Siasat Surge dan Mora Kuasai Pasar Internet FWA 5G

Siasat Surge dan Mora Kuasai Pasar Internet FWA 5G
Sumber :
  • 2026).

GadgetVIVA - Surge (WIFI) mengandalkan kecepatan penetrasi pasar tanpa perlu menggelar kabel serat optik ke rumah pelanggan.

img_title PP Tunas Berlaku: Platform Digital Wajib Lindungi Anak di Bawah 16 Tahun
  • MoraRepublic memperkuat fondasi infrastruktur dan menargetkan ekspansi jaringan FWA ke 180 kota hingga 2030.
  • Mastel mengingatkan pentingnya pengelolaan frekuensi yang cermat dalam pengembangan layanan internet nirkabel ini.

img_title Target 50 Juta Rumah, Indosat Rilis Internet Rumah HiFi Air

Persaingan menguasai pasar internet FWA 5G di Indonesia kini semakin memanas pada akhir Juni 2026. Dua raksasa telekomunikasi, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (Surge) dan PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MoraRepublic), menerapkan strategi berbeda demi merebut hati pelanggan. Surge bergerak agresif memanfaatkan keunggulan instalasi cepat, sementara MoraRepublic memilih memperkuat fondasi jaringan dasar secara masif.

Strategi Agresif Surge Kuasai Pasar Internet FWA 5G

img_title Mastel Usul Bentuk Dewan Penanganan Disinformasi Nasional

Hingga kini, Surge (WIFI) sukses mencatatkan lebih dari 400.000 pelanggan FWA 5G. Jumlah tersebut menyumbang sekitar 21 persen dari total 1,7 juta basis pelanggan grup per Maret 2026.

Direktur Surge, Shannedy Ong, menegaskan bahwa teknologi nirkabel ini menawarkan peluang monetisasi yang sangat menjanjikan. Layanan ini dapat aktif lebih cepat daripada jaringan fiber tradisional.

Sebab, operator tidak perlu membangun kabel fisik langsung ke rumah pelanggan. Proses perizinan dan pembangunan jalur terakhir (last mile) pun menjadi jauh lebih sederhana serta hemat biaya.

Oleh karena itu, perusahaan fokus memperluas penetrasi ke wilayah baru (greenfield) maupun area terbatas (brownfield). Mereka juga menyiapkan paket bundling menarik dengan jaminan keandalan mendekati 100 persen.

MoraRepublic Perkuat Fondasi Lewat MyRepublic Air

Di sisi lain, MoraRepublic juga melihat potensi besar lewat layanan MyRepublic Air yang rilis sejak April 2026. Masyarakat menyambut positif produk ini karena instalasinya sangat praktis.

Chief Commercial Officer MoraRepublic, Iman Syahrizal, menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur merupakan kunci utama. Perusahaan kini fokus memperluas cakupan jaringan demi pertumbuhan jangka panjang.

MoraRepublic menargetkan perluasan layanan FWA ke 180 kota dan kabupaten hingga tahun 2030. Hingga April 2026, mereka telah mengoperasikan lebih dari 200 on-air sites di 90 wilayah Indonesia.

Dampak dan Prospek Industri ke Depan

Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, menilai FWA merupakan pelengkap ideal untuk area yang belum terjangkau serat optik. Namun, ekspansi ini menuntut pengelolaan frekuensi yang sangat cermat.

Langkah taktis kedua perusahaan ini akan mempercepat pemerataan digital di tanah air. Kompetisi ketat ini pada akhirnya menguntungkan konsumen yang membutuhkan internet cepat berkualitas tinggi.

Pemenang di pasar internet FWA 5G ini akan sangat bergantung pada kombinasi antara kecepatan ekspansi dan kestabilan jaringan yang ditawarkan kepada publik.