Deteksi Gambar AI Google Kini Hadir di Chrome dan Search

Deteksi Gambar AI Google Kini Hadir di Chrome dan Search
Sumber :
  • Google/Screenshot by CNET

img_title Hoyoverse Gelontorkan Rp230 Triliun Untuk Integrasi AI Di Game Terbaru
  • Google memperluas alat pelacak gambar bertenaga AI ke peramban Chrome dan mesin pencari Google Search.
  • Integrasi teknologi watermark SynthID kini melibatkan kemitraan global dengan raksasa teknologi seperti OpenAI.
  • Pengguna dapat langsung melakukan klik kanan pada foto online untuk memverifikasi keaslian konten digital secara instan.

img_title Fitur Baru di Android yang Bisa Membuat Pencuri Sulit Membuka HP Anda

Raksasa teknologi Google kini memperluas jangkauan alat deteksi gambar AI Google ke peramban Chrome dan mesin pencari Google Search. Langkah strategis ini memudahkan pengguna internet untuk langsung memverifikasi keaslian foto digital yang mereka temui secara online. CEO Alphabet, Sundar Pichai, mengumumkan integrasi teknologi mutakhir ini sebagai upaya krusial dalam melawan penyebaran misinformasi visual.

Cara Kerja Deteksi Gambar AI Google Melalui SynthID

img_title Terlalu Berbahaya untuk Publik? Ini Alasan Mythos 5 Dibatasi Aksesnya oleh Anthropic

Sistem cerdas ini mengandalkan teknologi watermark tak kasat mata bernama SynthID. Google merancang teknologi tersebut agar tetap bertahan meski gambar telah mengalami proses penyuntingan berat. Bahkan, kompresi tangkapan layar (screenshot) tidak akan merusak tanda digital tersembunyi ini.

Hingga saat ini, sistem pengaman tersebut telah melindungi lebih dari 100 miliar gambar dan video di internet. Kehadiran teknologi ini memberikan solusi cepat bagi publik yang semakin khawatir terhadap ancaman konten palsu (deepfake).

Ekspansi Fitur ke Chrome dan Circle to Search

Mulai hari ini, pengguna dapat mendeteksi keaslian gambar dengan cara yang sangat sederhana. Anda hanya perlu melakukan klik kanan pada gambar di Chrome untuk memicu proses pemindaian otomatis.

Selain itu, Google juga mengintegrasikan kemampuan ini ke dalam fitur Circle to Search. Pengguna ponsel pintar kini dapat melingkari objek di layar untuk mengetahui asal-usul pembuatan gambar tersebut secara real-time.

Kemitraan Strategis Lintas Industri AI

Sebelumnya, alat canggih ini hanya mampu mengidentifikasi konten yang lahir dari ekosistem Google Gemini saja. Namun, keterbatasan tersebut kini resmi berakhir berkat kolaborasi industri yang masif.

Google menggandeng para pelopor teknologi kecerdasan buatan global, termasuk pembuat ChatGPT, OpenAI. Aliansi ini juga melibatkan ElevenLabs untuk deteksi suara, serta raksasa perangkat keras Nvidia dan platform komunikasi Kakao.

Halaman Selanjutnya
img_title