristik. Mereka sudah bekerja di gudang Alibaba, pabrik BYD, hotel Shenzhen, dan dalam waktu dekat, mungkin di pabrik Tesla.

2026 adalah tahun di mana teknologi ini keluar dari laboratorium dan masuk ke lantai produksi secara massal. Dengan dominasi Tiongkok, inovasi AS, dan model bisnis yang semakin terjangkau, robot humanoid siap menjadi tulang punggung produktivitas industri generasi berikutnya.

Satu hal pasti: masa depan tenaga kerja tidak hanya akan dibentuk oleh manusia tapi juga oleh mesin yang berjalan, berbicara, dan bekerja seperti kita.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget