Krisis Motherboard PC Memburuk, Pengiriman Asus dan MSI Anjlok
- TechRadar
- Pengiriman motherboard dari empat produsen utama Taiwan merosot tajam akibat harga RAM yang tidak terjangkau.
- Asus mencatatkan angka pengiriman terendah sejak 2008, hanya mencapai setengah dari target awal tahun 2026.
- Fenomena AI boom dan kondisi ekonomi global memperburuk stabilitas pasar perangkat keras komputer bagi konsumen.
Industri perangkat keras global kini menghadapi ancaman serius akibat krisis motherboard PC yang kian mengkhawatirkan. Laporan terbaru dari Digitimes mengungkap bahwa pengiriman dari empat produsen utama asal Taiwan merosot tajam sepanjang tahun 2026. Konsumen mulai enggan merakit PC baru karena harga paket memori (RAM) yang melonjak tinggi. Fenomena ini menciptakan efek domino yang memukul telak vendor besar seperti Asus dan MSI.
Penyebab Utama Penurunan Pengiriman Motherboard
Lonjakan permintaan untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) mengalihkan sebagian besar sumber daya memori ke sektor server. Hal ini menyebabkan kelangkaan stok RAM di pasar konsumen yang memicu kenaikan harga secara signifikan. Akibatnya, stok motherboard tetap tertahan di gudang karena minimnya minat rakit PC. Kondisi ekonomi global yang belum stabil semakin memperlemah daya beli masyarakat terhadap komponen komputer terbaru.
Rekor Terendah Bagi Asus dan MSI
Asus menjadi salah satu produsen yang paling terdampak oleh guncangan pasar perangkat keras ini. Perusahaan tersebut hanya berhasil mengirimkan 5 juta unit motherboard pada semester pertama 2026. Padahal, target awal mereka mencapai 10 juta unit untuk total pengiriman setahun penuh. Angka ini merupakan titik terendah bagi pengiriman motherboard Asus sejak pemisahan perusahaan pada 2008 silam.
Nasib serupa menimpa MSI yang harus merevisi proyeksi bisnis mereka secara besar-besaran. MSI awalnya menargetkan pengiriman sebanyak 11 juta unit motherboard untuk pasar global. Namun, laporan terbaru menunjukkan angka tersebut anjlok menjadi hanya 8,4 juta unit untuk tahun 2026. Ketidakmampuan pasar menyerap produk ini berpotensi memaksa produsen untuk mengurangi kapasitas produksi dalam jangka panjang.
Dampak Terhadap Harga PC di Masa Depan
Penurunan volume produksi saat ini dapat memicu masalah baru bagi para perakit PC di masa mendatang. Jika krisis RAM mereda secara tiba-tiba, permintaan terhadap motherboard dipastikan akan melonjak kembali dalam waktu singkat. Namun, produsen yang sudah memangkas jalur produksi tidak akan mampu memenuhi permintaan tersebut dengan cepat. Kondisi ini dikhawatirkan akan menyebabkan kelangkaan barang dan membuat harga komponen PC melambung tinggi ke tingkat yang tidak wajar.