Raspberry Pi 5 Kini Bisa Jalankan AI Berat-Berapa Harganya?
- notebookcheck
Gadget – Dunia komputasi edge dan AI on-device kian meriah. Setelah ASUS menghadirkan solusi akselerasi AI berbasis USB, kini Raspberry Pi Foundation meluncurkan perangkat resmi terbarunya: Raspberry Pi AI HAT+ 2 sebuah expansion board berbasis NPU (Neural Processing Unit) yang dirancang khusus untuk Raspberry Pi 5.
Dengan performa hingga 40 TOPS (Tera Operations Per Second) pada presisi INT4 dan dilengkapi memori internal 8GB, AI HAT+ 2 bukan sekadar aksesori melainkan lompatan besar dalam kemampuan AI Raspberry Pi yang selama ini dibatasi oleh sumber daya terbatas pada CPU dan RAM.
Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi teknis, cara kerja, keunggulan, kompatibilitas, serta dampaknya terhadap ekosistem Raspberry Pi dari pendidikan hingga aplikasi industri ringan.
Spesifikasi Inti: NPU Hailo‑10H dengan 40 TOPS dan 8GB Memori Internal
Jantung dari Raspberry Pi AI HAT+ 2 adalah chip Hailo‑10H, sebuah NPU canggih yang dikembangkan oleh perusahaan Israel, Hailo Technologies. Chip ini menawarkan:
- Performa inferensi AI hingga 40 TOPS (pada presisi INT4)
- Memori internal 8GB LPDDR5 tidak membebani RAM utama Raspberry Pi
- Efisiensi daya tinggi, ideal untuk perangkat always-on
Dengan memori internal yang besar, proses inferensi model AI seperti YOLOv8, MobileNet, atau bahkan Llama.cpp versi ringan dapat berjalan tanpa bottleneck RAM, yang selama ini menjadi penghambat utama di Raspberry Pi 4/5 ber-RAM 2–8 GB.
Mengapa NPU Terpisah Lebih Efisien daripada CPU/GPU?
Meski Raspberry Pi 5 memiliki GPU VideoCore VII yang lebih cepat, CPU dan GPU tetap bukan arsitektur optimal untuk beban kerja AI. NPU seperti Hailo‑10H dirancang khusus untuk:
- Operasi matriks paralel (inti dari neural network)
- Konsumsi daya rendah (seringkali <5W saat aktif penuh)
- Latensi inferensi ultra-rendah
Hasilnya?
- Pengenalan wajah real-time
- Deteksi objek di video streaming
- Pemrosesan bahasa alami (on-device)
- semua bisa berjalan lebih cepat, stabil, dan hemat energi dibanding menggunakan CPU saja.
- Instalasi Plug-and-Play: Kompatibel Hanya dengan Raspberry Pi 5
AI HAT+ 2 mengikuti standar HAT (Hardware Attached on Top) khas Raspberry Pi, sehingga pemasangannya sangat sederhana:
- Pasang board ke atas Raspberry Pi 5
- Kencangkan dengan sekrup
- Hubungkan melalui GPIO header + jalur PCIe x1
Namun, karena mengandalkan antarmuka PCIe untuk bandwidth tinggi, perangkat ini tidak kompatibel dengan Raspberry Pi 4 atau generasi sebelumnya yang tidak memiliki dukungan PCIe native.
Keuntungan besar: tidak perlu driver manual. Raspberry Pi OS (versi terbaru) langsung mengenali AI HAT+ 2 sebagai perangkat akselerasi AI, sehingga pengguna bisa langsung menjalankan aplikasi berbasis TensorFlow Lite, PyTorch, atau OpenVINO tanpa konfigurasi rumit.
Harga dan Ketersediaan: Sekitar Rp2,1 Juta
Raspberry Pi AI HAT+ 2 mulai dijual secara global dengan harga USD 130 (sekitar Rp2,1 juta). Meski terdengar mahal untuk standar Raspberry Pi, harga ini sebanding dengan:
- Performa setara NPU di laptop APU modern
- Nilai tambah dari 8GB memori khusus AI
- Dukungan resmi dari Raspberry Pi Foundation
Dibanding solusi pihak ketiga (seperti Coral USB Accelerator atau ASUS UGen300), AI HAT+ 2 menawarkan integrasi lebih dalam, bandwidth lebih tinggi (via PCIe), dan manajemen daya yang lebih baik.
Aplikasi Praktis: Dari Kelas Sekolah hingga IoT Industri
Dengan AI HAT+ 2, Raspberry Pi 5 kini bisa digunakan untuk proyek-proyek yang sebelumnya mustahil:
1. Edukasi & Riset
- Pelajar SMA/kampus bisa latih dan uji model AI lokal tanpa cloud
- Laboratorium sekolah bangun sistem deteksi penyakit tanaman atau klasifikasi sampah
2. Smart Home & Keamanan
- Kamera pintar dengan deteksi manusia/hewan (tanpa kirim data ke cloud)
- Sistem pengenalan suara offline untuk asisten rumah
3. Industri Ringan & Otomasi
- QC visual di lini produksi UKM
- Monitoring mesin berbasis getaran/suara dengan AI
Semua ini berjalan offline, privat, dan hemat biaya sesuai semangat Raspberry Pi sejak awal.
Kesimpulan: Raspberry Pi 5 Kini Resmi Jadi Platform AI Serius
Dengan peluncuran AI HAT+ 2, Raspberry Pi Foundation mengirim sinyal kuat: komputasi AI tidak lagi eksklusif untuk server atau PC mahal. Platform terjangkau seperti Raspberry Pi kini bisa menjadi tulang punggung aplikasi AI on-device yang andal, aman, dan efisien.
Bagi komunitas maker, pendidik, startup, hingga engineer IoT, ini adalah momentum transformasi. Dengan investasi sekitar Rp2,1 juta, Anda bisa mengubah Raspberry Pi 5 menjadi mesin inferensi AI mini yang siap untuk dunia nyata.
Dan yang terpenting: semua tetap open-source, transparan, dan sesuai filosofi Raspberry Pi teknologi untuk semua.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |