Hacker Makin Ganas, Ini Langkah Penting Mengamankan Akun IG

Menghindari Hack Akun Instagram
Sumber :
  • ilustrasi

Instagram kini bukan sekadar media sosial untuk berbagi foto dan video. Di era digital seperti sekarang, akun Instagram juga sering digunakan untuk bisnis, promosi, hingga menyimpan banyak data pribadi. Karena itu, keamanan akun menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

img_title Meta Pakai AI Deteksi Usia via Struktur Tulang dan Tinggi Badan

Belakangan ini, kasus peretasan akun Instagram semakin marak terjadi. Banyak pengguna tiba-tiba kehilangan akses akun mereka akibat link palsu, password yang lemah, hingga jebakan phishing yang dikirim lewat DM. Tidak sedikit pula akun yang digunakan hacker untuk melakukan penipuan setelah berhasil diretas.

Agar hal tersebut tidak terjadi, ada beberapa langkah sederhana namun efektif yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan akun Instagram. Selain mudah diterapkan, cara-cara ini juga mampu meminimalkan risiko akun dibajak oleh pihak tidak bertanggung jawab.

img_title Meta AI Bisa Analisis Wajah Remaja, Tapi Bukan Face Recognition-Apa Bedanya?

Aktifkan Verifikasi Dua Langkah atau 2FA

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengaktifkan fitur Two-Factor Authentication atau 2FA. Fitur ini menjadi lapisan keamanan tambahan yang sangat penting bagi pengguna Instagram.

img_title Gugatan Meta New Mexico: Facebook Jadi Gangguan Publik?

Dengan mengaktifkan 2FA, hacker tidak bisa langsung masuk ke akun meskipun mereka sudah mengetahui password pengguna. Pasalnya, sistem akan meminta kode verifikasi tambahan saat login.

Cara mengaktifkannya pun cukup mudah. Pengguna hanya perlu masuk ke menu Settings, kemudian pilih Security dan aktifkan fitur Two-Factor Authentication.

Instagram menyediakan beberapa metode verifikasi seperti SMS, WhatsApp, atau aplikasi autentikator. Namun, penggunaan aplikasi autentikator dinilai lebih aman dibanding SMS karena lebih sulit diretas.

Hindari Menggunakan Password yang Mudah Ditebak

Masih banyak pengguna Instagram yang memakai password sederhana seperti tanggal lahir, nama sendiri, hingga kombinasi angka seperti 123456. Padahal, password seperti ini sangat mudah ditebak hacker.

Sebaiknya gunakan kombinasi password yang lebih kuat dengan perpaduan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Semakin unik password yang digunakan, maka semakin sulit pula akun diretas.

Sebagai contoh, pengguna bisa membuat password seperti “KopiPagi#2026!” yang lebih aman dibanding kombinasi biasa.

Selain itu, hindari menggunakan password yang sama untuk email dan akun Instagram. Jika salah satu bocor, maka akun lainnya bisa ikut terancam.

Jangan Asal Klik Link Mencurigakan

Salah satu metode peretasan yang paling sering digunakan adalah phishing. Biasanya hacker mengirim link palsu melalui DM, email, atau komentar yang terlihat seperti halaman resmi Instagram.

Link tersebut sering kali dikemas dengan berbagai iming-iming menarik, mulai dari giveaway, tawaran endorse, hingga verifikasi centang biru palsu.

Ketika pengguna memasukkan username dan password di halaman palsu tersebut, data login akan langsung dicuri oleh hacker.

Karena itu, pengguna disarankan hanya login melalui aplikasi resmi Instagram atau situs resminya. Jika menemukan link mencurigakan, sebaiknya jangan langsung diklik.

Rutin Mengecek Aktivitas Login

Instagram memiliki fitur Login Activity yang memungkinkan pengguna melihat perangkat mana saja yang sedang masuk ke akun mereka.

Fitur ini sangat penting untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini. Jika terdapat perangkat asing atau lokasi yang tidak dikenal, pengguna bisa langsung mengeluarkan perangkat tersebut dari akun.

Cara mengeceknya cukup mudah. Masuk ke menu Settings, pilih Security, lalu buka Login Activity.

Jika menemukan aktivitas aneh, segera logout semua perangkat dan ganti password akun Instagram.

Jangan Pernah Membagikan Kode OTP

Kode OTP merupakan kode rahasia yang digunakan untuk verifikasi login akun. Sayangnya, masih banyak pengguna yang tertipu dan memberikan kode OTP kepada orang lain.

Perlu diketahui, pihak Instagram maupun Meta tidak pernah meminta kode OTP melalui DM, WhatsApp, atau email pribadi.

Biasanya hacker berpura-pura menjadi pihak resmi dan meminta kode tersebut dengan berbagai alasan. Begitu kode diberikan, akun akan langsung diambil alih.

Karena itu, jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk teman sendiri.

Gunakan Email dan Nomor HP yang Aman

Selain akun Instagram, keamanan email dan nomor ponsel juga harus diperhatikan. Sebab, sebagian besar proses pemulihan akun dilakukan melalui email atau nomor HP yang terhubung.

Jika email utama diretas, maka akun Instagram juga bisa ikut diambil alih.

Untuk menghindari hal tersebut, aktifkan verifikasi dua langkah pada email dan gunakan password yang berbeda dari akun media sosial.

Pastikan juga nomor HP yang digunakan masih aktif agar proses pemulihan akun lebih mudah dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi masalah.

Hindari Aplikasi Penambah Followers

Banyak pengguna Instagram tergoda menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk menambah followers, auto likes, hingga melihat stalker akun.

Padahal, aplikasi semacam ini sering kali meminta akses login Instagram yang berpotensi mencuri data pengguna.

Tidak sedikit kasus akun diretas setelah login menggunakan aplikasi tambahan tersebut.

Jika pernah menghubungkan akun ke aplikasi pihak ketiga, segera cabut aksesnya melalui menu Settings, Security, lalu Apps and Websites.

Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kebocoran data akun Instagram.

Selalu Update Aplikasi Instagram

Menggunakan aplikasi versi lama juga bisa meningkatkan risiko keamanan. Sebab, versi lama terkadang masih memiliki celah yang bisa dimanfaatkan hacker.

Instagram secara rutin merilis pembaruan untuk memperbaiki bug dan meningkatkan keamanan sistem.

Karena itu, pengguna disarankan selalu memperbarui aplikasi melalui Google Play Store maupun App Store agar fitur keamanan tetap optimal.

Waspadai Pesan dari Akun Teman yang Diretas

Hacker sering memanfaatkan akun korban untuk menyebarkan link phishing kepada teman-temannya. Biasanya pesan tersebut berisi kalimat seperti “tolong vote”, “lihat foto ini”, atau “bantu login”.

Sekilas pesan tersebut terlihat normal karena dikirim dari akun teman sendiri. Namun sebenarnya itu merupakan jebakan untuk mencuri data login.

Jika menerima pesan mencurigakan, sebaiknya konfirmasi langsung kepada pemilik akun melalui kontak lain sebelum mengklik link yang dikirim.

Simpan Data Recovery Akun

Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah menyimpan data pemulihan akun atau recovery.

Catat email pemulihan, nomor telepon aktif, serta backup codes Instagram di tempat yang aman. Data ini akan sangat membantu ketika pengguna kehilangan akses akun akibat diretas.

Selain itu, pengguna juga perlu waspada jika akun mulai menunjukkan tanda-tanda aneh seperti logout sendiri, email berubah tanpa izin, mengikuti akun asing, atau mengirim DM otomatis.

Jika hal tersebut terjadi, segera ganti password, logout semua perangkat, aktifkan kembali 2FA, dan laporkan masalah tersebut ke pusat bantuan Instagram agar akun bisa diamankan secepat mungkin.