China Desak PBB: Regulasi Starlink Elon Musk Mendesak

China Desak PBB: Regulasi Starlink Elon Musk Mendesak
Sumber :
  • Istimewa
  • China memperingatkan PBB tentang risiko keamanan dari proliferasi Starlink (SpaceX) tanpa regulasi efektif.
  • Konstelasi Starlink kini mendominasi orbit rendah Bumi (LEO), meningkatkan drastis risiko tabrakan antariksa.
  • Beijing menyoroti insiden nyata pada 2021, ketika satelit Starlink nyaris bertabrakan dengan stasiun luar angkasa China.
  • China mendesak adanya standar keamanan global karena kekhawatiran penggunaan satelit komersial untuk tujuan militer.
Starlink Turunkan Harga Perangkat Keras Permanen! Ini Perbandingan Harga Paket Internetnya!

Gadget –  Perwakilan Pemerintah China baru-baru ini mengajukan protes resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka menyoroti bahaya besar yang mengintai di orbit rendah Bumi (LEO) akibat pertumbuhan pesat konstelasi satelit komersial. Secara spesifik, Beijing menunjuk langsung pada Starlink milik Elon Musk.

Kini Starlink Hanya 4jutaan saja! Diskon 40% Waktu Terbatas, Segera Miliki!

Diplomat China memperingatkan bahwa tanpa regulasi internasional yang efektif, aktivitas luar angkasa komersial ini dapat memicu tantangan keamanan global serius. Risiko utama yang ditekankan adalah proliferasi satelit komersial yang tidak terkendali oleh negara.

Fenomena ini telah menciptakan risiko keselamatan yang nyata, terutama terkait kepadatan satelit Starlink di orbit vital tersebut.

Apple Dominasi Pasar Smartphone 2025: Raih 20% Pangsa Global

Starlink Memadati Orbit Rendah Bumi: Ancaman Nyata

China secara eksplisit merujuk pada konstelasi Starlink milik SpaceX. Pihak Tiongkok menyatakan bahwa kepadatan satelit ini memadati sumber daya frekuensi orbit data yang digunakan bersama oleh semua satelit untuk komunikasi.

Lebih lanjut, kepadatan ini secara drastis meningkatkan potensi risiko tabrakan di luar angkasa. Analisis data terkini mendukung kekhawatiran ini.

Dominasi SpaceX di Orbit LEO

Faktanya, saat ini tercatat sekitar 12.955 satelit aktif berada di orbit rendah Bumi. Dari jumlah total tersebut, dominasi SpaceX sangat mencolok.

Perusahaan Elon Musk telah menempatkan sekitar 8.500 satelit. Artinya, lebih dari 66% populasi satelit di LEO merupakan bagian dari konstelasi Starlink. Angka ini diproyeksikan terus bertambah signifikan.

CEO SpaceX Elon Musk sempat menyatakan bahwa konstelasi Starlink pada akhirnya dapat mencakup lebih dari 42.000 satelit. Meskipun demikian, saat ini perusahaan tersebut baru memegang izin peluncuran untuk 12.000 unit.

Insiden Nyaris Tabrakan Tahun 2021

Perwakilan China menyoroti insiden nyata sebagai bukti konkret dari bahaya kepadatan ini. Diplomat tersebut mengutip beberapa situasi berbahaya.

Salah satu contoh paling menonjol terjadi pada 2021 silam. Saat itu, satelit Starlink dan stasiun luar angkasa China hampir bertabrakan.

Dalam insiden tersebut, satelit Starlink dilaporkan melakukan pendekatan jarak dekat yang sangat berbahaya terhadap stasiun luar angkasa China. Kejadian ini memperkuat klaim bahwa kurangnya regulasi mengancam aset negara lain di ruang angkasa.

Dualitas Penggunaan dan Tantangan Bagi Negara Berkembang

China juga mengangkat isu kesenjangan teknologi serta risiko bagi negara-negara berkembang. Mereka menekankan bahwa kepadatan satelit komersial ini merupakan risiko besar bagi operator wahana antariksa dari negara-negara berkembang.

Negara-negara ini mungkin kurang memiliki kemampuan kendali orbit yang memadai. Mereka juga terbatas dalam kesadaran situasional ruang angkasa atau waktu reaksi cepat yang memadai.

Starlink dan Isu Keamanan Militer

Aspek keamanan nasional dan militer juga menjadi sorotan utama dalam peringatan ini. Diplomat China memperingatkan bahwa satelit komersial kini makin sering digunakan untuk tujuan pengintaian dan komunikasi di medan perang.

Kapasitas Starlink untuk menyediakan konektivitas global berkecepatan tinggi, bahkan di zona konflik, memicu kekhawatiran negara adidaya lain. Mereka melihat konstelasi ini berpotensi menjadi alat strategis militer yang berada di luar kendali pemerintah.

Mendesak Standar Keamanan Antariksa Global

Orbit rendah Bumi terus menjadi semakin padat sejak tahun 2018. Merespons situasi ini, perwakilan China mendesak negara-negara untuk menegakkan regulasi yang lebih baik terhadap aktivitas ruang angkasa komersial mereka.

Tuntutan Beijing ini disampaikan dalam acara informal Dewan Keamanan PBB. Tujuannya adalah memastikan keselamatan orbit LEO dan menjamin semua negara memiliki akses yang aman.

Pengawasan ketat atas Starlink dan proyek sejenis sangat krusial demi mencegah bencana tabrakan antariksa yang dapat berdampak fatal bagi seluruh infrastruktur ruang angkasa global.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget