Makin Praktis! Kini Anda Bisa Pesan Starbucks via ChatGPT

Makin Praktis! Kini Anda Bisa Pesan Starbucks via ChatGPT
Sumber :
  • Zooey Liao/CNET/Getty Images/Starbucks/ChatGPT

img_title Terlalu Berbahaya untuk Publik? Ini Alasan Mythos 5 Dibatasi Aksesnya oleh Anthropic
  • ChatGPT kini menyediakan fitur rekomendasi menu Starbucks yang personal berdasarkan suasana hati atau gambar pengguna.
  • Pengguna mengawali proses pemesanan melalui chatbot sebelum diarahkan ke aplikasi Starbucks untuk penyelesaian pembayaran.
  • Inovasi ini bertujuan membantu pelanggan mengeksplorasi kombinasi minuman unik yang tidak terpikirkan sebelumnya.

img_title Gemma 4 12B Google: AI Multimodal untuk Laptop, Tanpa Cloud!

OpenAI baru saja memperluas fungsionalitas chatbot andalannya sehingga pelanggan dapat pesan Starbucks via ChatGPT dengan lebih interaktif. Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan saran minuman berdasarkan perasaan, deskripsi suasana hati, atau bahkan unggahan foto lokasi. Paul Riedel, Senior Vice President Digital Starbucks, mengungkapkan bahwa banyak pelanggan seringkali memulai pesanan mereka dengan sebuah perasaan daripada langsung membaca menu.

Cara Pesan Starbucks via ChatGPT dan Personalisasi Menu

img_title Indonesia Punya Domain AI Sendiri! Tinggalkan .ai Milik Negara Lain

Integrasi terbaru ini memudahkan pengguna untuk berinteraksi langsung melalui perintah atau prompt sederhana. Anda cukup mengetikkan "@Starbucks" diikuti dengan preferensi Anda, seperti "Saya ingin sesuatu yang segar untuk memulai pagi." Selain itu, pengguna dapat mengunggah gambar untuk menggambarkan mood mereka saat itu guna mendapatkan saran minuman yang paling cocok.

Meskipun Anda memulai interaksi di dalam chatbot, transaksi pembayaran tetap terjaga keamanannya. Setelah ChatGPT memberikan saran menu, sistem akan mengarahkan Anda ke aplikasi atau situs web resmi Starbucks. Hal ini memastikan proses penyelesaian pesanan tetap mengikuti standar prosedur Starbucks yang sudah ada.

Menemukan Kombinasi Minuman Unik dengan AI

Keunggulan utama dari fitur ini adalah kemampuan AI untuk menemukan kombinasi rasa yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh pelanggan. ChatGPT mampu menyarankan menu yang sangat personal dan eksperimental. Dalam sebuah uji coba, AI bahkan menyarankan kombinasi unik seperti espresso yang dicampur dengan limun.

Selain itu, asisten cerdas ini juga mampu mendeskripsikan tekstur minuman dengan cara yang kreatif. Beberapa pengguna menemukan rekomendasi minuman yang disebut AI sebagai "sup hidangan penutup cair," sebuah istilah yang menarik bagi pecinta rasa manis. Starbucks berharap kolaborasi ini meningkatkan loyalitas pelanggan melalui pengalaman digital yang lebih emosional.

Inovasi AI dalam Ekosistem Pelanggan Masa Depan

Langkah Starbucks menggandeng OpenAI menunjukkan tren besar di mana perusahaan ritel mulai masuk ke dalam ekosistem AI generatif. Meskipun demikian, perkembangan ini muncul di tengah dinamika hukum industri teknologi. Ziff Davis, perusahaan induk CNET, diketahui mengajukan gugatan terhadap OpenAI pada tahun 2025 terkait dugaan pelanggaran hak cipta dalam pelatihan sistem AI.

Namun, bagi konsumen, kehadiran fitur ini memberikan efisiensi nyata dalam memilih menu di tengah banyaknya pilihan yang tersedia. Dengan teknologi ini, proses pesan Starbucks via ChatGPT menjadi lebih dari sekadar transaksi, melainkan sebuah penemuan rasa baru yang terautomasi. Pelanggan kini memiliki asisten pribadi untuk memastikan setiap cangkir kopi sesuai dengan inspirasi sesaat mereka.