50 Tahun Apple: Menjajal Game Apple-1 yang Melegenda
- TechRadar
- Apple merayakan hari jadi ke-50 dengan mengenang awal mula perusahaan di garasi keluarga Jobs.
- Apple-1 merupakan produk perdana tahun 1976 yang kini menjadi barang koleksi seharga jutaan dolar.
- Pengalaman bermain game di Apple-1 mengungkap sisi kreatif Wozniak meski tanpa dukungan grafis modern.
Raksasa teknologi dunia tengah merayakan momentum 50 tahun Apple pada pekan ini. Perjalanan panjang ini bermula dari sebuah kisah legendaris di mana Steve Jobs dan Steve Wozniak bekerja keras di dalam garasi rumah. Transformasi Apple dari sekadar bisnis rumahan menjadi perusahaan bernilai triliunan dolar adalah potret nyata kesuksesan inovasi global.
Komputer Apple-1 menjadi tonggak pertama yang mereka rakit pada tahun 1970-an. Saat itu, Wozniak menjual papan sirkuit ini seharga US$666,66. Hanya ada sekitar 200 unit yang pernah diproduksi di dunia, menjadikannya harta karun bagi para kolektor teknologi masa kini.
Evolusi Apple-1 dalam Sejarah Apple
Meskipun Apple-1 adalah produk pertama, kesuksesan komersial yang masif baru datang melalui Apple II pada 1977. Perangkat tersebut berhasil terjual jutaan unit dan mengukuhkan posisi perusahaan di pasar. Namun, Apple-1 tetap memegang nilai historis yang tak tertandingi sebagai fondasi awal 50 tahun Apple.
Saat ini, memiliki perangkat Apple-1 asli membutuhkan biaya yang sangat besar. Sebuah prototipe langka baru-baru ini terjual di balai lelang pada Januari 2026 dengan harga fantastis mencapai US$2,75 juta. Angka ini mencetak rekor baru untuk nilai sejarah sebuah komputer pribadi.
Menjajal Game Apple-1 Melalui Emulator
Bagi Anda yang penasaran, perangkat lunak Apple-1 kini bisa dicoba secara gratis melalui teknologi emulasi di PC modern. Mengingat keterbatasan perangkat keras di zamannya, sistem ini tidak memiliki pengolah kata bawaan. Fokus utamanya justru pada bahasa pemrograman BASIC dan hiburan berupa video game sederhana.
Meskipun tidak memiliki warna dan grafis visual, game pada Apple-1 menawarkan tantangan unik. Para pengembang era tersebut harus memaksimalkan karakter simbol untuk menciptakan pengalaman bermain. Hal ini membuktikan bahwa kreativitas tidak terhambat oleh keterbatasan teknologi.