China Gila-Gilaan Pakai Avatar AI untuk Jualan:Penonton Tak Sadar Ini Bukan Orang Asli!
- Sixth Tone
Menyadari potensi penyalahgunaan, platform seperti Douyin (milik ByteDance) telah menerapkan aturan ketat:
- Wajib memberi label jelas jika siaran menggunakan avatar AI.
- Harus ada operator manusia yang memantau siaran secara real-time.
- Dilarang menampilkan avatar sebagai “manusia nyata” tanpa izin eksplisit dari figur aslinya.
Langkah ini bertujuan menjaga kepercayaan publik sekaligus mendorong inovasi yang bertanggung jawab.
Kesimpulan: Era Baru Kreator Digital Telah Dimulai
Live shopping dengan avatar AI bukan fiksi ilmiah ia adalah kenyataan komersial di China tahun 2025. Dengan kemampuan menghasilkan miliaran rupiah, bekerja tanpa henti, dan menjangkau jutaan penonton, teknologi ini telah membuktikan nilainya.
Namun, keberhasilannya jangka panjang akan bergantung pada keseimbangan antara inovasi, transparansi, dan keaslian manusia. Karena pada akhirnya, konsumen tidak hanya membeli produk mereka membeli kepercayaan.
Dan kepercayaan, sejauh ini, masih membutuhkan sentuhan manusia meski hanya sebagai pengawas di balik layar hijau.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |