Google Diam-diam Pasang AI Gemini Nano di Chrome, Cek PC Anda!
- Sarah Tew/CNET
- Google memasang model AI Gemini Nano secara otomatis di peramban Chrome tanpa notifikasi.
- Pakar privasi menyebut langkah ini bertujuan memindahkan biaya komputasi AI ke perangkat pengguna.
- Pengguna dapat menonaktifkan fitur ini melalui pengaturan "flags" untuk melindungi sumber daya perangkat.
Google secara mengejutkan dilaporkan memasang model AI Gemini Nano ke dalam peramban Google Chrome tanpa meminta izin atau memberi tahu pengguna. Temuan ini diungkapkan oleh Alexander Hanff, seorang ilmuwan komputer dan pengacara privasi terkemuka. Hanff menemukan bahwa data kecerdasan buatan tersebut telah tertanam di perangkat yang memenuhi kriteria perangkat keras tertentu. Langkah "diam-diam" raksasa teknologi ini kini memicu perdebatan serius terkait transparansi dan keamanan data pribadi.
Cara Cek Keberadaan Google Chrome Gemini Nano
Anda mungkin tidak menyadari bahwa kecerdasan buatan ini sudah menetap di komputer Anda. Google Chrome Gemini Nano bekerja secara lokal di latar belakang untuk menjalankan tugas seperti merangkum rekaman atau mendeteksi penipuan. Hanff menegaskan bahwa Chrome tidak memberikan notifikasi apapun saat proses instalasi berlangsung.
Untuk memastikannya, Anda dapat memeriksa pengelola berkas di perangkat Anda masing-masing. Pengguna Windows bisa membuka "File Explorer", pengguna Mac menggunakan "Finder", dan pengguna Chromebook melalui folder "Files". Carilah folder bernama "OptGuideOnDeviceModel". Jika Anda menemukan berkas bernama "weights.bin" di dalamnya, berarti Gemini Nano telah terpasang di sistem Anda.
Perbedaan Gemini Nano dengan AI Cloud
Penting untuk memahami bahwa Gemini Nano berbeda dengan fitur AI biasa di bilah alamat browser. Saat Anda menggunakan mode AI umum, permintaan Anda akan dikirim ke server Google. Namun, Gemini Nano berjalan sepenuhnya menggunakan sumber daya perangkat Anda sendiri. Google mengonfirmasi bahwa model ini akan terhapus otomatis jika perangkat kekurangan memori RAM atau ruang penyimpanan.
Risiko Hukum dan Pelanggaran Privasi
Alexander Hanff melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan privasi Google ini. Ia menilai pemasangan otomatis model AI tersebut melanggar prinsip transparansi dalam regulasi GDPR Uni Eropa. Google diduga ingin menghindari biaya operasional server yang mahal dengan memanfaatkan perangkat keras milik pengguna secara cuma-cuma.